Apa itu Buyer Persona: Panduan Terlengkap Untuk Pebisnis dan Marketer

Pebisnis dan marketer profesional tentunya sudah tidak asing lagi dengan Buyer Persona. Tapi bagi yang baru mulai bisnis dan menjajaki digital marketing, istilah yang saya sebutkan tadi bisa jadi kedengaran asing.

Tidak perlu khawatir. Toh setiap marketer profesional pasti dulunya pemula dan ini saat yang tepat untuk belajar tentang apa itu Buyer Persona dan gimana Anda bisa menerapkannya untuk bisnis Anda.

Dalam dunia bisnis, Buyer Persona adalah kunci yang dipakai oleh Pebisnis atau Marketer untuk menentukan siapa yang akan menjadi konsumen produk supaya bisa mendapat keuntungan.

Kalau Anda menjalankan bisnis kecil, startup, maupun organisasi non-profit, kunci ini membantu Anda untuk scale-up lebih cepat dari kompetitor dengan menarget pembeli yang sudah Anda tentukan dan meningkatkan penjualan produk minimum dua kali lipat!

Anda bisa buat Buyer Persona untuk usaha apapun selama usaha Anda membutuhkan marketing dan profit. Entah jasa seperti salon kecantikan, bersih-bersih, laundry, atau penyedia produk jadi seperti jagung bakar, gorengan, baju muslim, kosmetik, skin care, guesthouse, aplikasi handphone, game, …sebutkan saja bisnis Anda!

Dalam copywriting, Buyer Persona bisa meningkatkan efektifitas suatu copy dan menghasilkan ROI minimum 10 kali lipat.

Di sini, saya akan membahas tentang pengenalan apa itu Buyer Persona, beberapa contoh yang dipakai dalam bisnis, dan langkah-langkah supaya Anda bisa mulai membuatnya untuk bisnis Anda.

Apa itu Buyer Persona?

Buyer Persona adalah karakter semi-fiksional yang mencerminkan karakteristik pembeli ideal produk Anda, yang Anda buat berdasarkan data penelitian di pasar serta data nyata tentang pelanggan yang sudah membeli produk Anda.

Dalam membuat Buyer Persona, pertimbangkan usia, jenis kelamin, kondisi keluarga, latar belakang pendidikan, motivasi, pola perilaku sosial, tujuan, harapan dan angan-angan mereka. Lebih bagus lagi kalau Anda buat sedetail mungkin.

Kalau Anda baru mulai bisnis dan marketing, awalnya Anda harus membuat Buyer Persona dengan meraba-raba karena produk belum diluncurkan ke pasar.

Jangan khawatir. Seiring waktu berjalan dan produk terjual, pembeli Anda semakin beragam. Anda bisa lebih mengerti tentang pembeli dan bisa memperbaiki Buyer Persona Anda sedikit-sedikit.

Mengapa Buyer Persona itu Penting?

Buyer Persona bisa mendatangkan pengaruh luar biasa pada strategi marketing Anda. Contohnya saja, kalau Anda menargetkan usia 40-70 untuk produk Anda, Anda tidak perlu buang-buang waktu dan uang membuat marketing untuk millenials.

Dengan Buyer Persona, Anda bisa lihat dimana orang-orang usia 40-70 menghabiskan waktu di Internet, sumber macam apa yang mereka percaya, dan masalah apa yang mereka hadapi.

Nah, sekarang ijinkan Statistik berbicara tentang pentingnya Buyer Persona:

  1. Kampanye Iklan melalui e-mail yang menggunakan Buyer Persona meningkatkan open rate dan CTR rate hingga 5x. (MLT Creative)
  2. Iklan tertarget dua kali lebih efektif daripada yang tidak. (HiP)
  3. Website yang menggunakan Buyer Persona jadi ebih efektif dan user friendly 2 sampai 5 kali. (HubSpot)
  4. Email dengan personalisasi meningkatkan penjualan hingga 18 kali daripada Email Broadcast. (Hubspot)
  5. Skytap menggunakan konten marketing tertarget berdasarkan Buyer Persona dan hasilnya:
    • Penjualan meningkat 124%
    • Trafik pencarian organik meningkat 55%
    • Online lead naik 97%
    • Trafik website di Amerika Utara meningkat sebesar 210%. (Hubspot)
  6. Menurut Mark W. Schaefer, sebanyak 3 sampai 4 Buyer Persona bertanggungjawab atas 90% lebih penjualan perusahaan. (Business Grow)
  7. Sebanyak 48% pembeli akan memilih produk yang terasa personal untuk menyelesaikan masalah spesifik mereka. (ITSMA)
  8. Sebanyak 81% pembeli bersedia membayar bisnis usaha yang menyediakan solusi dengan spesifik dan berpengalaman pada hal yang juga spesifik. (ITSMA)
  9. Studi kasus yang dilakukan oleh Relevance, hanya 15% responden mengaku bahwa Buyer Persona “tidak efektif”, MESKIPUN DEMIKIAN, hanya 15% responden melakukan penelitian mendalam dan kualitatif. Kebetulan kah? (Relevance)
  10. Studi kasus oleh A MarketingSherpa menyatakan bahwa Buyer Persona menghasilkan:
    • 900% peningkatan dalam durasi kunjungan,
    • 171% peningkatan dalam penjualan dari marketing,
    • 111% peningkatan dalam open rate email,
    • 100% peningkatan dalam jumlah halaman yang dikunjungi. (Act-On)
  11. Dalam kasus Thomson Reuter, Buyer Persona berkontribusi pada peningkatan pendapatan sebesar 175% dari marketing, 10% peningkatan lead yang berujung pada penjualan, dan berkurangnya 72% waktu untuk konversi lead. (DemandGen)

Buyer Persona membantu Anda untuk menemukan pelanggan terbaik Anda dan sebaliknya. Strategi marketing Anda akan lebih efisien dan Anda tidak menghabiskan waktu untuk menarik orang-orang yang tidak tertarik pada produk Anda.

Berapa Banyak Buyer Persona yang Harus Anda Buat?

Aturannya adalah 80-20. Kalau Buyer Persona yang Anda buat sudah meng-cover 80% pembeli, maka lanjutkan saja, jangan buat lagi! Baiknya Anda mengoptimasi strategi untuk satu itu saja.

Apakah punya satu Buyer Persona bisa bikin jualan Anda lebih laku? Iya banget!

Kekuatan utama Buyer Persona adalah membuat strategi marketing dengan membuat konten dan informasi yang dibutuhkan target Anda dan mencari cara terbaik untuk menyampaikan konten dan informasi tersebut supaya sampai ke target yang Anda bidik.

Meskipun Anda cuma punya satu saja, asalkan di dukung dengan data riset pasar mendalam, bisa membantu Anda memaksimalkan relevansi antara konten informasi dan produk Anda.

Kalau Anda punya lebih dari dua Buyer Persona, Anda membutuhkan banyak waktu untuk menggarap strategi marketing masing-masing. Apalagi kalau ternyata mirip-mirip satu sama lain.

Anda akan rugi waktu.

Fokus saja pada satu atau dua Buyer Persona kalau bisnis Anda masih kecil dan startup. Ini lebih baik karena waktu Anda akan terfokus untuk memperbarui dan mendetailkan yang sudah ada, dan membuat konten atau informasi marketing yang bisa jadi punya potensi untuk mendatangkan keuntungan berkali-kali lipat.

3 Contoh Buyer Persona

Tergantung produk Anda, Buyer Persona bisa berbeda-beda. Perhatikan contoh-contoh di bawah ini dan lihat apakah bisnis Anda termasuk dalam contoh yang saya tuliskan di bawah:

Contoh #1

Buyer Persona Toko Hijab Online, produk Hijab modis harga mulai Rp. 50.000. Mari kita buat Buyer Personanya:

◆ Nama ◆
Anisa Shafina

◆ Usia ◆
16 sampai 35 Tahun

◆ Jenis Kelamin ◆
Wanita

◆ Tempat Tinggal ◆
Perkotaan, tinggal di rumah orang tua, kontrakan, atau kos-kosan

◆ Situasi Keluarga ◆
Islami modern

◆ Hobi ◆
Fashion, Shopping, aktif di sosial media

◆ Pekerjaan ◆
Murid SMA, Mahasiswi, Wanita Karir, Ibu Rumah Tangga

◆ Sumber Penghasilan ◆
Uang saku, gaji, usaha sampingan

◆ Pengeluaran Pribadi ◆
Rp. 100.000 – Rp. 500.000 per bulan

◆ Latar Belakang Pendidikan ◆
SMA sampai S1

◆ Pola Perilaku Sosial ◆
Suka kumpul sama teman-teman untuk hangout di cafe, mall, pengajian dan taklim, dan mengikuti akun Instagram atau Facebook tentang motivasi Islam. Ingin menunjukkan eksistensi diri dengan tetap tampil syari dan suka berinovasi dengan berbagai model hijab.

◆ Tujuan / Harapan ◆
Menutup Aurat.
Ingin menerapkan prinsip Islam namun tetap trendy dan stylish.

Contoh #2

Buyer Persona Aplikasi Game Mobile Multiplayer:

◆ Nama ◆
Vincent Tjokro

◆ Usia ◆
25 – 35 Tahun

◆ Jenis Kelamin ◆
Pria

◆ Tempat Tinggal ◆
Perkotaan, tinggal sendiri atau sama teman

◆ Lokasi ◆
Jabodetabek, Medan, Palangkaraya, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan kota-kota besar

◆ Pendidikan ◆
D1 – S3

◆ Pekerjaan ◆
Karyawan Swasta

◆ Penghasilan ◆
Rp 5.000.000 keatas

◆ Perkawinan ◆

Single

◆ Hobi ◆
Game dan Komik

◆ Hangout ◆
Online forum seperti Kaskus. Offline: pameran ponsel dan komputer, kompetisi game

◆ Pola Perilaku Sosial ◆
Suka menghabiskan waktu di forum sosial, aktif di media sosial, dan lebih nyaman berinteraksi melalui telepon atau internet

◆ Tujuan ◆
Ingin bertualang dan berinteraksi dengan orang lain tapi tidak langsung

◆ Preferensi ◆
Suka online game seperti Mobile Legends, Arena of Valor, dan suka DotA

◆ Motivasi ◆
Vincent suka main online game untuk menghabiskan waktu dan berkompetensi dengan orang lain. Kalau Vincent punya waktu senggang, maka dia pilih main game dari hape dan naikkan level karakternya. Vincent suka dengan game petualangan yang memerlukan waktu dan dedikasi supaya bisa lebih menonjol daripada teman-temannya, termasuk isi ulang koin untuk membeli in-game item yang menampilkan keunggulan karakternya di banding teman-temannya.
Vincent suka download game yang direkomendasikan temannya supaya bisa main bersama. Game Favoritnya adalah Ragnarok Eternal Love.

◆ Kriteria Vincent dalam memilih Game ◆
Free to play.
Bisa berkompetisi dengan teman dan tetap bertualang sendiri.
Dedikasi dan waktu yang dihabiskan untuk game bisa terlihat dari karakter dalam Game.
Dapat dimainkan di ponsel

◆ Yang tidak Vincent suka dalam Game ◆
Game yang terlalu banyak micro-transaction.
Pay to win.
Tidak ada update dan event.

Contoh #3

Buyer Persona untuk Agen Properti Syariah:

◆ Nama ◆
Siti Hanifah

◆ Usia ◆
30 Tahun

◆ Jenis Kelamin ◆
Wanita

◆ Perkawinan ◆
Menikah, anak 1 atau 2

◆ Tempat Tinggal ◆
Jakarta, Mengontrak Apartemen atau rumah tapak

◆ Pendidikan ◆
S2

◆ Pekerjaan ◆
HRD di Perusahaan Multinasional

◆ Pendapatan ◆
Rp 16.000.000 Per bulan

◆ Profil Media Sosial ◆
Aktif di Facebook, Instagram, dan Pinterest.
Mempunya akun Linked In namun  jarang di update.

◆ Tujuan / Harapan / Impian ◆
Bertemu dengan ibu muda lain yang juga punya anak dan seumur.
Tidak khawatir meninggalkan anak dengan baby-sitter karena lingkungan rumah yang nyaman dan ramah anak kecil.
Tetap bisa beraktivitas sosial dengan tetangga meskipun jadwal kerja yang padat.
Punya rumah tanpa BI Checking dan kredit ribawi.

◆ Kekhawatiran ◆
Pengaruh lingkungan yang tidak baik terhadap anak-anak
Keamanan dan kebersihan lingkungan
Harga sewa apartemen yang terus naik di kota-kota besar
Cicilan rumah yang berbunga

◆ Apa yang mempengaruhi Siti Hanifah? ◆
Ustadz dari Youtube seperti Khalid Basalamah, Adi Hidayat, Yusuf Mansur

◆ Quote dari Siti Hanifah ◆
“Saya ingin punya rumah dengan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, Masjid yang dekat dengan rumah, dan acara arisan tidak hanya sekedar kumpul tapi juga untuk siraman rohani.”

“Lingkungan Islami ideal untuk anak-anak saya, supaya mereka tumbuh mengenal Islam lebih dulu dan dekat dengan ajaran kitab, tapi juga tidak menutup dari dunia luar. Saya ingin mengajarkan mereka tentang sunah seperti olahraga panahan.”

“Saya punya harapan kalau kalau kolam renang bisa dipisah antara laki-laki dan perempuan, meski hanya harinya saja.”

Nah, tidak susah kan? Sekarang silakan Anda coba buat yang cocok untuk bisnis Anda.

Bagaimana Caranya?

Kriteria satu Buyer Persona dan lainnya tidak harus sama. Bisa jadi bisnis Anda butuh karakteristik yang tidak dimiliki lainnya. Jangan takut untuk eksplorasi pelanggan Anda.

Secara umum, Anda bisa memuat poin-poin berikut ini:

  1. Nama – Beri nama Buyer Persona Anda dengan nama-nama khas
  2. Jenis kelamin – Penting untuk membedakan jenis kelamin terutama jika produk Anda cukup membedakan jenis kelamin
  3. Usia – Gambaran rentang usia bisa menentukan bagaimana Anda bisa terhubung dengan mereka dan memilih gaya pemasaran yang sesuai
  4. Tempat Tinggal – Lokasi Anda juga berpengaruh karena lingkungan bisa membentuk mindset seseorang
  5. Produk yang pernah mereka pakai – Anda bisa mempelajari produk kompetitor dan jelaskan mengapa produk Anda lebih baik daripada yang mereka pakai sekarang
  6. Pendidikan – Pendidikan mempengaruhi dasar keputusan mereka. Pertimbangkan latar belakang pendidikan untuk penyampaian pesan yang lebih akurat dan mengena
  7. Motivasi – Jika produk Anda bisnis Anda punya motivasi yang sama dengan mereka, besar kemungkinan mereka akan memilih produk Anda
  8. Kekhawatiran – Apa yang jadi ketakutan mereka yang bisa Anda hapus? Mungkin produk kompetitor memiliki resiko seperti mengandung bahan kimia, tidak ada pengawasan OJK, atau garansi jika barang rusak.

Undang klien terbaik Anda, dan ajak mereka untuk bertemu secara offline atau online. Berikan imbalan sebagai tanda terima kasih karena sudah bersedia diajak bertemu, imbalan bisa berupa souvenir produk, giveaway, voucher, atau makan siang.

Wawancarai klien Anda dan minta ijin untuk merekam percakapan. Tanyakan hal-hal seperti:

  1. Mengapa mereka memilih Produk Anda?
  2. Masalah apa yang terselesaikan dengan Produk Anda?
  3. Kalau Produk Anda menghilang esok hari, bagaimana itu bisa mempengaruhi mereka?

Biarkan klien Anda bicara, dengarkan dengan baik dan gali lebih dalam.

Sekali lagi, tidak ada batasan dalam membuat persona. Tambahkan hal-hal mendetail seperti kutipan langsung dari klien, kondisi keuangan, profil sosial media, bayangan kehidupan klien sehari-hari, apa yang mempengaruhi, dan bagaimana klien ingin hidupnya bisa lebih mudah.

Kesimpulan

Buyer Persona mampu menaikkan penjualan Anda 100% dengan marketing tertarget. Buat sekarang dan scale-up bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor.

Riset membuktikan hanya  44% bisnis yang memiliki Buyer Persona (ITSMA). Jangan jadi seperti kebanyakan pebisnis!

Anda hanya perlu membuat satu Buyer Persona saja untuk bisnis Anda dan mungkin satu lagi kalau produk Anda banyak. Gunakan waktu Anda untuk marketing yang sesuai dengan produk Anda dengan menargetkan usia, jenis kelamin, tempat tinggal, masalah, dan kekhawatiran mereka.

Mereka menunggu menemukan produk Anda.

Jangan biarkan mereka selamanya menunggu karena strategi marketing Anda tidak sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan produk Anda.

Apakah bisnis Anda sudah punya Buyer Persona? Bagaimana marketing Anda dengan berjalan? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

Credit Featured Illustration Banner vector created by macrovector – www.freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *