Panduan Belajar Copywriting

Panduan Copywriting Terlengkap dari Dasar
hingga Mahir

oleh Aicha Mahavikri

Mengapa seseorang membeli produk Anda? Pikirkan orang-orang terdekat Anda. Orang tua, teman, sahabat, kerabat. Apa yang membuat mereka membeli sesuatu? Lalu kenapa mereka merekomendasikannya kepada Anda? Coba pikirkan, pernahkah Anda membeli sesuatu karena rekomendasi teman dekat Anda? Mengapa Anda bertanya rekomendasi kepada teman-teman Anda sebelum membeli?

Kunci setiap bisnis yang bisa bertahan hingga puluhan tahun adalah penjualan alias sales. Tidak peduli seberapa kreatif  iklan suatu perusahaan, kalau tidak menghasilkan uang artinya NOL. Kosong. Tidak menghasilkan.

Dalam Digital Marketing, Landing Page atau Sales Page adalah motor penggerak penjualan. Karena aktif 24 jam sehari tanpa Anda perlu menjaga toko (seperti toko offline), Anda perlu berinvestasi pada Copywriting untuk Landing Page yang compelling serta hosting yang bisa diandalkan.

Hosting Murah

Nah, kalau Anda ingat-ingat lagi, pasti ada alasan di balik barang atau jasa yang Anda beli. Tak jarang karena impuls sesaat dan nafsu beli yang sedang tinggi, Anda membelanjakan uang yang Anda peroleh dengan susah payah. Barang yang Anda beli pun akhirnya terdiam nyempil di sudut ruangan.

Ya, saya juga begitu.

Meskipun sudah mengetahui strategi marketing dan memahami alasan di baliknya, saya tetap tak berdaya menghadapi strategi marketing yang mematikan. Strategi yang digunakan para marketer ini sudah terbukti sejak 1837 dan terus mereka gunakan hingga hari ini.

Kenapa?

Karena masih bekerja dengan baik. Strategi tersebut masih menghasilkan keuntungan yang WOW. Selama masih bekerja, kenapa harus repot-repot menemukan strategi baru?

Bagaimana Anda bisa mempelajari strategi ini, yang sudah terbukti ampuh untuk mendorong orang-orang menggesekkan kartu kredit dan mengeluarkan uang dari dompet kulit mereka?

Nah, di sini saya ingin Anda belajar copywriting untuk bisnis Anda sendiri, tanpa bergantung pada jasa yang ada di luar sana, atau bahkan jasa saya sendiri. Tapi kalau Anda ingin menghemat waktu dan ingin hasil yang instan, tak ada salahnya langsung menggunakan Copywriting Profesional.

Prinsip
Dasar
Copywriting

"When I write an advertisement, I don’t want you to tell me that you find it ‘creative.’ I want you to find it so interesting that you buy the product."

David Ogilvy - Father of Advertising Tweet

Setelah Anda selesai belajar materi yang saya sampaikan di sini dan membuat copywriting, Anda sebaiknya menunjukkan hasil copywriting yang Anda buat pada teman Anda. Lalu perhatikan reaksinya. Ia harus memiliki keinginan untuk membeli apapun itu yang Anda iklankan dalam copywriting. Jika teman Anda bilang ‘keren’, ‘kreatif’, dan variasi kata pujian lainnya, itu berarti copy Anda masih harus diulang.

Copywriting yang ‘mematikan’ harus bisa membuat pembaca ingin membeli produk tersebut saat itu juga.

Tidak besok, tidak nanti.

Apa itu Copywriting?

Copywriting adalah tindakan menulis dan menyusun ulang kata-kata supaya produk atau jasa yang Anda sebutkan di dalam copy bisa terjual laris.

Apa itu Copy?

Copy adalah tulisan hasil copywriting

Pertanyaan yang cukup sering saya dengar adalah, bagaimana mulai belajar copywriting? Apakah sulit?

Jawabannya sederhana.

Kalau Anda bisa menulis, Anda pasti bisa membuat copywriting. Dan Lok bahkan menyebutkan bahwa copywriting termasuk high-income-skill atau keahlian dengan pendapatan tinggi.

Menariknya, Anda dapat belajar copywriting tanpa perlu pendidikan formal. Copywriter adalah pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar atau pendidikan formal. Anda bisa mulai belajar sedini mungkin seperti Kak Jordy Sidharta yang sudah memulai copywriting sejak usia 15 tahun, atau seperti saya yang memulai pada usia 25 tahun.

Banyak copywriter yang memulai di usia 50-an. Mereka beralih dari pekerjaan sebelumnya dan mulai menulis. Kedengarannya menarik, kan?

Untuk mempermudah jalan karir Anda sebagai copywriter, ada 6 prinsip dasar copywriting yang harus Anda kuasai agar siap masuk ke dunia copywriting.

Buyer Persona

Buyer Persona

Untuk siapa Anda menulis? Apa yang membuat mereka tertarik?

Headline yang Meng-gugah

Headline yang Menggugah

Anda hanya punya 8 detik untuk menarik perhatian

Penge-tahuan Pembaca

Pengetahuan Pembaca

Tentukan pembaca Anda dan gunakan kata-kata yang sesuai

Menulis seperti Berbicara

Menulis seperti Berbicara

Menulislah seperti Anda berbicara

Mudah Dibaca

Mudah Dibaca

Buat tulisan Anda mudah dibaca untuk mereka yang memindai tulisan

Call to Action

Call to Action

Ganti 'Beli' dan 'Pesan' dengan kata-kata yang lebih deskriptif

Ke-enam prinsip dasar ini akan selalu Anda gunakan dalam membuat copy, terlepas untuk bisnis apa Anda menulisnya. Agar mempermuda Anda belajar copywriting, akan saya jelaskan lebih lanjut dan sedetail mungkin.

1

Teliti dan Kenali Buyer Persona Anda

Jika Anda memiliki Buyer Persona (dikenal juga sebagai Customer Persona, Audience Persona, atau Marketing Persona), Anda bisa menyusun strategi marketing yang lebih mengkonversi karena copywriting Anda terasa lebih personal dan membuat pembaca merasa “ini nih gue banget”.

Sebelum menulis, Anda harus tahu kepada siapa Anda akan menjual. Ini langkah mendasar dalam belajar copywriting agar waktu Anda tidak terbuang percuma untuk membuat copy yang tidak menarget pasar spesifik.

Apa itu Buyer Persona?

Buyer Persona adalah karakter fiktif yang dibuat berdasarkan survey untuk kepentingan markting. Persona mewakili karakteristik seseorang yang akan menggunakan produk Anda

Buyer Persona

Untuk membuat pesan yang membekas di benak pembaca, Anda harus menentukan konsumen seperti apa yang idealnya membeli produk Anda. Personalisasi adalah sebuah keharusan dalam Digital Marketing.

Survey pada April 2018 menunjukkan bahwa lebih dari separuh pelanggan ingin perusahaan menawarkan produk yang dipersonalisasi. Lebih dari dua pertiga millenial beranggapan demikian. Tapi dua pertiga pelaku marketing menyatakan personalisasi cukup sulit untuk dilaksanakan.

Untuk mengetahui tentang seseorang, apa yang mereka pikirkan, dan apa yang mereka inginkan, Anda harus bicara dengan mereka.

Bagaimana caranya?

Buat dan kirimkan survey untuk mempelajari pola perilaku pelanggan Anda. Apa yang ingin mereka raih? Di mana mereka tinggal? Berapa usia mereka? Apa latar belakang pendidikan mereka?

Bagi pemula yang masih belum terbiasa menulis, akan sulit untuk menuangkan ide dalam tulisan. Saran saya, terus belajar dan belajar karena copywriting adalah ilmu yang bisa dipelajari siapa saja.

"Bangun relasi dengan pelanggan Anda. Beri mereka pesan pribadi. Kirimi mereka cokelat. Hal-hal sepele seperti ini masih berkesan."

Pierre Lachelle - Ahli SaaS marketing dan growth Tweet
2

Ciptakan Headline yang Menggugah

Belajar Membuat Headline Copywriting

Salah satu prinsip paling penting tapi sulit dilakukan dalam membuat copywriting adalah membuat headline yang menggugah. Kalau Anda tertarik belajar teknik Magnetic Headline untuk copywriting, klik di sini.

Bagaimana kategori headline yang menarik? Yaitu headline yang dapat mendorong pembaca untuk meng-klik judul dan membaca lebih lanjut.

Anda harus menulis inti body copy dalam judul dengan kata-kata yang efektif dan tepat sasaran.

Apa itu Body Copy?

Body copy adalah salah satu komponen copy dan merupakan isi tulisan copywriting

Tipe-tipe headline terbagi dalam 7 kategori, yaitu:

  • Urgensi – headline ini menekankan pada peranan yang penting pada sebuah copy yaitu waktu.
    Contoh: 5 Tips yang Harus Anda Tahu agar Bisnis Anda Bisa Bertahan Tahun Ini
  • Keingintahuan – sifat dasar manusia memang selalu ingin tahu alias kepo. Headline ini memberikan indikasi kalau pembaca akan melewatkan sesuatu kalau tidak membacanya.
    Contoh: Apakah Anda Tahu Cara Menulis Copywriting yang Menghasilkan Konversi?
  • Self-Help – headline jenis ini menargetkan emosi pembaca yang berkaitan dengan ketenangan emosi.
    Contoh: 8 Trik Menulis Copywriting Tanpa Stress
  • Daftar (List) – ini adalah jenis headline paling umum dan sering digunakan. Headline ini menyebutkan isi body copy dengan presisi. Umumnya, semakin besar angkat yang Anda sematkan, akan semakin menarik perhatian.
    Contoh: 215 Formula Menulis Copywriting
  • Cara – banyak copywriter yang setuju jika Anda membuat copy dengan judul ‘cara’, Anda tidak bisa membuat judul yang buruk.
    Contoh: Cara Menulis Copywriting untuk Pemula
  • Advertorial – yaitu headline yang disamarkan agar terlihat seperti berita. Headline tipe ini memang efektif untuk jangka pendek, tapi rawan eksploitasi. Jika salah digunakan, dapat merusak citra brand Anda.
    Contoh: Pebisnis Mulai Beralih ke Metode Ini Untuk Memasarkan Produk Tahun Depan
  • Kontrarian – headline ini mengandung gagasan yang sudah umum diterima banyak orang, lalu mengubah gagasan tersebut dengan berlawanan.
    Contoh: 7 Formula Copywriting yang Berakibat Fatal
Ingin tahu di mana Anda bisa belajar membuat headline copywriting terbaik? Periksa majalah-majalah yang biasa Anda temui di supermarket dan toko buku.

“Headline terbaik adalah yang bisa menggugah ketertarikan pembaca yang berdasar pada manfaat yang pembaca dapatkan. Headline ini menawarkan hal yang pembaca inginkan dan bisa mereka dapatkan dari Anda."

John Caples - Copywriter Profesional dan Advertiser Tweet
3

Pertimbangkan Pengetahuan Pembaca

Pembaca Copywriting Landing Page

Prinsip ketiga adalah mempertimbangkan siapa pembaca Anda sebelum menulis satu kata pun. Setiap saya menulis panduan untuk belajar copywriting, saya selalu fokus pada pembaca. Yaitu Anda.

Apakah tulisan saya mudah dibaca? Apakah penjelasan saya mudah dipahami? Apakah kronologis?

Awal saya belajar copywriting, tulisan saya berantakan dan lompat kesana-kemari. Tidak ada alur yang jelas. Tapi jangan khawatir, daftar isi bisa membantu Anda membuat draft tulisan.

Buat daftar isi terlebih dahulu secara acak, lalu urutkan agar alurnya masuk akal.

Ini berarti Anda harus memahami mindset seseorang yang akan membaca tulisan Anda. Anda harus berempati dan menempatkan diri pada posisi mereka. Pahami apa yang mereka sudah tahu, apa yang belum mereka ketahui, dan bagaimana bisnis Anda membantu mereka.

Posisikan Diri Anda

Bayangkan Anda sebagai pembaca, hal apa yang harus Anda jelaskan? Gaya bahasa seperti apa yang lebih sesuai?

Pahami bahwa kadang Anda harus menulis materi yang berbeda untuk audiens persona yang sama persis.

Misalnya saja, Anda menjual sepatu dan Anda menggunakan website untuk mendapatkan pembeli.

Salah satu laman website Anda bisa membahas panduan singkat memilih ukuran sepatu pria dan wanita. Satunya lagi laman produk dengan informasi mendetail tentang satu jenis sepatu, termasuk ukuran.

Untuk laman panduan, Anda harus menyediakan informasi perbandingan ukuran sepatu pria dan wanita. Dengan cara ini, seseorang yang ingin membeli sepatu untuk pasangan mereka, tahu apa yang menjadi parameter ukuran sepatu dan apa yang harus mereka beli dari Anda.

Sedangkan di laman produk, panduan seperti ini perlu terlalu banyak. Anda tidak bisa berasumsi kalau pengunjung laman produk Anda memiliki tujuan yang sama.

Maka akan lebih masuk akal kalau Anda memasukkan daftar ukuran sepatu karena itulah informasi yang mereka perlukan sebelum membeli.

Ketika Anda membuat tulisan mengenai jenis-jenis sepatu wanita, tentunya Anda akan menggunakan istilah yang berbeda ketika membahas jenis sepatu pria.

Pengunjung website Anda selalu bisa menjadi pelanggan pada akhirnya, tapi mereka perlu informasi yang relevan. Jika Anda tidak dapat menyediakan itu, pengunjung akan kabur.

Pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Informasi apa yang pengunjung butuhkan jika mereka baru saja mengenal bisnis Anda?
  • Apa yang perlu mereka tahu sebelum mereka menjadi customer?

Dedikasikan waktu untuk mempertimbangkan poin ini sebelum Anda menulis copywriting dan sesuaikan informasi yang Anda punya.

Ini termasuk menulis penjelasan jargon dan istilah dalam industri Anda sebelum membahas lebih lanjut.

“You have to be a writer who is down-to-earth, who speaks and writes in the language of the common people, who doesn’t use highfalutin language or show-off language.”

4

Menulislah seperti Anda Bicara kepada Teman

Di Internet, Anda tidak bisa mendeteksi siapa yang membaca tulisan Anda.

Tapi satu hal yang pasti, pembaca suka dengan tulisan yang seolah-olah mereka berbicara dengan seseorang yang mereka kenal.

Ini artinya menulis dengan gaya informal dan pakai bahasa gaul (kalau memang cocok untuk customer profile Anda).

Gaya tulisan dan kesan seolah-olah pembaca berbicara dengan Anda membuat tulisan Anda terasa lebih hangat.

Tulis seperti Anda Bicara

Tidak ada yang suka baca buku pelajaran. Tapi semua suka ngobrol

Panduan Belajar Copywriting

Ini juga membangun atmosfir yang terasa seperti diskusi dua arah, meskipun hal tersebut tidak mungkin dilakukan dengan halaman sederhana seperti yang Anda baca saat ini.

Misalnya jika Anda menarget remaja untuk membeli game atau voucher top-up, Anda bisa menggunakan gaya bahasa yang santai, lucu, dan banyak bahasa gaul.

Dengan gaya bahasa yang konsisten, Anda bisa membangun relasi dengan pengunjung dan membuat mereka lebih nyaman dengan brand Anda. Hal ini juga membangun kepercayaan terhadap brand Anda dan membuat mereka lebih mudah mengeluarkan uang untuk membeli produk Anda.

“Make it simple. Make it memorable. Make it inviting to look at. Make it fun to read.”

5

Pengunjung Mencari Artikel yang Mudah dibaca

Banyak penulis pemula yang baru belajar copywriting mengira bahwa netizen suka membaca.

Kenyataannya tidak seperti itu.

Apakah Anda membaca setiap tulisan yang Anda temui di Internet?

Saya berani jamin, jawabannya pasti ‘TIDAK’. Meskipun Anda mencari informasi yang Anda perlu, Anda tidak akan membaca penuh tulisan tersebut, kata demi kata.

Anda memindai tulisan.

Tidak Semua Suka Baca

Bahkan yang hobi baca sekalipun, lebih suka kalau informasi disampaikan dengan ringkas dan mudah dipindai

Belajar Copywriting untuk Pemula

Karena alasan inilah Anda harus membuat daftar (list) agar tulisan lebih mudah dibaca. Dengan cara ini, pembaca bisa tahu dengan jelas apa inti bahasan satu artikel tanpa harus membaca lengkap.

Untuk mempermudah pemindaian tulisan oleh pembaca, tambahkan 4 elemen di bawah ini dalam copywriting Anda:

  • Daftar (list) – elemen ini sangat membantu untuk memudahkan pemindaian dan membaca cepat.
  • Bold / Italic – kata yang dipertegas dengan bold atau italic menarik perhatian pembaca yang memindai tulisan.
  • Sub Judul – membantu memecah struktur tulisan Anda menjadi lebih kecil sehingga mudah ditangkap.
  • Multimedia – terakhir, Anda harus menambahkan elemen seperti gambar, video, interaktif, kuis, infografis, dan macam-macam lainnya selama berkaitan dengan konteks. Ini membantu pembaca untuk menikmati tulisan

“Be interesting! Even if you have something interesting to say, your delivery can make people read, or run.”

Neville Medhora - Copywriter Profesional Tweet
6

Pertegas Call-to-Action

Panduan belajar copywriting di Internet selalu menegaskan pada Call-to-action. CTA adalah bagian yang menentukan apakah suatu bisnis bisa bertahan atau tidak.

Seluruh copywriting yang Anda tulis akan berakhir di sini. Anda harus memberitahu pembaca apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Fungsi call-to-action akan lebih maksimal jika Anda membuatnya deskriptif, informatif, dan ringkas. Biasanya tidak lebih dari 8 kata, dan fokus pada kata kerja untuk menyampaikan gagasan Anda. Tambahkan tautan link pada call-to-action Anda agar pembaca langsung melakukan aksi yang diinginkan.

Contoh call-to-action yang singkat dan cukup informatif.

Dalam beberapa kasus, kalimat pendek seperti contoh di atas sudah cukup untuk menggambarkan CTA Anda. Tapi jika Anda ingin membuat copywriting yang berhasil mendatangkan sales, maka Anda harus ambil langkah ekstra.

Call-to-Action pada contoh di atas lebih deskriptif dan memberitahu pembaca apa yang terjadi setelah mengklik tombol tersebut. Ini meningkatkan kepercayaan pembaca pada brand Anda.

Dalam satu copywriting sebaiknya hanya ada satu Call-to-Action, tapi boleh diulang-ulang.

Jika Anda punya lebih dari satu CTA, buatkan halaman baru dengan copywriting yang baru.

Kenapa?

Konsentrasi pembaca mudah buyar. Kalau Anda memberi mereka tautan lain untuk di-klik, mereka tidak akan pernah sampai ke CTA Anda sesungguhnya.

“Be interesting! Even if you have something interesting to say, your delivery can make people read, or run.”

Neville Medhora - Copywriter Profesional Tweet

Elemen
dalam
Copywriting

Ada resep yang bisa Anda ikuti dalam membuat copy, tapi latihan dan kerja keraslah yang membuat Anda berhasil menciptakan Copywriting yang ‘mematikan’.

Saya akan berikan resep rahasia pada Anda, termasuk cara-cara yang digunakan marketer terkenal seperti David Ogilvy dan Joe Sugarman. Tidak ada rahasia yang saya sembunyikan di sini.

Loh, nggak takut membocorkan resep rahasia,’ Anda bilang?

Seperti memasak, semua orang bisa punya resep kue paling lezat. Tapi hanya yang sungguh-sungguh yang berhasil menciptakan kue legendaris.

Lagipula, saya lebih tertarik menjadikan ilmus saya bermanfaat bagi orang lain, tidak melulu harus jualan. Dengan menulis panduan belajar copywriting, saya berharap bahwa ilmu saya sendiri bisa berkembang sambil menunjukkan jalan pada orang lain yang tertarik dengan Internet Marketing.

Sebelum saya menjabarkan elemen-elemen yang sudah terbukti sejak abad ke 19 dan digunakan oleh copywriter profesional di seluruh dunia, ada satu elemen yang harus Anda, saya, dan seluruh copywriter pahami.

Satu elemen berikut inilah penyebab jasa mereka tahan lama dan tetap dibutuhkan hingga mereka pensiun.

Kejujuran

Selalu jujur dalam mempromosikan kelebihan dan kekurangan produk/jasa adalah kunci keberhasilan Anda sebagai copywriter

Jujur dalam Copywriting

Kalau orientasi menulis copy adalah keuntungan jangka pendek, mudah bagi Anda dan saya untuk over-claim produk dan hiperbola. Tidak perlu repot-repot menjustifikasi klaim di awal, toh memang bukan itu niatnya.

Luruskan tujuan Anda belajar copywriting.

Ketika Anda putuskan mulai hari ini untuk jadi penulis, akan ada orang-orang yang minta Anda untuk menulis hal-hal yang diragukan kebenarannya.

Akan ada bisnis yang meminta Anda menulis copy fantastis dan kedengaran too good to be true.

Kalau ada pekerjaan seperti ini, Anda punya dua pilihan: gali klaim mereka lebih dalam atau lari sejauh mungkin.

Ketika Anda dan saya membuat klaim mengenai sesuatu, klaim tersebut harus bisa dibuktikan. Baik dengan data statistik, analisis, atau hipotesa.

Publik sudah terlalu jenuh dengan kata ‘marketing’ karena klaim mereka yang mengada-ada. Bahkan kata ‘trik marketing’ pun kini berkonotasi negatif.

“People all over the nation are starved for honesty and common sense.”

Seperti kue nastar gagal, copywriting tipu-tipu meninggalkan rasa pahit di mulut dan membuat Anda alergi untuk mencoba lagi. Kali berikutnya mereka melihat iklan atau marketer jujur menghampiri, mereka akan bersikap skeptis.

Jika Anda bisa berkomitmen untuk selalu menulis copy yang jujur, Anda sudah separuh perjalanan untuk menjadi copywriter profesional dan selalu dicari.

1

Judul (Headline)

Di awal panduan belajar ini sudah saya bahas mengenai Headline sebagai komposisi paling penting dalam copywriting. Headline iklan biasanya memuat selling point atau solusi dari permasalahan yang dialami customer persona.

Headline atau judul adalah hal pertama yang harus Anda tulis sebelum body copy.

Mengapa?

Ketika menulis, Anda harus punya gagasan pokok yang jelas. Judul harus menyampaikan gagasan pokok ini. Kedengarannya seperti pelajaran SMP kan? 

Dalam copywriting, Anda harus menyampaikan janji atau klaim di judul. Lalu pada body copy, jelaskan bagaimana pembaca bisa meraih hasil sesuai janji Anda di judul.

Bayangkan ketika Anda tidak punya klaim yang harus Anda buktikan. Pasti akan lebih sulit untuk menulis isi copy-nya dan tulisan Anda lebih mudah terdistorsi.

Nah, ketika sudah ada judul, Anda tinggal menulis body copy yang menjustifikasi judul Anda.

Menentukan judul pada langkah awal juga membuat Anda lebih fokus ke pokok bahasan dan tidak melebar kemana-mana.

Anda dapat menggunakan formula judul yang efektif seperti ini:

  • Buat klaim/ janji
  • Memancing respon emosional atau rasa ingin tahu
  • Spesifik bagi niche Anda
  • Berikan penawaran
  • Bangun kredibilitas dan autoritas
  • Sebutkan manfaat

Kalau judul Anda terlalu panjang, lanjutkan di sub judul (sub headline) dengan ukuran font lebih kecil.

Tidak masalah jika judul Anda tidak sekeren copywriter lain. Tidak ada yang jadi ahli dalam semalam, apalagi dengan belajar copywriting dari artikel di Internet (meskipun saya berusaha menjelaskan sebaik mungkin).

2

Isi (Body Copy)

Dalam body copy, Anda wajib menjelaskan apa yang harus pembaca lakukan untuk mendapatkan hasil seperti yang Anda sebutkan di judul.

Pada bagian ini, fokus pada pembaca dan hapus semua keraguan pembaca. Anda diijinkan menggunakan hipotesa berdasarkan data atau statistik yang Anda miliki.

Jelaskan kelebihan produk Anda dan jika perlu, jelaskan juga kekurangannya. Ini akan meningkatkan kepercayaan pembaca pada tulisan Anda. Jika Anda menyebutkan kekurangan produk atau jasa, gunakan strategi risk reversal atau pembalikan resiko.

Calon pembeli sekarang lebih skeptis daripada 20 tahun lalu. Mereka takut membeli karena tidak yakin produk Anda bisa bekerja sesuai yang Anda klaim.

Dengan strategi risk reversal, Anda bisa berikan money back guarantee. Cara ini menghapus keraguan mereka untuk TIDAK membeli produk. Berikan juga uji coba gratis (free trial) jika memungkinkan.

Misalnya Anda menjual jasa Search Engine Marketing. Di judul, Anda mengklaim bahwa dengan membeli paket marketing Anda seharga Rp 500.000, suatu bisnis bisa menjangkau 350 pengguna.

Perhatikan, jika Anda mengerti tentang digital marketing, 350 jangkauan dengan budget 500ribu sudah diatas rata-rata.

Nah sekarang, jelaskan bagaimana Anda akan meraih GOAL tersebut dalam body copy, meskipun hanya dengan hipotesa.

3

Personalisasi

Copywriting harus bisa menyampaikan pesan seperti bercerita dengan teman dekat. Maka sebaiknya, Anda menggunakan bahasa yang sama dengan yang digunakan oleh audiens agar brand Anda terasa familiar.

Bagaimana cara gampangnya?

Nah, pakai kata ganti orang ke-dua seperti ‘kamu‘ atau ‘Anda‘, dan sematkan pertanyaan-pertanyaan retorik. Anda pasti sering menggunakan pertanyaan retorik ketika ngobrol santai dengan teman Anda, iya kan?

Jangan terpaku pada aturan tata bahasa. Fokus saja pada tulisan Anda, seolah-olah lawan bicara ada di hadapan Anda saat ini juga. Saya jamin tulisan Anda bisa lebih natural.

Agar pesan Anda bisa masuk ke otak target, Anda harus mengenal siapa persona Anda, lalu berikan pernyataan yang mengindikasikan Anda sama seperti mereka. Misalnya saja:

Saya dulu juga kerja kantoran seperti Anda sekarang. Berangkat pagi, pulang malam. Sampai di rumah udah capek ga ada waktu buat anak istri. Hidup saya ga mungkin begini doang.
Akhirnya saya ambil resiko buat belajar programming dari xyz.com dan mulai kerja dari rumah.

Kalimat pertama mempengaruhi pembaca bahwa Anda pernah mengalami masalah yang sama dengan mereka, dan bagaimana belajar programming dari xyz.com memecahkan masalah persona.

Bentuk personalisasi bisa berupa aja saja. Misalnya di posisi Headline, akan terdengar seperti:

Capek kerja kantoran, Bang Anton kini jadi Programmer Freelance dan raup 20jt perbulan.

Kalau customer persona Anda cukup luas, gunakan testimonial pelanggan dari berbagai background agar pembaca bisa relate dengan salah satu testimoni tersebut.

4

Storytelling

Storytelling Belajar Copywriting

Seorang pebisnis sukses dengan aset trilyunan rupiah, memutuskan untuk berhenti jadi pengusaha dan ingin menyalurkan ilmu bisnisnya kepada mahasiswa.

Di usia 70 tahun, pebisnis ini mendatangi kampus terkenal di Bandung dan mengadakan kuliah umum bagaimana memulai bisnis yang sukses dan mendominasi dengan belajar copywriting. Banyak mahasiswa datang dari luar kota dan ingin mempelajari rahasia sukses bisnis trilyunan.

Beliau lalu menceritakan bagaimana seorang pemuda membuat proposal bisnis dan mencari investor, tapi akhirnya selalu ditolak terus menerus.

Satu kali, dua kali, tiga kali, pemuda ini gagal menjalankan bisnis, hingga akhirnya ia belajar ilmu rahasia berbisnis yang terus ia gunakan sampai sekarang, yaitu copywriting.

Oke, cerita ini saya stop sampai di sini.

Tidak ada orang yang suka dijuali, apalagi diceramahi, tapi semua orang suka cerita. Inilah kenapa novel akan selalu lebih laku daripada buku pelajaran, meskipun nilai moral yang disampaikan sama saja.

Ingatkah ketika kecil, orang tua Anda membelikan buku cerita anak-anak untuk membentuk pribadi dan pola pikir Anda?

Mengapa buku cerita dan bukan buku pelajaran saja? Bukankah buku pelajaran lebih to-the-point dan didukung dengan fakta?

Karena buku cerita memiliki kekuatan untuk menarik Anda jadi bagian dalam cerita. Inilah alasan Anda masih ingat komik dan novel yang Anda baca sekali saja di Gramedia tapi lupa pelajaran sekolah satu semester.

Dalam belajar copywriting, Anda akan sering sekali menemukan pembahasan yang mengemukakan pentingnya bercerita atau Storytelling.

Storytelling mengundang pembaca untuk berinteraksi dengan cerita Anda, dan mengajak mereka untuk ikut berbagi cerita.

Mengapa Storytelling?

Storytelling membangun kedekatan personal dengan audiens dan memudahkan Anda untuk masuk ke pikiran pembaca

5

Persuasi

Tujuan akhir copywriting adalah untuk mengajak pembaca melakukan hal-hal tertentu seperti mengisi formulir, subscribe, beli, masukkan produk ke wish-list, membagikan postingan, dan lain-lain sesuai keperluan Anda.

Ini adalah elemen terakhir dan paling penting dalam copywriting. Semua elemen diatas yang Anda tulis harus berakhir dengan pembaca menekan tombol Call-to-Action.

Kita semua tahu kalau manusia memang pemalas dan suka menunda-nunda. Apalagi jika berkaitan dengan mengeluarkan uang.

Untuk memperkuat persuasi, Anda bisa menambahkan resep berikut ini:

Countdown

Days
Hours
Minutes
Seconds

Anda memberikan batasan waktu bagi pembaca untuk take action. Jika pembaca tidak segera menekan tombol CTA, tawaran Anda akan berakhir dalam sekian hari atau jam.

Ada marketer yang tidak setuju dengan batasan waktu fiktif. Tapi dari sudut pandang seorang copywriter, ketika produk yang Anda tawarkan benar-benar bermanfaat, batasan waktu fiktif ini mencegah pembaca untuk menunda-nunda dan segera memecahkan masalah sekarang juga. Tidak besok, tidak nanti.

Banyak pembaca yang tidak sadar kalau masalah mereka sangat mendesak dan harus segera diselesaikan. Tugas Anda-lah untuk mendorong mereka. 

Jika Anda keberatan dengan batasan waktu seperti ini, buat batasan waktu nyata dalam jangka pendek. Lalu berikan tawaran berbeda untuk jangka waktu berbeda pula.

Misalnya, “pesan minggu ini diskon 25%”, dan untuk minggu depan, tawarkan “pesan minggu ini diskon 15% bonus xyz”.

Keterbatasan Stok

11 pasang
Sisa Stok Sepatu

Anda sedang makan pizza di restoran bersama keluarga. Beberapa menit kemudian, hanya tersisa satu potong pizza di meja.

Anda melirik ke adik perempuan Anda yang sedang meyantap pizza, dan Anda dengan cepat segera menghabiskan makanan di piring Anda, berharap bisa mendapatkan potongan pizza terakhir.

Anda semakin cepat mengunyah sambil mengawasi adik Anda yang mengarahkan tatapannya ke pizza terakhir di meja.

Oh, tidak! Adik Anda mengulurkan tangannya untuk mengambil pizza terakhir yang jadi incaran Anda dan memakannya.

Seperti anekdot di atas, orang-orang lebih menginginkan suatu hal jika stoknya dibatasi.

Keterbatasan stok memberi kesan bahwa produk atau jasa Anda laris manis di pasaran. Ini akan mendorong pembaca untuk memesan produk Anda karena takut tidak kebagian.

Formula
Copywriting

Materi belajar selanjutnya adalah formula copywriting. Setelah Anda memahami prinsip dasar dan elemen-elemen copywriting, sekarang saatnya Anda dan saya membuat copywriting sama-sama.

Formula standar yang sudah banyak dikenal oleh Internet Marketer adalah AIDA.

Formula Belajar Copywriting AIDA

Karena efektivitas formula berbeda-beda, praktisi Digital Marketing mengembangkan banyak varian formula AIDA. Setidaknya ada 7 variasi yang bisa Anda pilih. Untuk melihat mana yang menghasilkan konversi tertinggi, hanya trial and error yang bisa menjawab.

Apa saja 7 variasi tersebut?

  • ACCA (Awareness-Comprehension-Conviction-Action)
    Bangun kesadaran audiens – beri pemahaman – yakinkan audiens – dorong untuk take action.
  • AIDPPC (Attention-Interest-Description-Persuasion-Proof-Close)
    Tarik perhatian – berikan manfaat – jelaskan – persuasi audiens – tunjukkan bukti – closing.
  • AIDCA (Attention-Interest-Desire-Conviction-Action)
    Tarik perhatian – berikan manfaat – bangun kebutuhan audiens – yakinkan – dorong untuk take action.
  • IDCA (Interest-Desire-Conviction-Action
    Sebutkan manfaat – bangun kebutuhan audiens – yakinkan – dorong untuk take action.
  • AAPPA (Attention-Advantage-Proof-Persuasion-Action)
    Tarik perhatian – sebutkan manfaat – tunjukkan bukti – ber persuasi – dorong untuk take action.
  • PPPP (Picture-Promise-Prove-Push)
    Gambarkan masalah atau manfaat – beri janji – tunjukkan bukti – dorong untuk take action.
  • PPPP versi ke-2 (Problem-Promise-Proof-Proposal)
    Gambarkan masalah – beri janji – tunjukkan bukti – berikan penawaran.

Conviction

Berfugsi meyakinkan pembaca dan menunjukkan bahwa klaim Anda memang nyata. Gunakan testimoni, endorse, Statistik, data, infografik, Demo / uji coba, atau garansi

Semua formula marketing selalu berasal dari AIDA ini. Formula lain diciptakan sebagai panduan jika copywriting dibuat untuk media berbeda. Anda bisa belajar formula copywriting lain yang sangat variatif dan luas, tergantung peruntukannya.

Contohnya saja, copywriting untuk Website tentunya berbeda dengan copywriting Email atau Koran. Makanya banyak formula lain bermunculan karena semakin banyaknya media yang bisa dipakai untuk promosi.

Anda bisa belajar membuat copywriting yang pendek seperti deskripsi produk, caption, atau Ads copy.

Mulai dari yang pendek dulu, lalu Anda bisa belajar menulis copywriting yang panjang seperti Landing Page dan Sales Copy.

Karena spesialisasi saya menulis copy untuk media marketing digital, formula copywriting berikut ini umumnya saya pakai di laman website seperti landing page, content marketing, dan funnel building.

1

Formula 6 + 1 dari Danny Ivy

Di laman website Smashing Magazine, Danny Ivy menjelaskan tentang formula untuk menghasilkan copywriting yang efektif. Bahkan lebih efektif daripada AIDA.

Formula 6 + 1 ini sedikit lebih kompleks dibanding 7 formula di atas. Tapi tidak perlu kecil hati. Kompleksitas bisa memberi informasi lebih pada pembaca agar copy Anda lebih efektif.

 

FORMULA #1: CONTEXT (KONTEKS)

Pertimbangkan konteks tulisan Anda. Jawab pertanyaan tersembunyi pembaca seperti; siapa Anda, dan kenapa Anda bicara pada pembaca?

Tanpa konteks, copy Anda hanya akan jadi salah satu dari sekian banyak iklan terbuang yang tidak akan terbaca, apalagi dikenal.

Bayangkan, Anda sedang asyik jalan di mall, lalu ada mbak-mbak dari Greenpeace mendatangi Anda, meminta Anda menyisihkan sebagian uang untuk membantu mereka menyelamatkan bumi.

Anda tentunya menolak, bukan?

 

FORMULA #2: ATTENTION (PERHATIAN)

Setelah Anda membuat konteks percakapan, Anda bisa mulai menangkap perhatian pembaca. Gunakan headline yang sudah kita pelajari di bab sebelumnya. Kalau ada waktu lebih, buat desain yang eye-catching.

 

FORMULA #3: DESIRE (KEINGINAN)

Pembaca di Internet hanya memiliki 8 detik untuk membaca headline, dan jika Anda berhasil menarik perhatian mereka dengan judul headline, Anda punya 15 detik untuk membuat pembaca menginginkan sesuatu.

Buat pembaca ingin terus membaca. Anda bisa menambahkan (…) pada akhir paragraf, atau menambahkan tombol “baca selengkapnya” pada tautan.

Nah, sekarang kalau Anda sudah berhasil membuat mereka terus membaca dan membaca, saatnya kita membahas…

 

FORMULA #4: THE GAP (CELAH)

Nah, Anda sudah mendapatkan perhatian pembaca dan sudah menciptakan desire alias keinginan untuk membeli. Langkah selanjutnya, pembaca harus merasa yakin kalau mereka harus segera take action.

Jelaskan pada pembaca, apa bedanya kalau mereka take action now dan kalau mereka memilih untuk diam saja.

Caranya, tanyakan pada diri Anda “Gimana kalau nggak ada yang berubah karena pembaca nggak take action? Apa pengaruhnya?”

Jawab pertanyaan tersebut dan tuliskan di copy Anda.

Jawaban yang Anda tulis mungkin sedikit emosional, tapi tidak masalah! Anda sedang bicara mengenai situasi yang akan terjadi pada pembaca kalau mereka mendiamkan masalah dan tidak berusaha melakukan sesuatu untuk memecahkan masalah tersebut (yaitu dengan produk/jasa yang Anda tawarkan).

Lalu sekarang saatnya Anda memasukkan contoh dan studi kasus yang menjelaskan konsekuensi karena mereka tidak take action.

 

FORMULA #5: SOLUTION (SOLUSI)

Setelah formula ke-empat, saatnya bertransisi ke solusi. Penting bagi pembaca untuk tahu bahwa Anda punya solusinya. Jelaskan agar mereka yakin bahwa apapun yang Anda tawarkan di copy memang dapat menyelesaikan masalah mereka.

Berikan penjelasan produk yang masuk akal dan memang dapat dibuktikan. Tapi batasi informasi hanya sampai ke dasarnya saja, karena terlalu banyak informasi bisa membuat mereka tidak setuju dan mempertanyakan kebenarannya.

Sebutkan keuntungan dan manfaat dari sudut pandang emosional, jangan rasional. Ingat untuk selalu fokus seolah-olah Anda bicara pada satu orang.

 

FORMULA #6: CALL TO ACTION

Di akhir copy, berikan Call to Action:

  • Satu hal yang harus mereka lakukan. Jangan bilang seperti (telpon atau kunjungi website atau follow instagram, klik like facebook, dsb). Cukup berikan satu aksi yang harus mereka lakukan.
  • Jelaskan secara eksplisit. Jangan berputar-putar.

Jika Anda sudah membaca Bab 1 dan 2, tentunya Anda sudah familiar dengan call to action, jadi tidak perlu saya jelaskan lagi.

Selanjutnya adalah +1 nya. Mari kita simak.

 

LANGKAH EKSTRA: KREDIBILITAS

Tidak masalah kalau Anda tidak ingin menambah langkah ekstra ini. 6 formula di atas sudah cukup untuk menjual.

Tapi kalau ingin penjualan yang fantastis, satu resep yang harus Anda tambahkan adalah: Kredibilitas.

Kalau pembaca tidak percaya apa yang Anda katakan atau bahkan tidak yakin kalau Anda punya kapasitas untuk mengatakan hal-hal di copy Anda, pembaca tidak punya alasan untuk tunduk pada apa yang Anda minta.

Untuk membangun kredibilitas, Anda sebaiknya mulai belajar memahami audiens. Tunjukkan pada pembaca bahwa Anda memahami situasi mereka seperti teman baik.

Lagipula, kalau Anda tidak tahu situasi mereka, bagaimana Anda bisa membantu mereka menyelesaikan masalah?

Tunjukkan pada pembaca, kenapa mereka bisa mempercayai Anda dan bahwa Anda paham apa yang Anda bicarakan. Caranya…

  • Gunakan akal sehat. Apapun yang Anda bicarakan harus masuk akal.
  • Berikan social proof. Tunjukkan berapa banyak orang yang sudah membeli produk / jasa Anda.
  • Tunjukkan keahlian Anda. Boleh berupa background pendidikan atau pengalaman.
  • Gunakan risk-reversal seperti garansi.

Ketika membangun kredibilitas, Anda tidak melakukannya sekaligus dalam satu langkah. Tapi sedikit demi sedikit di sana sini dan tersebar di copy Anda.

2

Problem - Agitation - Solution (PAS)

Formula PAS yang diciptakan oleh Dan Kennedy digadang-gadang sebagai formula sederhana yang terbukti mendatangkan penjualan.

Hanya dengan tiga langkah mudah, formula PAS bisa digunakan untuk Copywriting yang singkat seperti Ads Copy dan Product Description, tapi juga cocok digunakan untuk Landing Page yang panjang.

Kalau Anda baru saja mulai belajar Copywriting, saya sangat menyarankan formula ini sebagai dasar.

  • Problem – Tampilkan permasalahan yang persona Anda rasakan
  • Agitation – Sebutkan poin-poin yang mengganggu persona dari permasalahan tersebut secara mendalam
  • Solution – Berikan solusi Anda sebagai penyelamat persona dari gangguan dan masalah tersebut

Dua formula di atas adalah formula yang paling sering saya gunakan. Anda bisa mencari formula lain yang bisa menjual lebih baik daripada formula yang saya sebutkan.

Penutup

Dalam bahasa Jerman, ada ungkapan “Übung macht den Meister” yang berarti “Latihan menciptakan ahli.”

Practice make perfect.

Tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang copywriter yang berhasil menjual produk dan jasa hingga ratusan juta. Semua memerlukan proses belajar dan pembiasaan membuat copywriting.

Satu hal yang bisa saya lakukan untuk Anda adalah menunjukkan jalan menjadi copywriter, tapi Anda harus melaluinya dengan usaha, kerja keras, dedikasi, waktu, pikiran, dan doa.

Luangkan waktu untuk berlatih dan mempelajari Winning Copy yang diciptakan oleh copywriter seperti David Ogilvy, Joe Sugarman, Gary Helbert, Neville Medhora, Dan Lok, dan siapapun yang iklannya berhasil membuat Anda membeli produk tersebut.

Kalau Anda perlu bantuan, jangan segan untuk mengirim saya pesan, dan akan saya usahakan untuk menjawab pertanyaan Anda. Panduan belajar copywriting ini saya akhiri sampai di sini.

Tidak ada yang menghalangi Anda untuk menjadi copywriter kecuali Anda sendiri.

© 2020 till beyond | Worpixels Creative Agency