Copywriting untuk Makanan

Copywriting Lezat Untuk Bisnis Makanan Startup dan UKM

Karena mudik lebaran tahun ini, saya bisa kembali menikmati soto, mie ayam, dan ayam geprek favorit. Sambil menikmati, saya tanya diri saya sendiri: bagaimana saya bisa menaikkan penjualan makanan dengan copywriting? Belum banyak yang mengaplikasikan copywriting untuk bisnis makanan dan saya tertarik untuk menemukan formula yang pas.

Awalnya saya coba menerapkan konsep AIDA yang populer. Saya selalu gunakan formula ini untuk menulis copy karena efeknya yang sudah terbukti. Tapi saya ingin pendekatan lebih personal dibandingkan AIDA.

Lalu saya teringat copy yang pernah saya lihat di warung bakso dekat rumah. Bunyinya begini:

Bakso Daging Asli: Daging 90%, Tepung 10%!

Pertama kali Anda baca spanduk besar dengan tulisan putih berlatar merah, mungkin sekali kalau di pikiran Anda terlintas, “Oh, jadi mereka pakai lebih banyak daging daripada tepung. Jadinya beneran Bakso Daging Asli, ya?”

Namun kedua kalinya Anda membaca spanduk tersebut, Anda mulai bertanya:
“Terus warung bakso-bakso yang lain, pakai berapa persen tepung?”

Dan kalau Anda suka Bakso, Anda pasti akan coba warung bakso tersebut. Minimal supaya tahu, gimana sih rasanya bakso yang 90% daging asli?

Nah, kalau Anda punya bisnis makanan, Anda harus belajar copywriting untuk makanan. Sebelumnya saya sudah membahas dasar-dasar copywriting. Sekarang giliran saya membuat panduan untuk Anda, berupa copywriting makanan.

Gunakan Bahasa Copywriting yang Santai

Copywriting untuk makanan lebih efektif untuk pemasaran langsung atau Direct Marketing. Maka penjualan Anda bisa naik kalau berbicara dalam bahasa sehari-hari yang mereka pakai.

Maksud saya, tulisan Anda harus berbicara dengan bahasa yang sesuai dengan Buyer Persona yang Anda target. Misal target Anda tinggal di wilayah Medan, maka Anda bisa selipkan bahasa Batak dalam copywriting Anda.

Kalau target Anda ada di sosial media dan tidak terbatas pada daerah tempat tinggal, Anda bisa gunakan kata-kata seperti:

“Capek Scrolling? Istirahat dulu, deh. Nih, Ayam Goreng Krispy buat kamu.” –> lalu arahkan ke CTA

Lebih spesifik, misalnya Anda targetkan pembeli Anda adalah pasangan, gunakan contoh kalimat seperti:

“Nggak malmingan karena sibuk? Kirim si dia Bento Cinta dari Hajime Bento. Cuma Rp 75.000 buat tersayang kamu klepek-klepek di malem minggu dan terus mikirin kamu. Gratis Ongkir plus ucapan cinta <3”

“Kirim bunga pas malem minggu mah dulu. Buktiin kalo kamu nggak cuma modal sayang, tapi udah bisa ngasi makan. Kirim si doi buket ayam goreng sekarang, bukti siap menuju pelaminan. #eeeh”

“Pacaran sebulan = bawain bunga”
“Pacaran setahun = bawain sarapan”

Aktivitas makan identik dengan romantisme, santai, kebahagiaan, keluarga, dan kumpul-kumpul. Bangkitkan emosi ini ketika mereka membaca copywriting makanan buatan Anda.

Selipkan joke-joke yang bisa dicerna oleh target pasar Anda, dan lakukan uji coba dengan membuat berbagai macam tipe copywriting. Lihat mana yang paling laku, lalu pakai formula yang sama untuk copywriting Anda berikutnya.

Buat Mereka Membayangkan Lezatnya Makanan Anda Melalui Copywriting

Deskripsikan Makanan Anda dalam Copywriting
Gambarkan Kelezatan Makanan Anda di dalam Copywriting
Food vector created by freepik – www.freepik.com

Kalau produk Anda kue pernikahan atau ulang tahun misalnya, jelaskan proses Anda membuat kuenya. Ceritakan aroma bahan-bahan yang Anda cium ketika membuat kue. Deskripsikan passion memasak Anda.

Untuk langkah satu ini, beberapa manga Jepang mendeskripsian makanan dengan sangat berbeda. Anda bisa baca beberapa manga untuk referensi, but with your own risk.

Dalam beberapa kasus, Lebay is Okei!

Anda bisa baca sendiri bagaimana mereka mendeskripsikan rasa makanan secara detailnya. Saya akan berikan contoh seperti ini:

“Resep kue ini aku dapetin dari bude aku yang orang padang. Waktu lebaran, beliau pasti balik ke Semarang dan bikin cake Black Forest legendaris ala Beliau. Kalau beliau masak, aroma cokelatnya tuh bakal kecium dari gerbang masuk komplek (jaraknya sekitar 50 meter dari rumah). Kalau udah keluar dari oven, itu PAS enak-enaknya!”
“Itu belum dikasi apa-apa loh! Belum ada krim frosting, ceri, sama cokelat-cokelat taburnya gitu.”
“Tapi emang rasanya worth waiting for! Setelah nangkring di kulkas semalem, biasanya kami makan bareng sanak famili lainnya di ruang tamu abis sholat Ied.”
“Dan rasanya itu!! Gak kemanisan! Aroma wangi cokelatnya sampe ke hidung dan krimnya meleleh di dalem mulut, jadi cake-nya nggak kering!”
“Kalau besok aku nikah, aku pengen budeku ini yang bikinin wedding cake-nya <– padahal sendirinya bisa bikin kue.”

Singkat Boleh, Panjang Pun Tidak Masalah

Ada kalanya Anda perlu bikin copywriting makanan yang singkat dan padat. Tapi yang panjang pun juga tidak kalah ampuh.

Makanan yang Anda jual boleh sederhana, tapi cerita di baliknya bisa membuat makanan Anda lebih berkesan bagi pembaca.

Beberapa hari lalu saya membaca katalog makanan ringan dari satu supermarket, dan deskripsi yang tertulis cukup singkat tapi informatif.

Merah Bulat
Dipotong dan dimakan biasa atau dijadiin Smoothie? Nggak masalah! Jus Apel nggak cuma rasanya aja yang enak, tapi juga memberi nutrisi penting bagi tubuh dengan zat besi dan kalsium. Tahu nggak, kalau jus apel yang alami itu keruh, karena nggak melalui proses penyaringan lagi setelah diolah?

Tulisan aslinya berbahasa Jerman dan tidak lebih dari 42 kata. Tapi berhasil membuat saya beralih dari jus apel yang bening berkarbonasi, jadi beli jus apel yang mereka iklankan.

Tidak ada batasan mau seberapa panjang atau pendek copywriting makanan Anda, yang penting target Anda TAKE ACTION!

Oleh karena itu dalam menentukan harga jasa copywriting, saya tidak berpatok pada harga per kata. Karena copywriting yang menjual itu bisa pendek, bisa panjang.

Tapi di Indonesia, ini masih sulit dilakukan karena kebanyakan klien masih ingin fokus pada berapa banyak kata yang mereka dapatkan, dan bukannya HASIL PENJUALAN yang mereka dapatkan dari copywriting saya.

Copywriting makanan buatan Anda bisa jadi sangat pendek, tergantung media yang Anda pakai. Misalnya untuk status WhatsApp:

“Kejutan Makan Malam Spesial dari Resto Banyu Biru” –> CTA

“Laper tapi mager” –> CTA

“Resep rahasia Belut Goreng krenyes pedes ala Warung Mas Ipo, klik disini. Kalo kamu geli-geli gimana gitu pas masak belut, pesen aja udah. –> CTA. Nggak kuat aku liat kamu motong-motong belut.”

Ajak Mereka Berinteraksi Dengan Brand Makanan Anda

Membagikan cerita biasanya mengundang orang lain untuk bercerita juga. Ini bisa meningkatkan engagement rate Anda. Selain cerita, ada juga cara lain untuk mengajak audiens berinteraksi dengan brand Anda.

Anda bisa membuat challenge untuk menaikkan interaksi dan berpotensi brand makanan Anda viral dengan copywriting. Contohnya saja:

“30 menit menuju tutup, tapi makanan masih ada. Challenge hari ini: Pesen Indomie Goreng Telur + Es Teh maksimal sampai jam 10 malam, bakalan saya anter sampe ke tempat Anda maksimal jam 10:30! Kalau telat, saya GRATISKAN!

Tentunya Anda bisa membuat syarat dan ketentuan yang lebih jelas seperti jarak maksimal pengiriman, dan Anda harus tepati janji Anda kalau terlambat, maka makanan GRATIS.

Akan ada orang baik yang memaksa membayar Anda meskipun Anda telat, dan Anda bisa menolak atau menerimanya. Saya sarankan, tolak saja. Dan saya jamin orang tersebut akan membantu usaha Anda lebih jauh lagi karena tahu Anda orang yang jujur dan berkomitmen.

Ada juga orang yang akan memanfaatkan Anda, tapi tidak perlu dipikirkan. Gunakan energi dan pikiran positif Anda pada orang-orang yang akan membantu mengembangkan bisnis makanan Anda.

Copywriting adalah Tentang Cerita di Balik Makanan Anda

Ceritakan makanan Anda di Copywriting
Ada Cerita di Balik Produk Makanan Anda dalam Copywriting
Food vector created by macrovector – www.freepik.com

Bagaimana makanan Anda membangun interaksi dan relasi dengan orang-orang yang mengkonsumsi? Kalau Anda ingat, brand Teh Sariwangi identik dengan kedekatan keluarga dan bincang hangat yang intim.

Inilah yang ingin Anda bagikan pada semua orang. Bangkitkan emosi mereka. Untuk apa biasanya mereka memesan makanan Anda? Mengapa mereka ingin mendapatkan momen istimewa melalui makanan Anda?

Misalnya makanan Anda berupa jajanan SD seperti mie lidi, telur gulung, tahu gejrot, tentunya Anda ingin membangkitkan emosi seperti waktu SD dulu.

“Jaman SD dulu uang saku cuma 500 perak, kalau beli mie lidi, cuma beli 3 biji, dimakan satu-satu pas pelajaran, kunyah pelan-pelan biar ga ketauan bu guru. Sekarang udah punya gaji sendiri, beli satu dus isi lima, tapi tetep makannya sebiji-sebiji karena memang udah kebiasaan ha ha ha”

Bagaimana Anda membuat copywriting untuk bisnis makanan Anda? Apakah sudah berhasil menjual? Tuliskan pertanyaan Anda di kolom komentar ya!

Credit Freatured Image Illustration Food vector created by macrovector – www.freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copywriting-Makanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *