Cara Membuat Copywriting Landing Page dengan Konversi Tinggi

Kunci landing page yang baik adalah cara Anda membuat konten di dalamnya. Dua elemen landing page yang mengkonversi adalah desain dan copywriting. Komunikasi haruslah jelas dan tepat sasaran.

Contoh Landing Page
Elemen dalam membuat landing page

Berdasarkan Marketing Sherpa, marketer membuat landing page baru untuk setiap kampanye iklan yang mereka jalankan.

Landing page berkontribusi pada penjualan produk Anda 24 jam nonstop. Jika Anda bisa membuat landing page yang persuasif dan mengedukasi pengunjung dalam waktu singkat, Anda berkesempatan closing karena mereka akan mulai meng-klik tombol beli.

Anda harus tahu cara membuat copywriting landing page yang baik. Bahkan saya berani bilang, copywriting tidak hanya penting, tapi sangat krusial.

Cara Anda berkomunikasi dengan audiens bisa menjadi magnet atau malah sebaliknya, audiens menjauh dan meninggalkan Anda.

Inilah yang mempengaruhi conversion rate dan bounce rate.

Sebenarnya, semua orang bisa menulis. Hanya saja, beberapa orang berkomunikasi lebih baik melalui percakapan face-to-face. Tugas Anda sebagai copywriter adalah mengomunikasikan hal yang sama dalam bentuk tulisan, sambil membuat pembaca merasa seolah-olah sedang berbicara dengan mereka face-to-face .

Anda tidak perlu jadi ahli untuk belajar cara membuat copywriting landing page. Cukup dengan sedikit perbaikan sana sini dan pilihan kata yang tepat bisa membuat kantong Anda penuh.

Siap kebanjiran order dari landing page?

Ikuti cara di bawah ini agar Anda berhasil membuat landing page dengan konversi maksimal.

7 Langkah Membuat Copywriting Landing Page

#1 Apa Tujuan Anda Membuat Landing Page?

Tingkat konversi landing page Anda diawali dengan goal yang ingin Anda raih. Apa yang ingin Anda hasilkan dari landing page tersebut bisa sangat mempengaruhi desain dan tulisan yang Anda buat.

Contohnya, landing page untuk menjual produk atau jasa yang bernilai tinggi (High Ticket) tentu berbeda  dengan landing page untuk membagikan e-book gratis.

Landing page untuk menjual mesin seharga 40 juta misalnya, memerlukan copywriting yang lebih panjang karena nilai yang ditawarkan oleh mesin tersebut harus bisa terjustifikasi. Anda perlu meyakinkan pembaca dan membuat konten yang persuasif.

Lain halnya ketika landing page Anda menawarkan e-book gratis dan pengunjung hanya perlu memasukkan email. Tidak perlu tulisan yang panjang karena nilai sebuah e-mail tidak terlalu besar dibandingkan dengan e-book gratis.

Kalau Anda punya lebih dari satu tujuan ketika membuat landing page, buatlah landing page berbeda. Landing page yangmemiliki terlalu banyak tujuan malah tidak bisa mengkonveri karena target pelanggan yang terlalu luas.

Tergantung tujuan konversi, Anda bisa membagi landing menjadi 2 kategori yaitu (1) Lead-generation page dan (2) Click through landing page.

  • Lead-generation page adalah landing page yang memberi pilihan opt-in pada pengunjung dan CTA untuk mendapatkan informasi pengunjung. Berikut ini adalah contoh landing page untuk menarik lead:
Jenis Landing Page Opt-in
Opt-In landing page bertujuan untuk mendapatkan lead berkualitas
  • Click-through landing page efektif digunakan untuk menyiapkan pengunjung sebelum Anda menjual sesuatu. Ketika pengunjung mengklik landing page ini, maka akan diarahkan ke halaman yang memuat informasi detail tentang produk atau jasa yang Anda jual. Berikut ini contoh click-through landing page:
Landing Page Click Through
Click Through Landing Page bertujuan untuk menghangatkan calon pembeli

Dengan satu tujuan di kepala Anda ketika menulis, akan semakin mudah menggiring pembaca untuk melakukan satu hal yang Anda inginkan. Barulah ketika mereka menunjukkan gelagat tidak tertarik, beri penawaran lainnya melalui pop-up atau arahkan ke landing page lainnya.

Pastikan Anda juga sudah menentukan audiens yang ingin Anda target. Setiap landing page yang sukses menjual produk senilai ratusan juta selalu berhasil menarik audiens yang tepat. Identifikasi sejelas-jelasnya mengenai buyer persona untuk landing page Anda. Semakin spesifik semakin baik.

Buyer Persona yang baik tidak hanya sekedar mengetahui usia dan pekerjaan, tapi juga masalah yang dihadapi, cita-cita yang ingin diraih, aktivitas, dan kegiatan yang dilakukan oleh persona.

Akan lebih baik jika Anda bisa mengenal karakter tersebut dan menggali lebih dalam mengenai primal instinct mereka dan kenali alasan mengapa buyer persona Anda mau membeli dari Anda.

Cara ini akan membantu Anda membuat landing page yang lebih tertarget sehingga meningkatkan conversion rate.

#2 Headline yang fokus pada benefit

Anda ingin menghasilkan uang dari internet dan sudah begitu banyak kompetitor yang lebih sukses dari Anda. Kalau Anda tidak tahu bagaimana bisa jadi lebih baik dari mereka (atau minimal setara) ada satu hal yang harus Anda pelajari untuk memenangkan kompetisi ini.

Belajar cara membuat headline landing page.

Kesan pertama adalah segalanya dalam dunia digital sekarang ini. Mampu menarik perhatian orang-orang yang berselancar di media sosial dan internet adalah hal paling krusial yang menentukan apakah bisnis Anda akan bertahan atau terhapus dari database internet.

Menghilang selamanya.

Salah satu faktor keberhasilan website-website besar seperti Tribun News, Mojok, Kumparan, dan sejenisnya adalah headline mereka. Mereka tahu cara membuat headline yang catchy dan menarik emosi pembaca.

Banyak pengguna internet yang tadinya tidak peduli pada mereka mulai menaruh perhatian karena judul yang mereka sematkan sangat menggugah emosi. Judul-judul yang mereka buat memiliki formula dan pola khusus.

Pendiri Copyblogger Media, Brian Clark, menyebutkan bahwa rata-rata 8 dari 10 orang akan membaca judul Anda, tapi hanya 2 dari 10 akan membaca konten Anda. Judul juga menentukan apakah konten akan dibagikan oleh ribuan pengguna media sosial atau tenggelam.

Di era super informatif sekarang ini, orang-orang biasa terlayani. Apapun yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan hanya dalam hitungan menit. Ted Nicholas salah saeorang direct-response copywriter juga beranggapan bahwa 7 dari 10 orang membuat keputusan membeli atau tidak membeli sejak mereka membaca judul.

Cara Anda membuat desain landing page juga berperan penting di sini.

Sekarang, mari kita lihat landing page yang memiliki 2 headline berbeda dengan visual pendukung berbeda. Kedua gambar berikut ini berasal dari website yang sama.

Headline pertama
Headline dengan Copywriting

Ada alasan kenapa Anda meng-klik artikel dengan judul “Lima hal yang Cuma dimengerti oleh Generasi 90-an” di jam kerja kantor. Headline-nya menarik kan?

Anda tidak perlu membuat headline yang mencatut nama artis terkenal seperti Nia Ramadani atau membuat headline ala-ala Tribun News untuk menarik perhatian. Jika headline buatan Anda menggugah emosi terutama ke-kepo-an (karena masyarakat kita sangat kepo), persuasif, fokus pada benefit, dan menarik, konten Anda sudah bisa meningkatkan engagement rate dan melakukan sesuatu di website Anda.

Fakta menyebutkan bahwa 90% pengunjung yang membaca headline Anda, juga akan membaca konten CTA. Ini artinya, Anda harus memancing mereka kalau Anda ingin mereka take action.

Ketika Anda membuat headline, perhatikan 5 point berikut ini:

  1. Jelas
  2. Kreatif
  3. Fokus pada manfaat (benefit)
  4. To the point
  5. Sesuai dengan teks Ads Anda

Misalnya jika Anda membaca headline dengan judul

“Cara Membuat Landing Page”

versus judul

“5 Cara Mudah Membuat Landing Page”, mana yang akan Anda klik?

Dalam bukunya Methods of Persuasion, Nick Kolenda mengatakan bahwa ketika Anda menyertakan kata-kata seperti “mudah, murah, cepat, instan, tercepat” dan sejenisnya, konten Anda akan mendapat perhatian lebih.

Ini karena naluri primitif manusia yang ingin segala hal jadi mudah, murah, dan cepat.

Dalam buku tersebut, Nick Kolenda juga menjelaskan bahwa meskipun cara membuat landing page yang Anda jelaskan sebenarnya tidak mudah, orang sudah akan membentuk persepsi bahwa cara yang Anda jabarkan adalah MUDAH. Ini membantu mereka membentuk persepsi lebih awal ketika membaca judul Anda.

David Ogilvy, direct-response copywritter mengatakan bahwa jika memiliki 10 jam untuk membuat sales page (seperti landing page), sebaiknya gunakan 8 jam untuk membuat judul.

Copyblogger mengatakan bahwa Anda sebaiknya membuat judul lebih dulu sebelum membuat body copy. Jika Anda sudah memiliki headline yang cocok dan persuasif, langkah selanjutnya yaitu membuat body copy akan lebih mudah.

#3 Persempit Penawaran

Kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual adalah menawarkan barang sebanyak-banyaknya dengan harapan klien memiliki banyak pilihan dan memperbesar peluang pengunjung membeli dari mereka.

Ini salah besar.

Masih dalam buku Methods of Persuassion, Nick Kolenda membuktikan bahwa dengan semakin banyak penawaran, calon pembeli akan semakin kebingungan dan enggan memilih.

Semakin banyak tawaran yang bervariasi, calon pembeli harus mendedikasikan waktu ekstra untuk memilih produk terbaik dari sekaian banyak produk. Calon pembeli adalah orang-orang yang malas dan punya masalah yang harus diselesaikan. Kalau mereka perlu mengidentifikasi pilihan, mereka akan kabur dan memilih mencari penjual lain yang menawarkan solusi untuk permasalahan mereka dengan spesifik.

Bagaimana jika produk atau jasa Anda memang terdiri dari berbagai macam produk seperti bisnis pakaian misalnya?

Kategorikan baju-baju Anda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Semisal Anda jualan gamis, beri filter bertahap. Dalam setiap filter, Nick Kolenda menyarankan untuk memberi maksimal 3 pilihan.

Filter pilihan pertama adalah fungsi gamis: apakah gamis pesta, gamis pengajian, atau gamis olahraga.

Filter pilihan kedua adalah harga: apakah dibawah 350 ribu, 350ribu – 500 ribu, atau di atas 500 ribu.

Hanya dengan dua tahap ini Anda sudah membantu pelanggan menentukan pilihan dan cara ini bisa membuat landing page Anda menkonversi lebih tinggi.

Tujuan Anda membuat landing page hanya satu: agar pengunjung melakukan aksi yang Anda inginkan, entah dengan meng-klik tombol CTA atau dengan mengisi opt-in formulir.

Ketika landing page Anda memiliki banyak pilihan, audiens Anda akan merasa tertantang untuk menemukan hal yang mereka cari.

Dan sebagian besar sudah enggan melakukannya.

“Paradoks pilihan mengungkapkan bahwa less is more. Terlalu banyak pilihan seringnya mencegah orang-orang untuk memilih.”

Kalau landing page yang Anda buat hanya memiliki satu tujuan, Anda membantu pengunjung untuk membuat keputusan yang tepat dan ini akan meningkatkan conversion rate.

Jika Anda mempromosikan lebih dari satu hal di landing page yang Anda buat, marketing Anda jadi tidak efektif. Coba jawab pertanyaan di bawah ini dan pastikan Anda jawab “Ya” untuk setiap pertanyaan:

  1. Apakah audiense saya mengerti apa yang saya bicarakan di landing page ini?
  2. Apakah desain landing page saya membantu menjelaskan tujuan saya?
  3. Apakah landing page saya fokus pada satu hal?
  4. Apakah audiens saya memerlukan solusi atau CTA lebih dari satu (kemungkinan besar tidak)?

Revisi landing page Anda dan jika ada kata-kata yang terlalu umum atau generik, buat lebih spesifik. Desain layout landing page Anda pun harus mendukung tulisan agar mudah dibaca dan tidak terlalu penuh.

Beberapa landing page untuk High Ticket memilih hanya untuk menggunakan background putih saja tanpa elemen dekorasi.

Kadang, landing page yang terlihat seperti surat bisa terasa lebih personal dan ini mendorong pembaca untuk melakukan call to action.

Tapi tidak ada salahnya untuk mempekerjakan jasa pembuatan landing page profesional yang memahami elemen marketing untuk landing page, bukan sekedar pembuat website yang mengerti pemrograman.

Pekerjakan spesialis karena mereka bisa menyelesaikan permasalahan Anda dengan spesifik. Para profesional memiliki alat dan cara yang tepat untuk membuat landing page Anda mengkonversi lebih tinggi.

#4 Gunakan Alat yang Tepat

Kalau Anda menghampiri penyedia jasa pembuatan website, mereka akan memberi Anda pilihan tema untuk website, bukan landing page. Website dan landing page adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Oleh karena itu alatnya pun berbeda.

Setiap alat diciptakan untuk tujuan masing-masing. Jika Anda menggunakan alat yang salah, maka Anda akan mendapat hasil negatif.

Ada cara untuk membuat landing page yang lebih efektif. Menggunakan alat yang tepat akan membuat tugas Anda lebih mudah dan mengurangi stress. Terutama jika Anda mendesain landing page untuk mengingkatkan konversi.

Contoh headline copywriting
Contoh landing page dengan Elementor

Anda tidak harus jadi programmer website atau menyewa programmer website untuk memiliki landing page dengan desain eye-catchy yang mendukung copywriting buatan Anda.

Contohnya saja, Elementor adalah salah satu alat terbaik untuk membuat landing page. Di dalamnya juga terdapat landing page profesional yang bisa langsung Anda pakai. Lengkap dengan optimasi untuk tujuan konversi. Saya sendiri memakai Elementor.

Elementor menggunakan sistem drag and drop untuk menyusun desain dan layout landing page sesuai keinginan Anda. Elementor juga terintegrasi dengan alat marketing lainnya yang mendukung konversi seperti Mailchimp, WooCommerce, Hubspot, Facebook, dan Salesforce.

Di dunia digital yang serba cepat, Anda harus membuat proses jualan Anda terotomatisasi. Sebagai contoh, autoresponder adalah hal yang harus Anda miliki. Autoresponder membantu Anda menangkap, terhubung, dan berkomunikasi dengan audiens Anda, meskipun Anda sedang liburan dan tidak bekerja.

Oleh karena itu, pilih alat tepat untuk membuat landing page dan permudah pekerjaan Anda.

#5 Gunakan Visual dan Desain yang Relevan

Visual bisa berpengaruh signifikan karena otak memproses gambar lebih cepat daripada teks. Oleh karena itu elemen visual dan desain adalah hal yang akan dinilai pertama kali oleh pengnjung landing page Anda.

Ilustrasi, gambar produk, desain grafis, screenshot, foto, atau video akan dinilai oleh pengunjung dan pastikan Anda hanya menggunakan gambar landing page dengan kualitasbaik.

Gambar visual membantu pengunjung untuk membentuk emosi. Video yang Anda gunakan dalam landing bisa meningkatkan konversi hingga 86 persen.

Video memang sangat persuasif dan bisa membuat pengunjung berada di landing page Anda lebih lama, meningkatkan kepercayaan brand, dan memberi Anda brand voice. Anda juga bisa menunjukkan pengunjung bagaimana cara menggunakan produk melalui video.

Chris Haddad menggunakan Video Sales Letter untuk menjual produknya karena di video, Anda bisa mengatur bagaimana pengunjung melihat konten Anda. Melalui teks, pengunjung bisa scroll ke atas dan ke bawah, lalu kembali ke atas. Urutan mereka membaca umumnya tidak teratur dari atas ke bawah.

Apalagi, untuk konsumen Indonesia, umumnya mereka akan scroll melihat harga terlebih dahulu. Kalau sudah terlalu mahal, mereka bahkan tidak akan mau membaca seluruh teks.

Dengan Video, Anda bisa mengatur apa yang akan pengunjung lihat dan Anda bisa merunut hal yang akan mereka lihat di video.

Sudah jadi rahasia umum bahwa pengguna internet lebih menyukai video daripada teks yang panjang. Beri yang mereka inginkan dan masukkan elemen video ketika Anda membuat landing page.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa respon audiens akan berbeda-beda terhadap visual Anda. Mungkin satu grup lebih suka video sedangkan satu lagi lebih menyukai teks. Tapi apapun yang Anda pilih, desain visual Anda harus relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Gunakan desain yang kontras dengan teks. Jangan membuat landing page yang susah dibaca dan font yang terlalu kecil atau terlalu besar. Kalau bisa, gunakan warna yang sudah jadi ciri khas brand Anda. Ini akan membuat pengunjung secara otomatis mengenali brand Anda.

#6 Gunakan Angka

Angka adalah elemen yang akan membuat landing page Anda lebih menonjol dibanding lainnya. Ketika Anda menyematkan statistik, pembaca akan lebih tertarik untuk memperhatikan konten Anda.

Kenapa?

Pertama, otak Anda tertarik pada angka karena otak akan menyimpan informasi angka ke dalam susunan logis.

Selain itu, menggunakan angka akan menghemat jumlah kata, membuat landing page Anda lebih mudah di-scan oleh pengunjung dan memutuskan apakah mereka akan meneruskan membaca atau tidak.

Daripada Anda mengisi landing page dengan sales copy yang panjang, gunakan angka untuk memberikan fakta yang sulit ditolak karena otak Anda merespon statistik dengan baik.

Menggunakan nilai uang juga bisa membuat orang-orang merasa lebih senang dan dengan cara ini, mereka akan mengasosiasikan produk Anda dengan perasaan bahagia.

#7 Perbaiki Tata Bahasa

Tata bahasa yang buruk membuat bisnis Anda tidak kredibel dan kurang dipercayai. Jika menyangkut copywriting, perhatian pada detail adalah hal paling krusial, terutama ketika membuat landing page.

Anda ingin mengomunikasikan brand value Anda kepada audiens supaya mereka melakukan aksi, tapi mereka tidak akan bergerak kalau Anda terlihat amatir.

Neil Patel menjelaskan kenapa tata bahasa yang buruk adalah pembunuh diam-diam:

Tulisan yang seperti bercakap-cakap adalah cara paling mudah untuk membuat konten yang bermanfaat dan bisa menarik perhatian. Kadang, boleh saja mengabaikan aturan kalau menghasilkan copy dengan alur baik dan masuk akal. Tapi ada kesalahan tata bahasa yang harus Anda hindari apapun caranya.

Neil Patel

Gunakan langkah ekstra dengan menyewa copyeditor profesional atau setidaknya, miliki tim yang berkolaborasi untuk mereview tulisan landing page Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *