Ide Copywriting Marketplace

Mencari Ide untuk Menulis Copywriting yang Emosional

Marketplace mungkin jadi pilihan Anda ketika mencari ide untuk menulis copywriting. Memang, ide kreatif tidak muncul begitu saja, tapi harus dipancing.

Apalagi jika berkaitan dengan kejar tayang deadline, Anda harus mencari ide copywriting yang maknyus.

Sebagai seorang Copywriter, Anda dan saya dituntut untuk berpikir kreatif dan berinovasi. Saya mengamini gagasan ini ketika Om Budiman Hakim, mentor saya dan teman-teman di kelas The Writers, mengemukakan ide tentang Creative Attitude.

Saya merenungkan dan melatih otak saya untuk selalu menemukan hal yang bisa dijadikan ide untuk menulis Copywriting, dan saya temukan ini di Marketplace.

Spesifiknya: Amazon!

Amazon, Marketplace, dan Copywriting

Dua hari lalu, saya membaca The Boron Letters dari Gary Halbert. Di dalam suratnya, beliau menjelaskan bahwa sebelum menulis, kita harus tahu dulu, apa sih yang dicari orang-orang?

Apa yang mereka beli?

The Boron Letters ditulis pada 1984 dan saat itu belum ada Google Analytics, Facebook Pixels, atau algoritma apapun yang bisa melacak cara orang-orang membeli.

Satu-satunya cara adalah kalau Anda punya teman seorang List Broker. Anda harus menghubungi broker ini dan menanyakan siapa-siapa membeli apa.

Anda harus mendapatkan data faktual, untuk apa orang-orang membelanjakan uang. Bukan dengan kuesioner, kuis, tanya-jawab, atau angket.

Tapi dengan data FAKTUAL!

Kenapa?

Begini, ketika orang-orang diberi pertanyaan tentang makanan seperti ini: “Mangga organik atau Mangga karbit, mana yang akan Anda beli jika Anda ke toko buah depan rumah?”

Mereka akan menjawab mangga organik. Kenapa?

Mangga
Mangga Lezat, nih

Karena mereka merasa jawaban itulah yang paling benar. Mangga organik lebih sehat dan lebih lezat. Umumnya, orang-orang akan merasa berkewajiban untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

Tapi ketika Anda benar-benar harus mengeluarkan uang untuk beli mangga, saya dan Anda pasti akan memilih mangga karbit.

Mirip ketika saya ditanya, “Aicha lebih suka baca yang mana: The Lords of The Rings atau Al-Quran?”

Saya akan menjawab Al-Quran, karena sebagai seorang muslim, sudah seharusnya saya suka baca Quran. Benar, kan? Bagaimana mungkin saya mengaku sebagai seorang muslim taat kalau baca Quran saja tidak suka?

Jawaban ini tidak faktual, tapi dipengaruhi gengsi dan emosi saja.

Bahasa Al-Quran susah dipahami dan memerlukan seorang guru agar saya bisa paham.

The Lord of The Rings? Alhamdulillah sudah khatam.

Kenapa saya jawab Al-Quran? Because it seems right! Karena jawaban tersebut ideal dan konsisten dengan pribadi saya sebagai seorang muslim.

Nah, ketika membuat copywriting, Anda ingin membangun emosi tertentu agar pembaca mengklik CTA di sales page, membuat pembaca merasa bahwa tindakannya konsisten, dan menjadikan tawaran Anda menjadi tawaran ideal.

Bagaimana Anda bisa menyusun kalimat-kalimat yang emosional dan menggugah?

Mari kita simpan dulu pertanyaan tersebut.

Kembali ke data FAKTUAL, darimana saya bisa mendapatkan data tentang apa yang dibeli orang-orang, BUKAN apa yang orang-orang KATAKAN mereka beli?

Jawabannya: Marketplace.

Kumpulan Ide Copywriting dari Amazon

Om Bezos sudah menghabiskan jutaan dollar untuk berinvestasi di Amazon, dan kita harus bisa memanfaatkannya sebagai ladang ide. Ingat? Creative Attitude!

Ide Menulis Copywriting dari Marketplace
Creative Attitude untuk Memancing Ide Menulis
Background vector created by freepik – www.freepik.com

Ketika Anda buntu dalam menulis copy dan kena sindrom Writer’s Block, buka saja Amazon dan eBay. Kalau Anda lebih suka marketplace lokal, bisa gunakan FJB Kaskus, atau Tokopedia.

Tidak terbatas itu saja, tapi hanya dua itu yang sempat saya jenguk.

Di kedua marketplace lokal tersebut, Anda bisa lihat apa yang dibeli orang-orang dan diskusi mereka.

FJB Kaskus terkenal dengan pelanggannya yang meninggalkan testimoni, review, dan rating. Hal yang sama juga bisa Anda temukan dari Tokopedia.

Tak jarang, diskusi dan ulasan bisa jadi alot dan emosional. Misalnya karena jasanya jelek atau produknya tidak sesuai iklan.

Nah, bagaimana cara kita mengumpulkan ide Copywriting dari Marketplace ini?

Amazon Penuh dengan…

Buku.

Yap. Semua jenis buku ada di Amazon. Baik dari publisher terkenal maupun indie, hampir semua buku bisa Anda temukan di Amazon.

Nah, saya ingin Anda buka amazon.com, lalu pilih kategori atau departemen buku.

Buku di Amazon adalah Gudang Ide Copywriting
Pilih kategori atau departemen buku

Selanjutnya, pilih kategori yang Anda perlukan idenya, dan lihat di bagian Best Seller.

Di bagian Best Seller inilah Anda mulai bisa panen ide dari formula-formula copywriting yang sudah terbukti berhasil mendatangkan uang.

Supaya hasil pencarian lebih spesifik, masukkan kata kunci di search bar Amazon. Kali ini, saya memasukkan kata kunci “Marriage” dan mulai memindai 25 judul teratas.

Copywriting untuk Marketplace
Salah satu hasil teratas hasil pencarian dengan kata kunci “Marriage”

Nah, dari sini. Anda cukup mengutak-atik dan mempelajari pola susunan kata untuk meramu judul. Copy-paste judul yang bikin Anda bereaksi “WOW” dan simpan di notepad.

Tidak harus 25 judul teratas. Anda bisa memindai 50 bahkan 100 judul best seller atau featured products dari Amazon.

Kalau Anda kesulitan karena judulnya berbahasa Inggris, gunakan cara ini di toko buku online manapun yang memuat kategoi buku seperti Gramedia atau Periplus (ini buku impor juga sih).

Menulis, untuk tujuan apapun, hanya tindakan menyusun 26 huruf alfabet dengan urutan tertentu dan membolak-balik kata saja.

Lalu, gimana caranya supaya Anda bisa punya gudang ide untuk menulis Copywriting?

Gudang Ide Itu Bernama Ulasan

Kalau tadi kita membahas judul, sekarang saatnya kita crafting body copy dengan membaca ulasan alias review buku-buku tadi.

Buku Best Seller dan Banyak Ulasan
Buku Best Seller dan Banyak Ulasan

Baca ulasan teratas lebih dulu karena biasanya ulasan tersebut mendapat banyak vote dari pengguna lain. Perhatikan kata-kata yang digunakan dalam ulasan, dan apa yang dibahas.

Anda akan menemukan banyak kekurangan dan kelebihan yang disebutkan oleh pembaca. Catat itu.

Ini akan memberi Anda gambaran tentang what to do and what not when writing a copy, alias apa yang harus Anda lakukan dan hindari ketika menulis copy.

Anda juga bisa memperoleh banyak ide tentang apa pandangan orang-orang tentang suatu hal. Buku best seller yang saya cantumkan gambarnya di atas mendapat review negatif yang disukai banyak orang.

Setelah Anda baca ulasan teratas, sortir lagi dengan mengklik tanda bintang ulasan agar Anda bisa membaca ulasan terbaik dan terburuk.

Ulasan Pelanggan Marketplace dalam Copywriting
Ulasan Pembaca

Perhatikan ulasan bintang 5 dan bintang 1. Copy-paste kalimat yang mempengaruhi emosi Anda di notepad yang sama.

Kenapa ulasan teratas dan terendah?

Pembaca yang memberi ulasan bintang 5 dan bintang 1 membantu Anda mencari poin positif dan negatif dari buku tersebut.

Ketika Anda menulis tentang suatu hal di copywriting, Anda bisa menyebutkan poin negatif sebagai masalah yang target hadapi, lalu jelaskan bagaimana Anda memecahkan masalah dengan poin positif.

Copywriting Emosional

Ketika Anda mengikuti panduan di atas, Anda sudah memiliki stok kalimat yang diucapkan secara nyata oleh orang-orang. Ini artinya, kalimat tersebut memiliki emosi.

Langkah selanjutnya, Anda hanya perlu menggunakan kalimat-kalimat tadi, ubah sedikit sesuai dengan konteks Anda, dan copywriting yang menggugah emosi pembaca siap diluncurkan.

Masih ingat pertanyaan di atas tadi?

Bagaimana kita membuat copywriting yang emosional?

Jawabannya sudah saya jabarkan di atas. Tapi kalau Anda ingin membaca singkat, berikut ini rangkumannya:

  1. Kunjungi Marketplace seperti Amazon, eBay, atau yang lokal seperti Gramedia.
  2. Pilih kategori Buku yang memiliki topik senada dengan copy yang ingin Anda buat.
    Misalnya saya ingin menulis copy tentang Pernikahan, maka saya masukkan kata kunci “Marriage” di Amazon.
  3. Pindai 25 sampai 100 judul teratas dan copy-paste judul yang Anda suka di notepad terpisah.
  4. Periksa ulasan (review) pembaca dan copy-paste ulasan teratas, ulasan bintang 5, dan ulasan bintang 1.
  5. Mulai buat copywriting Anda dengan kalimat-kalimat yang Anda copy-paste tadi.

Singkat, kan?

Ya, memang kelihatannya singkat. Tapi cukup menguras waktu. Berbagai ide Copywriting yang Anda dapatkan dari Marketplace bisa digunakan di mana saja.

Kalau Anda bersedia meluangkan waktu untuk riset, copywriting Anda akan lebih emosional dan powerful.

Bagaimana Anda mengumpulkan ide untuk menulis copywriting? Apakah Marketplace merupakan tempat yang tepat untuk menggali ide? Beri komentar di bawah, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ide Copywriting Marketplace

Ide Copywriting Marketplace

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *