Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategy

Kalau diibaratkan, perbedaan content writing dan copywriting tidak sejauh apple dan jeruk. Perbedaan keduanya lebih seperti jeruk nipis dan jeruk limau. Meskipun content writing dan copywriting memiliki peran berbeda, keduanya saling melengkapi dan umumnya dijembatani oleh content strategist. 

Menulis Copywriting
Apa saja perbedaan content writer, copywriter, dan content strategist?

Bagi Anda yang baru terjun di bidang penulisan mungkin masih belum terlalu memahami perbedaan istilah yang ada. Misalnya, Anda masih bertanya-tanya, apa sih perbedaan content writing, copywriting, dan content strategist?

“Bukankah content writing dan copywriting sama saja?”

Kebanyakan orang mencampuradukkan peran content writer dan copywriter. Malahan, beberapa copywriter mendapat pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh content writer, dan sebaliknya.

Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan antara ketiga profesi ini karena masing-masing content writer dan copywriter memiliki tantangan dan hambatan yang unik. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari perbedaan ketiganya.

Tujuan Menulis

Perbedaan mencolok antara copywriting dan content writing adalah tujuan menulis yang ada dalam pikiran penulisnya. Tujuan copywriting adalah memberikan penawaran pada target pasar yang berujung pada penjualan. Content writing bertujuan untuk memberikan informasi, mengedukasi, dan menghibur target pasar.

Apa tujuan copywriting?

Copywriter menulis copy sebagai langkah persuasi bisnis dengan menggunakan kata-kata dan bahasa untuk meyakinkan pembaca agar segera melakukan aksi, entah itu membeli produk yang ditawarkan, mengunduh e-book, atau berinteraksi dengan brand.

Copywriting disebut juga sales writing karena umumnya digunakan di bidang periklanan, sales copy, email, iklan poster, digital ads, brosur, dan landing page.

Berbeda dengan content writing, copywriting menggunakan bahasa percakapan yang luwes, interaktif, dan sedikit memaksa dengan cara yang halus. Sebagai copywriter, Anda bisa memfokuskan diri untuk menulis deskripsi produk, SEO copywriting, atau direct response advertising.

Kalau Anda ingin menjadi copywriter dengan bayaran tinggi, fokuslah pada satu jenis industri yang spesifik. Pengetahuan Anda tentang industri tersebut sudah sangat mahal, ditambah dengan kemampuan Anda menulis copywriting, Anda bisa meraup jutaan rupiah plus royalti untuk satu kali menulis..

Apa tujuan content writing?

Content writing adalah seni membuat konten yang mengedukasi, menghibur, dan memberi informasi. Dalam menulis content writing, Anda harus memiliki tujuan yang jelas di antara tiga tujuan tersebut. Content writing yang Anda tulis harus mewakili brand voice, mudah dibaca, ditonton, atau didengar.

Kualitas editorial content writing adalah fokus yang harus Anda perhatikan. Bagi beberapa brand dan publisher yang menggunakan data sebagai pondasi, content marketing adalah strategi bisnis perusahaan untuk menarik pasar dan calon pelanggan.

Content writer umumnya berpengalaman dalam strategi pemasaran online dan mampu membuat banyak konten untuk berbagai kanal seperti website, blog, media sosial, dan email. Konten yang mereka buat biasanya bertujuan untuk mempererat hubungan pembaca dan brand.

Persamaan Copywriting dan Content Writing

Meskipun tujuan penulisan copywriting dan content writing berbeda, keduanya memiliki tujuan akhir yang sama. Copywriting dan content writing sama-sama berusaha mengkonversi pembaca menjadi pembeli, atau minimal, lead.

Persamaan kedua, copywriting dan content writing harus ditulis dengan baik. Seperti apa penulisan yang baik? Nah, kalau itu, tergantung dengan brand Anda. Apa yang menurut satu brand bagus, belum tentu bagus untuk brand Anda .

Salah-salah malah brand Anda akan menanggung akibat buruk dari penulisan yang tidak cocok.

Tulisan berkualitas tinggi ditentukan oleh kemampuan penulis untuk berinteraksi dengan pembaca melalui tulisan, dan cara yang penulis gunakan agar pembaca terus membaca sampai selesai.

Pekerjaan Copywriter dan Content Writer Berbeda

Copywriter menulis copy dan content writer menulis konten. Seorang copywriter adalah profesional yang membuat materi iklan, sedangkan content writer adalah siapa saja yang membuat konten. Deskripsi pekerjaan keduanya berbeda dan Anda akan memahaminya setelah ini.

Copywriter Profesional

Seorang copywriter profesional mendedikasikan pekerjaannya untuk menulis copy. Copy adalah tulisan iklan yang dibuat oleh copywriter. Bentuknya bisa macam-macam. Intinya, copywriter menulis materi iklan dan marketing dengan melibatkan persuasi dan psikologi penjualan.

Content Writer

Nah, content writer bisa jadi siapa saja. Anda tidak harus menjadi penulis profesional untuk bisa membuat konten. Siapapun bisa menulis, termasuk para ahli di bidang masing-masing, eksekutif muda, penulis, blogger, arsitek, programmer, CEO, perusahaan, dan lain sebagainya. Content writer terbaik pasti mengerti seni membuat konten berkualitas.

Macam-macam Tulisan Content dan Copywriting

Sekarang, Anda mengerti perbedaan antara copywriting dan content writing. Copywriter membuat materi iklan, content writer menulis konten. Tapi, konten dan materi iklan seperti apa yang mereka buat?

Dulu, copywriting terbatas hanya pada pembuatan materi iklan saja. Tapi internet mengubah lingkup pekerjaan copywriter jauh dari sekedar membuat slogan-slogan lucu. Sekarang, copywriter menulis:

  • Iklan online dan offline
  • Slogan dan moto
  • Konten website
  • Konten SEO
  • Email marketing
  • Iklan komersial di TV atau radio
  • Video script
  • Press release
  • Katalog
  • Spanduk dan baliho
  • Brosur
  • Flyer
  • Sales letters
  • Direct mail letters
  • Jingle lyrics
  • Media sosial

Sekarang ini, peran copywriter memang bertumpukkan dengan content writer dan technical writer, tapi intinya sama. Yaitu menjual ide-ide tulisan Anda sebagai bagian dari kampanye iklan yang dijalankan perusahaan.

Sama seperti copywriter, content writer bisa menulis konten-konten di bawah ini:

  • Artikel
  • Blog post
  • Majalah dan koran
  • Email newsletters
  • E-Books
  • Buku
  • Media sosial
  • Podcast
  • Televisi
  • Film
  • Radio

Apa itu Content Strategy?

Setelah Anda mengetahui perbedaan dan persamaan content writing dan copywriting, sekarang Anda akan mengenal content strategy yang juga berjibaku dengan konten dan iklan.

Perbedaan Content writing, copywriting dan content strategist
Peran content strategist dalam penempatan konten oleh content writer dan copywriter

Content strategist mengontrol arah strategi konten perusahaan. Sebagai content strategist, Anda diminta untuk memiliki pandangan kedepan mengenai jenis dan tipe konten yang dibutuhkan dan dimana Anda harus mempublikasikan konten tersebut.

Anda juga harus memastikan kualitas konten selalu konsisten dan diharapkan mampu meraih tujuan pemasaran sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. Untuk mempermudah pekerjaan content strategist, Anda bisa menggunakan tools untuk menganalisa konten agar Anda bisa membuat skala prioritas terkait format dan kanal distribusi konten-konten tersebut.

Content strategist bertugas untuk menciptakan strategi konten, mengatur proses tersebut, dan memaksimalkan hasil dalam jangka waktu tertentu. Kalau diibaratkan, content strategist memegang kendali kapal marketing sementara content writer membangun kepercayaan, dan copywriter mendongkrak penjualan.

Apa yang harus Anda tahu?

Semakin populernya internet di masa sekarang dan masa depan, segala jenis brand memerlukan copywriting dan content writing agar tetap segar, menarik pembaca, dan mampu mengubah pembaca menjadi pembeli.

Tanpa pembeli, perusahaan tidak bisa bertumbuh dan cepat mati. Jadi, ada banyak kesempatan bagi Anda yang ingin bergelut di bidang penulisan. Sebelum Anda mulai, ingat-ingatlah definisi ketiganya. 

Kalau Anda tahu di mana Anda sebaiknya berperan, maka Anda bisa bekerja dengan lebih efisien. Memang perlu waktu untuk melihat kecocokan, tapi tidak ada salahnya Anda mulai berlatih kecil-kecilan dengan membangun brand Anda.

2 thoughts on “Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategy

  1. Mantap ini mbak… Dan sepertinya kedepannya para content writer mesti belajar ilmu copywriting.

    Yang saya lihat sekarang dengan penerapan sedikit aja copywriting di artikel website membuat konten tersebut lebih hidup, karena memang copywriting itu menciptakan tulisan yang mengajak berinteraksi si pembaca.

    Selain itu memang sudah tugasnya copywriting itu menarik “emosi” pembaca, demi terciptanya penjualan.

    1. Betul sekali. Content writing bakal lebih mantap kalau di “inject” sedikit copywriting. Memang copywriting bikin tulisan lebih luwes dan nyata karena prinsip copywriting adalah seolah-olah berbicara pada satu orang saja, dan jarang menggunakan kata ganti ketiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *