Bisnis Fashion Online

Tanya Jawab: Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Fashion Online

Pada pertengahan bulan September 2019 ini saya mendapat pesan dari seorang pembaca mengenai bisnis fashion online yang beliau jalani. Closing beliau masih rendah karena bisnisnya baru saja mulai. Untungnya, beliau sudah punya website untuk bisnis fashion tersebut.

Karena belakangan ini saya sibuk dengan proyek klien, sudah terasa lama sekali sejak terakhir kali saya update postingan. Saya memang tidak bekerja full time karena ada beberapa hal lain yang jadi prioritas saya, tapi waktu luang saya gunakan untuk update panduan copywriting ini.

Meskipun saya sudah membalas pesan dari pemilik bisnis fashion online tersebut secara pribadi, saya pikir Anda juga bisa mendapat manfaat jika saya tulis di sini.

Saya sendiri pernah terjun di bisnis fashion 8 tahun silam. Tapi tidak laku karena waktu itu saya hanya coba-coba saja dan tidak fokus. Lalu adik saya juga pernah berjualan baju wanita dan jam tangan, dan akhirnya tutup juga. Ini terjadi sebelum saya fokus di marketing dan belajar apa itu copywriting.

Sekarang, adik saya sudah fokus di bisnis kuliner dan sebentar lagi mencapai omset satu juta per hari-nya yang pertama.

So, saya rasa, kita semua setuju bahwa fokus adalah hal yang penting. Tanyakan pada diri Anda, kenapa Anda memulai suatu bisnis? Kenapa bisnis fashion? Kenapa bukan yang lain?

Ketika Anda menemukan jawabannya, sekarang saatnya kita sama-sama belajar bagaimana meningkatkan penjualan online bisnis fashion Anda.

Persona, Persona, Persona

Satu hal paling mendasar dan krusial tapi paling sering juga diabaikan oleh pebisnis pemula adalah buyer persona. Anda tidak bisa menjual pada semua orang.

“Loh, kan semakin banyak menjangkau orang, semakin besar kemungkinan saya closing?”

Ya, kalau Anda marketing yang besar. Sah-sah saja memasang billboard besar di jalan raya atau pasang iklan di Instagram dengan menarget semua orang.

Tapi untuk bisnis fashion online yang baru memulai, cash flow adalah darah dan nyawa suatu bisnis. Marketing bisa memakan biaya besar jika Anda tidak punya strategi.

Jika bisnis fashion Anda menarget anak muda, tentu desain dan gaya promosi Anda akan lebih ekspresif dan agresif. Pertimbangkan siapa customer ideal Anda, lalu posisikan diri Anda.

Buatlah Blog Khusus untuk Bisnis Fashion Online Anda

Kalau Anda ingin jualan online, Anda harus punya pengunjung lebih dulu. Blogging adalah salah satu cara untuk mendatangkan pengunjung. Sediakan konten terkait fashion, seperti bisnis fashion, berita fashion, tips berpakaian, dan review.

Jika pembaca menganggap konten Anda informatif, mereka akan membagikan postingan tersebut, dan Anda akan meraup untung.

Kalau Anda tidak suka menulis, gunakan jasa penulis yang memahami bidang fashion. Mungkin sulit mencari penulis fashion di Indonesia, apalagi kalau Anda menambahkan ‘berkualitas’ di belakangnya. Tapi hey, menulis itu seperti memasak. Semakin sering dilakukan, akan semakin jago.

So, kenapa Anda tidak buat sendiri?

Buat Akun Media Sosial

Sebagai pebisnis baru di bidang fashion yang menarget penjualan online, Anda harus berpartisipasi di media sosial.

Selain membuat promo mingguan, Anda harus bisa konsisten pada brand voice Anda agar Anda dikenal karena gagasan dan prinsip Anda.

Tidak hanya sekedar merek yang jualan baju saja.

Sederhananya, gunakan storytelling untuk berinteraksi dengan audiens Anda di sosial media. Bagikan inspirasi dan kutipan yang menunjukkan eksistensi brand Anda.

Berpartisipasilah di percakapan-percakapan diluar akun Anda dan ikuti akun-akun lain yang senada. Ikuti tren yang sedang populer, dan berikan respon terhadap berita terbaru yang sedang hot. Segera.

Social Media: Tempatnya Orang-orang Berkumpul

Jika Anda ingin menjual sesuatu pada seseorang, Anda harus tahu di mana mereka berkumpul.

Kalau saya ingin jualan alat rumah tangga, saya akan berjualan di acara pernikahan (serius, ini saya temukan di acara nikahan teman saya. Ada yang jualan panci di pintu masuk gedung), atau di arisan ibu-ibu.

Kalau Anda jualan online, cari di mana orang-orang yang berminat dengan fashion suka berkumpul. Misalnya Anda jualan fashion baju gamis, Anda bisa masuk ke grup arisan, grup pengajian, grup muslim, dan sebagainya.

Jangan langsung berjualan. Tapi Anda harus soft-selling di sini, karena mereka belum mengenal Anda. Langkah pertama, berikan informasi dulu. Tips memilih pakaian yang nyaman dipakai, misalnya. Atau nama-nama bahan pakaian yang tebal tapi adem.

Kesampingkan nafsu Anda untuk jualan. Give something first!

Kalau Anda sudah punya blog, bagikan blog Anda di sana. Tapi tetap patuhi aturan yang ada, ya! Kalau Anda tidak mematuhi peraturan, brand Anda akan kena dampak negatifnya.

Fokus pada Bisnis Fashion Online Saja

Nah, cara-cara di atas membutuhkan banyak waktu. Kebanyakan pebisnis pemula tidak mau buang-buang waktu seperti ini karena awalnya mereka hanya coba-coba.

Karena itu di awal, saya sudah tanyakan pada Anda, kenapa Anda jualan? Kenapa bisnis fashion?

Fokus dan motivasi itu penting. Tanpa keduanya, Anda tidak punya dorongan untuk melakukan sesuatu.

Marketplace sudah terlalu penuh dengan baju-baju lain dan masyarakat enggan beli baju di marketplace karena barang yang datang tidak sesuai foto.

Kenapa? Karena penjualnya sendiri tidak peduli dengan klien. Apakah barang sesuai pesanan, atau barang datang tidak sesuai dengan foto.

Saya sendiri sudah terlalu sering mengalami ini dan lebih memilih beli baju di toko offline saja. Pebisnis fashion kebanyakan tidak peduli soal kualitas atau bahkan kesamaan foto dan barang asli.

Kalau Anda yakin kualitas barang Anda bagus, bangun audiens dan sisihkan budget untuk Paid Promote seperti Instagram Ads, Facebook Ads, atau Google Ads. Dengan catatan, Anda sudah membuktikan sendiri kualitas barang jualan Anda.

Ada banyak usaha fashion yang sukses karena mereka membangun kedekatan dengan audiens dan berusaha jujur dengan barang yang mereka jual. What you see is what you get.

Berani Berikan Garansi

Produk dan fashion yang dijual online memiliki kelemahan, yaitu: calon pelanggan tidak bisa memastikan kualitas secara langsung. Ini adalah RISK yang berdiri diantara Anda sebagai penjual dan audiens.

Kalau ingin meningkatkan penjualan bisnis fashion online, Anda harus siap menjatuhkan resik tersebut pada diri Anda, bukan pelanggan.

Zero risk is important.

Berikan garansi pada calon pembeli. Misalnya jika ukuran salah, Anda akan mengirimkan lagi baju dengan ukuran yang benar tanpa pembeli harus mengirimkan kembali baju yang salah ukuran.

Teman saya seorang warga negara Bosnia, sebut saja namanya Sarah, memberikan garansi kepuasan. Sarah ini seorang ibu rumah tangga dengan profesi sampingan menjual pakaian rajut manual untuk anak-anak yang bisa dipakai di musim dingin.

Garansi yang ia berikan adalah, jika pembeli tidak puas dengan produk yang dipesan, maka Sarah akan mengembalikan uang tersebut pada pembelinya dan pembeli tidak perlu mengembalikan produk tersebut.

‘Kalau Anda tidak puas dengan produk saya, saya tidak tertarik menyimpan uang Anda.’

Kenyataannya, akan selalu ada orang-orang jahat yang menyukai produk yang Anda jual, tapi masih ingin uang kembali. Anda pun berhak meminta barang kembali. Tidak masalah.

Yang ingin saya sampaikan adalah, fokus saja pada orang-orang jujur yang membantu bisnis Anda berkembang. Orang-orang seperti inilah yang seharusnya Anda beri perhatian dan layanan terbaik. Buat mereka senang berbisnis dengan Anda.

Review dan Giveaway

Sudah bukan rahasia lagi kalau review bisa menaikkan penjualan. Tapi saya sangat tidak setuju dengan review palsu. Review atau testimoni, hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang sudah menggunakan produk Anda.

Jika Anda menggunakan jasa review, pastikan Anda mengirim sampel produk pada penyedia jasa tersebut. Kalau tidak, maka review tersebut palsu dan akan selalu ada konsekuensinya.

Nah, bagaimana kalau Anda belum punya seorangpun pembeli? Siapa yang akan menulis review untuk Anda?

Kalau Anda bisa menawarkan produk Anda pada keluarga, saudara, atau teman, tawarkan saja. Setelah mereka beli, tanyakan pada mereka mengenai pengalaman membeli produk Anda, dan minta mereka untuk membuat review.

Tawarkan Giveaway untuk menaikkan brand awareness. Semua orang suka gratisan. Cantumkan syarat dan ketentuan giveaway seperti share, likes, tag, atau cukup bayar ongkos kirim saja.

Retargeting Ads

Retargeting Iklan
Mulai Beriklan di Sosial Media
Designed by slidesgo / Freepik

Kalau bisnis fashion onlien Anda sudah punya website, ini saatnya beraksi dengan retargeting Ads melalui Facebook Ads.

Facebook Ads mudah dan murah untuk mulai menjalankan iklan Anda. Pengunjung yang sudah pernah mengunjungi website Anda bisa jadi memasukkan satu atau dua produk di wishlist atau keranjang belanja, dan mereka mudah lupa.

Ingatkan mereka untuk menuntaskan pembelian, misalnya dengan memberikan diskon payday sale, diskon hari besar, dan lainnya.

Untuk menghasilkan Ads yang mengkonversi, Anda memerlukan copywriting yang baik. Ikuti 7 langkah sederhana membuat copywriting untuk Landing Page iklan Anda, atau gunakan jasa copywriting profesional.

Tidak ada jalan pintas menuju sukses. Semua harus diawali dengan kerja keras dan doa. Anda akan gagal beberapa kali sebelum akhirnya punya bisnis fashion online yang sukses dan viral. Saya dan Anda, kita tidak bisa punya bisnis yang sukses kalau tidak terus belajar dan melakukan uji coba.

Punya pertanyaan tentang bisnis fashion online? Kirimkan di kolom komentar ya!

Credit Featured Illustration Banner vector created by macrovector – www.freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *