Ilmu menulis persuasi dan psikologi sering kali berdampingan. Copywriting NLP bertujuan untuk membuat copy yang berhasil mempengaruhi pembaca, agar Anda berhasil mencapai setiap goal yang Anda inginkan. Teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP) banyak digunakan oleh profesional ketika menulis copy.

Teknik Copywriting NLP
Neuro-Linguistic Programming dalam Copywriting

Sebagai copywriter, mempengaruhi seseorang melalui tulisan adalah job description nomor satu. Anda pasti pernah membaca buku yang mengaduk-aduk perasaan. Bahkan mungkin, turut merasakan apa yang Anda baca, hingga menitikkan air mata, menjadi bersemangat, atau ikutan marah.

Ilmu persuasi dan ilmu copywriting berkaitan erat dengan ilmu psikologi. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan cara penggunaannya dalam ilmu penulisan iklan. Menariknya, tanpa sadar ternyata kita sudah menggunakan teknik NLP dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi tidak semua orang bisa menuangkannya dalam tulisan.

Berikut ini cara Anda bisa meningkatkan teknik menulis copywriting dengan mempelajari Neuro-Linguistic Programming yang bisa mengaduk-aduk perasaan pembaca sekarang dan bikin nagih!

NLP #1 – Kesan Pertama

Kesan pertama adalah hal yang harus Anda perhatikan karena Anda hanya punya satu kali kesempatan untuk memukau audiens Anda. Suka tidak suka, kesan pertama memiliki peranan psikologis yang signifikan.

Perhatikan contoh berikut ini:
Anda bertemu dengan Ali, seseorang yang sangat ramah di suatu pertemuan. Lalu, Anda diminta untuk menggalang dana bagi korban gempa. Anda akan menghubungi Ali karena Anda pikir, Ali akan menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu korban gempa. 

Kenyataanya, tidak ada korelasi yang jelas antara keramahan dan memberi sedekah. Tapi tetap saja, karena sikap Ali yang ramah, Anda terkena efek kesan pertama yang memberi asumsi bahwa sikap ramah dan sikap murah hati ada dalam diri Ali.

Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa jika Ali adalah orang yang baik dalam satu hal (beramah-tamah), maka Ali juga memiliki sisi positif yang lain (suka bersedekah).

Dalam copywriting, Anda bisa mengimplementasi teknik pertama ini dengan cara menuliskan tujuan yang ingin diraih oleh pembaca. Untuk bisa menggunakan teknik NLP ini, Anda harus mengetahui Persona pembaca Anda.

Aplikasikan teknik ini ketika membuat headline copywriting karena tajuk adalah kesan pertama yang akan ditangkap pembaca.

Contoh:
“Ini dia cara meningkatkan kemampuan menulis Anda dengan NLP dan menciptakan copy seperti copywriter profesional.”

NLP #2 – Bangkitkan Indera Pembaca

Salah satu dari sekian prinsip utama copywriting adalah “show, don’t tell”. Dengan menggunakan tulisan yang merangsang kelima indera pembaca, Anda mampu menarik pembaca masuk ke dunia Anda. 

Meskipun kebanyakan teknik ini digunakan ketika menulis novel, pertimbangkan untuk menggunakan NLP pada tulisan Anda berikutnya. Sebagai copywriter, Anda dituntut untuk punya banyak ide dan menggunakan teknik storytelling yang berkaitan erat dengan menulis cerita. 

Gunakan kata-kata yang merangsang kelima indera pembaca seperti penjabaran berikut ini.

a) Penglihatan

Salah satu indera yang paling sering digunakan ketika menulis adalah penglihatan. Secara alamiah, Anda akan menulis apa yang Anda lihat dan melihat apa yang Anda tulis.

Contoh:
“Warna hijau segar dedaunan di pucuk pohon melengkung seolah melindungi semak-semak di bawahnya, turun hingga ke sungai.”

b) Pendengaran

Kata-kata seperti kencang, lembut, bisikan, berteriak, dan marah adalah kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan suara. Sekarang, saatnya Anda pertimbangkan untuk menggunakan kata-kata baru yang terasa lebih personal.

Contoh:
“Hamparan ayat-ayat suci di hadapannya berbisik seperti seorang kekasih, membuatnya tenang dan kembali berharap.”

Contoh:
“Ingatannya akan hukuman pedih karena mencuri terbayang di benakku. Ayat-ayat ancaman itu menyala merah, meneriakkan berhenti, berhenti, berhenti sekarang, hingga aku urungkan niat tercela itu.”

c) Penciuman

Indera penciuman adalah indera yang unik karena penciuman tiap orang berbeda-beda. Apa yang menurut saya berbau tidak sedap, mungkin tidak akan menggangu Anda sedikitpun.

Teknik NLP merangsang penciuman dengan tulisan yang mendalam dan detail.

Contoh:
“Bau menyengat di sepanjang lorong sepi menuju Baker Street menyerang hidungnya, seperti ada sesuatu yang menyeramkan berhembus dari ujung kegelapan.”

d) Peraba

Benda-benda di sekitar yang bisa Anda pegang dan rasakan tidak hanya sekitar tekstur dan temperatur. Seperti indera lainnya, NLP membuat indera peraba menjadi lebih personal.

Contoh:
“Ketika aku menyusurkan ujung jemariku pada tangannya, aku merasakan kulit kasar dan tebal yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan peluhnya lah yang bisa menghidupiku dan anak-anak hingga saat ini.”

e) Perasa

Hal yang paling sulit dituangkan dalam lukisan adalah rasa. Anda pasti tahu rasa Bakso ketika saya bilang “rasanya seperti Bakso”. Tapi, bagaimana cara menciptakan sesuatu yang unik dengan indera perasa?

Rasa lebih dari sekedar interpretasi otak dari indera pengecap. Rasa adalah campuran dari tekstur, bau, dan penglihatan, dicampur jadi satu.

Contoh:
“Makan keju buatan pabrik ini rasanya seperti minum air dari wadah plastik yang belum dicuci.”

Tentu saja Anda bisa menggunakan metafora atau perumpamaan seperti di bawah ini.

Contoh:
“Seperti segelas cokelat panas di pagi hari musim dingin, sup ini membuatku tenang dan relaks.”

Nah, dalam copywriting, Anda bisa menciptakan tulisan yang merangsang indera-indera tersebut, ditambah dengan rangsangan perasaan (feeling). Dalam NLP, ini disebut sistem representasi dan sub-modalities.

Contoh:
“Nah, apa Anda dengar suara mesin ATM yang mencairkan uang Anda?”
“Anda bisa lihat perbedaan antara copywriting dengan content writing.”

NLP #3 – Keluar dari Rutinitas

Bagi orang-orang yang sibuk dan secara rutin memeriksa kotak masuk email mereka, headline yang biasa saja tidak akan menarik perhatian. Untuk bisa stand out in the crowd, Anda harus mendorong orang-orang sibuk tersebut keluar dari rutinitas.

Bagaimana caranya?

Gunakan kata-kata yang langsung menarik perhatian pembaca dengan kejutan atau langsung sebutkan manfaat di judul. Kenali caranya dengan menggunakan teknik pattern interrupt.

a) Pattern Interrupt

Dalam NLP, hal ini disebut pattern interrupt atau interupsi pola. Teknik ini bertujuan untuk menganggu rutinitas seseorang, kebiasaan berpikir atau perilaku.

Perhatikan contoh di bawah ini untuk memahami interupsi pola.

Anda berkendara dengan sepeda motor menuju tempat kerja di pagi hari dan selalu mengambil rute berkendara yang sama dari rumah menuju kantor. Kita terkondisi untuk mengulangi suatu pekerjaan dengan cara yang sama, setiap waktu.

Menariknya, Anda tidak perlu berpikir ketika menyetir. Anda berada dalam kondisi auto-pilot sementara pikiran Anda membayangkan liburan ke Bali dengan pujaan hati, menikmati matahari terbenam di Pantai Kuta.

Anda terus menyetir sambil membayangkan indahnya suasa di tepi pantai, dengan pelayan yang membawakan Anda dan pasangan minuman segar dan bersiap untuk makan malam ro…

BRUK!

Tepat di hadapan Anda, ada pohon tumbang di tengah jalan, menghalangi Anda untuk lewat. Anda merasakan jemari Anda menarik tuas rem dengan kuat dan motor Anda oleng.

Selama beberapa menit, Anda tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang Anda lakukan.

Dalam situasi tersebut, pikiran bawah sadar Anda tidak tahu bagaimana Anda harus merespon situasi ini. Pikiran bawah sadar Anda menunggu instruksi, baik dari pikiran sadar Anda sendiri, atau dari seseorang yang sadar.

b) Pattern Interrupt dalam Copywriting

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik NLP ini dengan menulis judul yang langsung menarik perhatian pembaca tanpa bertele-tele. Listicle (List-Article) sangat populer karena mereka menjelaskan manfaat di bagian judul dengan gamblang. Plus, rasa penasaran yang dihasilkan.

Anda tentu familiar dengan model-model judul seperti ini: “7 Kesalahan Menulis yang Paling Sering Kamu Lakukan. Nomor 3 Masih Jadi Debat.”

Contoh:
“Kamu Nggak Bakal Ngira Kalau Pekerjaan Ini Ternyata Menghasilkan”
“Teknik NLP Ini Akan Membuat Tulisan Anda Seperti Profesional”

NLP #4 – Katakan Maksud Anda

Dalam copywriting, Anda diharuskan menulis dengan jelas dan gamblang. Tidak ada tempat bagi copywriter yang bertele-tele dalam menulis. Copywriter yang baik pasti menciptakan copywriting yang to the point.

Atensi pembaca sudah cukup rendah. Jika ditambah dengan konten tulisan yang berputar-putar, pembaca akan menutup halaman tulisan Anda dan beralih ke hal lain yang lebih bermanfaat.

Bagaimana Anda bisa mengaplikasikan teknik NLP ini?

Dalam NLP, hal ini disebut complex equivalence dan menurut NLP World dapat Anda aplikasikan dengan:

  1. Mengaitkan maksud Anda dengan satu hal spesifik, dan
  2. Ketika 2 pernyataan (satu bersifat tindakan, dan satu bersifat kemampuan) dianggap memiliki maksud yang sama.

Samakan fitur dan manfaat, atau satu hal dan hal lainnya.

Contoh:
“Membaca Artikel Ini Akan Membuat Anda Sadar Tentang Bahaya Reaktor Nuklir”.

NLP #5 – Jelaskan Secara Abstrak atau Konkrit

Ketika menulis konten, pastikan Anda membuat konten tersebut dalam beberapa bagian agar mudah dicerna. Dalam NLP, Anda bisa memilih 2 pendekatan. Pendekatan pertama, Anda menjelaskan manfaat dengan abstrak. Pendekatan kedua, Anda menjelaskan manfaat secara konkrit.

Ketika menjelaskan secara abstrak, Anda menyerahkan manfaat kepada imajinasi pembaca. Ketika mendeskripsikan manfaat secara mendetail dan konkrit, Anda memberikan tepat apa yang pembaca butuhkan.

Anda juga bisa menggunakan metafora ketika menulis menggunakan teknik NLP ini.

Contoh abstrak:
“Metode Melek Finansial yang Bisa Memberi Anda Hidup yang Anda Inginkan”

Contoh konkrit:
“Cara Menggunakan WordPress untuk Membuat Toko Online”

Contoh metafora:
“5 Produk Terbaik sebagai Buah Tangan”

Kesimpulan

Siapapun Anda, apapun yang Anda lakukan, Neuro-Linguistic Programming (NLP) atau Pemrograman Neuro-Linguistik dapat membantu Anda dengan efektif. NLP digunakan oleh banyak profesional di berbagai bidang seperti bisnis, olahraga, seni, marketing, kesehatan, edukasi, dan politik.

Pebisnis profesional menggunakan NLP secara komersial untuk meraih tujuan seperti meningkatkan produktivitas dan mendorong penjualan. Sekarang, saatnya Anda menggunakan NLP dalam menciptakan copywriting yang mematikan.

Seperti biasa, Anda diminta untuk terus berlatih dan menulis NLP sesering mungkin. Karena semua profesional berawal dari pemula yang tidak menyerah, terus belajar, dan terus menulis.

1 Komentar pada “5 Tips Menulis Copywriting dengan NLP (Neuro-Linguistic Programming) – Bagian #1”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *