Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2

Aicha Mahavikri

Aicha Mahavikri

Copywriter & SEO Practitionaire
NLP Copywriting dalam Membuat Iklan

Bagikan artikel ini & sebarkan ilmu bermanfaat

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

NLP atau Neuro-Linguistic Programming banyak digunakan dalam bisnis, penjualan, dan internet marketing, terutama copywriting. Metode NLP banyak diterapkan dalam direct-response copywriting, content-writing, halaman website, atau blog.

NLP Copywriting dalam Membuat Iklan
Copywriting menggunakan prinsip NLP yang membuat setiap tulisan memiliki tujuan

Siapapun Anda dan apapun yang Anda lakukan, NLP bisa meningkatkan performa Anda di berbagai bidang. Termasuk bisnis, marketing, pendidikan, politik, seni, dan bidang lainnya yang melibatkan interaksi sesama manusia.

Memiliki kemampuan NLP dapat membantu karir Anda menanjak.

Dalam bidang personal development, NLP banyak digunakan oleh coach untuk membantu mengatasi masalah pribadi atau membantu satu kelompok untuk meraih tujuan.

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang NLP untuk copywriting bagian pertama. Lima trik copywriting NLP sebelumnya bisa Anda pelajari dan praktekkan terlebih dulu. Setelahnya, Anda bisa mempelajari lima trik berikutnya.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

NLP #6 – Copywriting Menanamkan Perintah

Teknik NLP ke-enam adalah embedded commands atau perintah tertanam, yaitu perintah yang terdapat dalam satu kalimat panjang yang ditandai dengan suara, intonasi bicara, atau isyarat tubuh.

Embedded commands termasuk salah satu teknik NLP yang paling populer. Teknik ini memuat kalimat langsung yang bersifat deklaratif, dan memberitahu pembaca apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipikirkan.

Menariknya, kata perintah tersebut tidak terlihat secara langsung. Dengan kata lain, kata perintah tersebut tersembunyi di dalam kalimat.

Struktur kalimat embedded commands menyampaikan “pesan rahasia” ke dalam pikiran bawah sadar pembaca secara halus.

Contoh:
“Jangan pikirkan tentang kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga ibu.”

Saya jamin, saat ini, Anda pasti sedang memikirkan kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga.

Contoh:
“Kalau suka baca, kamu pasti punya segudang ilmu yang teman-teman kamu nggak tahu. Kamu setuju, nggak?.”

Dalam kalimat contoh di atas, pesan tersembunyinya adalah alam bawah sadar Anda yang menjawab “Setuju!”

Berikut ini adalah contoh NLP untuk menanamkan perintah ke lawan bicara atau pembacara yang bisa Anda coba. Saya dan suami sering sekali menggunakan teknik ini pada satu sama lain dan berakhir dengan kalimat “I see what you did there” dan sama-sama tertawa.

Nah, coba Anda identifikasi, pesan rahasia apa yang ingin disampaikan dalam kalimat di bawah ini.

Contoh:
1) “Sayang, ingat nggak? Waktu Mama mau dateng, kita bersih-bersih dapur sampai mengilap.”
2) “Kira-kira nyuci baju berapa lama, ya? Coba cek, yuk. Seberapa lama, sih?”
3) “Terus, temen aku beliin istrinya cincin yang ada motif hatinya. Cantik banget, deh!”
4) “Habis itu, Mama bilang ke Mas Andri, aku traktir makan siang di restoran aja.”

Silakan Anda tebak pesan tersirat yang ada di masing-masing kalimat di atas. Jika sudah, jawabannya ada di kalimat berikut ini.

Pesan rahasia kalimat pertama adalah ayo bersih-bersih dapur. Pada kalimat kedua, pesan rahasianya berupa cuci baju. Pada kalimat ketiga, beliin aku cincin juga, dong. Sedangkan pada kalimat terakhir, traktir makan siang.

Dalam percakapan, Anda bisa bermain-main dengan gestur tubuh, intonasi bicara, dan kapan berhenti dalam kalimat.

Lalu, bagaimana menggunakan teknik ini dalam penulisan copywriting?

Penggunaan NLP Embedded Commands dalam Copywriting

Mengaplikasikan teknik NLP ini dalam penulisan seperti copywriting, content writing, atau blog sama sekali tidak sulit.

Pada bagian kalimat yang menjadi embedded commands, Anda bisa membuat kata-kata tersebut berbeda. Caranya dengan memperbesar ukuran font, perbedaan spasi, warna, cetak miring, huruf kapital, garis bawah, cetak tebal, apa saja!

Contoh:
“Jika Anda subscribe ke blog ini, Anda akan mendapatkan rahasia-rahasia ampuh dan jurus-jurus terbaru tentang marketing dan copywriting.”

Buat embedded commands Anda menarik perhatian dengan berbagai cara yang Anda punya.

Penggunaan teknik ini adalah salah satu penyebab kenapa tulisan copywriting tidak selalu bisa mengikuti PUEBI.

Karena tujuan copywriting adalah aksi yang berujung pada sales dan mendatangkan profit.

NLP #7 – Pacing and Leading

Pacing and Leading umum digunakan sebagai metode untuk membangun keakraban. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bisa menggunakan teknik ini dengan tepat.

Teknik NLP Pacing and Leading ini dimulai dengan menyamakan langkah Anda dengan lawan bicara. Selanjutnya, Anda membangun keakraban dan hubungan dengannya. Di bawah ini adalah cara Anda menerapkan pacing and leading.

  • Mirroring: Meniru fisiologi, gestur tubuh, dan aksi yang lawan bicara lakukan
  • Matching: Meniru aksi lawan bicara secara tidak langsung
  • Paraphrasing: Ucapkan kembali kalimat yang lawan bicara ucapkan, tapi dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Parroting: Mengulangi kalimat lawan bicara.
  • Agreeing: Menunjukkan bahwa Anda memiliki pemikiran yang sama dengan lawan bicara.
  • Similarity: Menunjukkan bahwa Anda dan lawan bicara memiliki kemiripan dalam satu-dua hal.
  • Truth: Menyatakan hal yang saat itu memang benar dan tidak bisa dibantah.

Kemudian, setelah lawan bicara merasa bahwa Anda “sejalur” dengan mereka, Anda bisa memimpin (leading) mereka kemanapun Anda inginkan.

Bisa saja Anda memimpin mereka untuk pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu. Tapi biasanya, tujuan yang ingin dicapai adalah proses berpikir dan kata-kata yang keluar dari lawan bicara Anda, agar mereka mendengarkan apa yang Anda katakan dan berubah pikiran.

Contoh:
“Iya, kamu bener. Kita harus pindah kontrakan. Nah, kira-kira kita pindah ke mana yang lebih praktis? Menurutku, sih, kita perlu tinggal di daerah yang nggak jauh-jauh banget. Sekitar 20 menitan kalau kemana-mana.”

“Terima kasih sudah menghubungi saya malam ini. Saya yakin, Anda pasti punya banyak pertanyaan. Saya juga dulu pernah di situasi yang sama, dan saya di sini ingin membantu Anda. Mari kita duduk dan pelajari situasinya.”

“Sama, lah. Aku sama kamu. Aku juga kaget. Tapi coba, deh. Kita udah lama nggak ketemu. Emang ide bagus, sih, kalau kita main lebih sering. Kamu hari Sabtu besok ngapain?”

Teknik NLP ke-tujuh ini tentunya lebih mudah diaplikasikan dalam copywriting. Saya yakin, Anda sering menemukan teknik pacing and leading dalam direct-response copywriting yang biasanya cukup panjang.

Penggunaan NLP Pacing and Leading dalam Copywriting

Pacing and leading bisa diterapkan dalam copywriting yang singkat, namun memiliki pendekatan yang sedikit berbeda.

Ketika menggunakan teknik NLP pacing and leading dalam copywriting, tujuan Anda adalah membangun hubungan dengan pembaca dengan mengikuti waktu, proses berpikir, dan fakta atau ekspektasi masa depan.

Contoh:
“Ketika Anda membaca ini, bayangkan cucu-cucu Anda bermain di kolam renang. Mereka melompat ke kolam renang dan bermain seluncur dengan bahagia. Dan saat itu, Anda akan bersyukur bahwa Anda merawat kesehatan dengan sangat baik hingga bisa merasakan kebahagian mereka di usia yang tak lagi muda.”

“Anda lihat iklan ini, meng-klik dan mengunjungi website ini, dan ini adalah langkah final sebelum Anda menginjakkan kaki dan berdiri di pasir pantai dengan deru ombak dan angin tropis yang sejuk.”

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

NLP #8 – Ciptakan Gambaran

Teknik Neuro-Linguistic Programming satu ini sudah banyak dipraktekkan oleh praktisi pemasaran. Selain karena cara kerjanya yang tepat sasaran, gambar atau ilustrasi memang lebih mudah menarik perhatian daripada tulisan.

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik ini untuk menggambarkan dengan gambar atau ilustrasi mengenai apa yang akan mereka dapatkan setelah mereka menggunakan produk atau jasa Anda.

Contoh paling mudah adalah iklan produk peninggi badan, pelangsing badan, pemutih muka, dan berbagai produk yang umumnya berkaitan dengan visual seseorang.

Eh, tapi jangan salah. Anda juga bisa menggunakan teknik satu ini untuk layanan jasa pembuatan website misanya.

Anda bisa menyandingkan dua gambar sebelum dan sesudah menggunakan jasa website Anda.

Mudah, ya?

NLP #9 – Menggunakan Tokoh sebagai Referensi

Teknik NLP ini juga sudah banyak digunakan baik dalam copywriting atau strategi pemasaran di berbagai media.

Umumnya, tokoh diwujudkan dalam bentuk brand ambassador. Anda tentu pernah melihat tokoh yang berada di niche yang Anda geluti menjadi brand ambassador suatu merek.

Bentuk polesan yang lebih halus adalah dengan product placement di film atau sinetron. Anda bisa menemukan teknik ini dengan mudah di berbagai sinetron Indonesia seperti Tukang Ojek Pengkolan atau film animasi luar seperti Ralph Breaks the Internet.

Dalam penulisan, Anda bisa menggunakan teknik ini untuk hal serius atau lucu-lucuan.

Contoh:
1) “Lakukan apa yang Jackie Chan lakukan… Minum satu gelas air setiap pagi.”
2) “Lee Min Ho (tidak) pernah Laundry di sini.”
3) “Membaca blog Wordpixels Creative adalah kegiatan saya setiap pagi. – J. R.R. Tolkien”

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

NLP #10 – Generalisasi

Kalau Anda sudah lama menulis, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi apa itu generalisasi.

Dalam NLP, generalisasi dikenal karena menggunakan kata-kata seperti semua, tidak pernah, selalu, semua orang, dan tidak ada atau tidak seorangpun.

Contoh yang sering Anda dengar misalnya, “semua politikus itu jahat”, “cewek nggak bisa nyetir”, “orang Jogja lemah lembut.”

Ketika menggunakan teknik NLP ini dalam copywriting, Anda dituntut untuk menggunakan generalisasi, lalu membuat pembaca yang kebetulan membaca copy Anda merasa spesial.

Contoh:
1) “Kesalahan Blogger Pemula. Jangan jadi seperti mereka!”
2) “Semua orang ingin menjadi copywriter tanpa memahami 5 hal penting ini.”
3) “Tidak ada teknik copywriting yang lebih mematikan daripada ini. Segera pelajari agar Anda menjadi profesional.”

NLP Copywriting Memerlukan Waktu

Neuro-Linguistic Programming digunakan sebagai keahlian pelengkap yang mendorong banyak orang agar menjadi sukses seperti sekarang. Tidak ada salahnya mempelajari NLP untuk mempertajam keahlian copywriting Anda.

Memang, tidak ada jalan pintas untuk menjadi copywriter handal yang mampu menghasilkan sales ratusan juta rupiah dengan satu winning copy. Mempelajari NLP bisa menjadi aset Anda di masa depan. Bahkan ketika Anda sudah tidak menulis, keahlian NLP bisa Anda alihkan untuk pekerjaan lain selain copywriting.

Artikel ini mengakhiri topik bahasan tentang Neuro-Linguistic Programming (NLP) bagian ke-dua dan penerapannya dalam copywriting. Tapi tanpa saya sebutkan, sebenarnya akan ada banyak artikel di masa depan mengenai copywriting yang sebenarnya berkaitan dengan NLP.

Jangan terpaku dengan istilah. Selama ilmu yang Anda peroleh mampu memberikan manfaat bagi Anda dan orang lain, lakukan dan praktekkan saja.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

1 Komentar pada “Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pelajari ilmu Lainnya

Belajar Copywriting

7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Jika Anda memutuskan untuk belajar copywriting, Anda sudah selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Panduan copywriting dengan contoh ini saya tulis untuk membantu Anda membuat copywriting selangkah demi selangkah.