0 0 vote
Article Rating

Cara Menulis Artikel SEO: Panduan Konkret Halaman Satu

Sebagai pribadi yang suka menulis, pernahkah Anda berpikir untuk mendapatkan uang dengan menjadi penulis? Mungkin Anda terpikir untuk menulis novel, berkontribusi dalam antalogi, atau ikut perlombaan menulis yang diselenggarakan berbagai institusi pemerintah maupun swasta.

Namun, pernahkah Anda terpikir untuk menjadi penulis artikel SEO?

Dengan semakin aktifnya masyarakat dunia menggunakan internet terutama media sosial, banyak organisasi dan insitusi yang mencari penulis.

Bukan sembarang penulis, melainkan penulis artikel SEO.

Suka tidak suka, gaya hidup yang bersinggungan erat dengan internet membuat orang-orang harus membaca. Bahkan yang tidak suka membaca sekalipun, harus mau membaca.

Banyak informasi berharga yang disampaikan di internet dalam bentuk tulisan. 

Kalau malas baca, tentu saja akan mudah terkena jebakan Batman, berita palsu, atau judul-judul clik bait.

Komposisi dan Elemen Artikel SEO
Menjadi penulis artikel SEO diwajibkan memiliki keahlian tertentu selain menulis

Menurut Dataportal yang mempublikasikan penelitiannya di Oberlo, pada tahun 2018 tercatat sebanyak 4.33 Milyar orang menggunakan internet. Rata-rata pengguna tersebut menghabiskan 6 jam 30 menit untuk online.

Statistik ini tentunya mendorong perusahaan-perusahaan penyedia jasa dan barang untuk menjaring pengguna internet tersebut.

Bagaimana caranya?

Artikel SEO adalah jawaban yang Anda cari.

Apa itu
Artikel SEO?

Artikel SEO adalah konten yang dipublikasikan secara online menurut aturan main Search Engine Optimization (SEO) dengan tujuan mudah ditemukan oleh pengguna mesin pencari ketika memasukkan kata kunci tertentu.

Apa itu SEO?

SEO adalah Search Engine Optimization atau tindakan untuk mengoptimasi mesin pencari

Contohnya, jika Anda membuka halaman mesin pencari Google di https://www.google.com dan memasukkan kata kunci seperti “Candi Borobudur”, maka Anda akan menemukan artikel SEO yang membahas tentang Candi Borobudur.

Kalau Anda memiliki bisnis Ayam Goreng Kalasan dan ingin menampilkan bisnis tersebut di Internet, maka Anda harus menulis artikel SEO yang membidik kata kunci “Ayam Goreng Kalasan”.

Dulu, algoritma Google tidak sepintar sekarang. Asalkan Anda menyebutkan kata kunci yang Anda target sebanyak mungkin, semakin besar kemungkinan Anda meraih halaman satu.

Sekarang, Anda perlu belajar menulis artikel SEO dengan teknik dan langkah yang lebih kompleks.

Mengapa Artikel SEO Penting?

"The best place to hide a dead body is the second page of Google Search Result."

Every SEO Writer Ever

Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, “Kenapa saya harus peduli soal artikel SEO? Kenapa saya harus peduli apakah website saya masuk halaman satu atau tidak?”

Kalau Anda ingin bisnis Anda berkembang pesat dengan menjaring pengguna Internet, Anda harus peduli.

Ketika Anda menerbitkan konten yang mengikuti kaidah SEO, Anda berpeluang untuk muncul di halaman satu.

Jika artikel dari website Anda ada di halaman satu, besar kemungkinan pengguna internet akan berbondong-bondong datang ke website Anda untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

“The best place to hide a dead body is the second page of Google Search Result.”

Tempat terbaik untuk menyembunyikan mayat adalah halaman kedua hasil pencarian Google.

Kalimat ini populer di antara para pengguna internet karena tidak ada orang yang membuka halaman kedua dari hasil pencarian Google.

Pengguna internet hanya peduli pada website yang tampil pada halaman depan. Jika mereka tidak menemukan yang mereka cari, mereka akan mencari di tempat lain.

Bayangkan jika Anda menawarkan produk dan jasa yang dicari oleh pengguna tersebut, tapi Anda tidak bisa ditemukan dimanapun di internet.

Masihkah Anda berpikir bahwa artikel SEO tidak penting?

Perbedaan Artikel SEO dan Artikel Biasa

Artikel SEO memiliki komponen tulisan dan aturan menulis yang berbeda dari artikel biasa. Untuk memahami cara menulis artikel SEO dengan artikel biasa, Anda harus bisa membedakan keduanya.

Tujuan Artikel SEO vs Artikel Biasa

Dari segi tujuan penulisan, artikel SEO bertujuan untuk menjaring pengguna internet dari halaman hasil pencarian Search Engine seperti Google.

Artikel biasa tidak memiliki tujuan ini.

Kedua artikel tersebut bisa aja sama-sama bertujuan untuk memberi informasi, mengedukasi masa, atau menawarkan produk/jasa. Tapi artikel SEO selalu memiliki tujuan untuk ditemukan di Internet oleh pengguna mesin pencari.

Penulis Artikel SEO vs Artikel Biasa

Karena tujuan yang ingin diraih berbeda, penulis artikel SEO diwajibkan memahami dan mengikuti algoritma terbaru Google agar tulisan yang dihasilkan tetap bisa sesuai dengan aturan main mesin pencari.

Penulis artikel biasa tidak perlu berkutat dengan algoritma dan mencari informasi mengenai pembaruan Search Engine.

Elemen Artikel SEO vs Artikel Biasa

Artkel SEO memiliki elemen-elemen teknis yang umumnya dipahami oleh praktisi internet marketing atau website developer. Karena eratnya hubungan SEO dengan mesin dan kode, pengembang web juga umumnya bekerjasama dengan penulis artikel SEO. Pembahasan hal ini lebih lanjut bisa Anda temukan di bawah.

Sedangkan artikel biasa tidak memiliki elemen teknis atau diharuskan berhubungan dengan web developer.

Istilah Penting

Search Engine: Mesin pencari. Search Engine yang terkenal adalah seperti Google, Bing, dan Yahoo. Sedangkan yang kurang populer seperti Ecosia dan DuckDuckGo.

SEO: Search Engine Optimization, yaitu usaha untuk mengoptimasi konten yang dipublikasikan secara online agar sesuai dengan aturan main mesin pencari atau Search Engine.

SERP: Search Engine Result Page, yaitu laman hasil pencarian Google. Halaman inilah yang muncul setelah Anda memasukkan kata kunci di Google.

Algoritma: Kalkulasi dan penghitungan otomatis yang dilakukan oleh mesin.

Anchor Text: Teks yang ada dalam artikel SEO dan di dalamnya terdapat URL atau tautan (link) yang mengarah ke halaman atau website lain.

GoogleBot: Robot milik Google yang bertugas menjelajahi internet dan menemukan website Anda agar ditampilkan di SERP.

H1: Heading 1, yaitu bagian utama dari artikel SEO, biasanya berupa judul.

Inbound Link: Tautan yang berasal dari website lain dan mengarah ke website Anda. Ini disebut juga backlink.

Internal Link: Gambar atau anchor text yang ada di artikel SEO yang mengarah ke halaman lain dalam satu web yang sama.

Keyword: Kata kunci yang Anda bidik di dalam artikel SEO

Keyword Difficulty: Tingkat kesulitan kata kunci. Semakin besar angkanya, semakin sulit.

Keyword Stuffing: Mengulang-ulang kata kunci yang sama dalam satu artikel SEO. Termasuk salah satu praktek SEO kuno yang sebaiknya ditinggalkan.

Loading Speed: Kecepatan website untuk memuat halaman tertentu.

LSI: Latent Semantic Indexing. Metode yang digunakan Google untuk mempelajari dan membandingkan istilah.

Meta Description: Deskripsi dari artikel Anda yang muncul di SERP. Biasanya terdiri dari 160 karakter.

On-Page SEO: Tindakan untuk mengoptimasi halaman artikel SEO agar mampu menembus halaman satu. On-Page SEO meliputi konten dan kode HTML.

Off-Page SEO: Aktivitas yang Anda lakukan diluar website Anda untuk menaikkan halaman tertentu dari website Anda. Off-Page SEO meliputi Backlink, Social Shares, dan banyak hal lainnya.

Outbound Link: Tautan yang berasal dari website Anda ke website lain.

Search Volume: Volume pencarian. Yaitu berapa banyak kata kunci tersebut dicari dalam jangka waktu satu bulan.

URL: Alamat website yang mengarah ke halaman tertentu.

10 Elemen
Artikel SEO

Artikel SEO memiliki komposisi dan elemen unik yang harus Anda pahami agar berhasil menciptakan tulisan berkualitas yang tak hanya disukai oleh GoogleBot, tapi juga oleh pembaca.

Berikut ini adalah 10 elemen utama dari artikel SEO yang berhasil tampil di halaman satu Google.

#1 Kata Kunci

Kata kunci atau keyword adalah hal pertama yang harus Anda pikirkan. Tidak ada artikel SEO jika tidak ada kata kunci.

Artikel Anda tidak bisa disebut artikel SEO jika tidak memiliki kata kunci.

Kata kunci bisa berupa cara menulis artikel seo, beli iphone 11, resep coto makassar, dan kata kunci lainnya sesuai dengan topik yang Anda pilih

“Artikel Anda tidak bisa disebut Artikel SEO jika tidak memiliki kata kunci.”

Aicha Mahavikri - Wordpixels Creative

#2 Paragraf Pertama

Paragraf pertama merupakan elemen paling krusial dalam artikel SEO. GoogleBot mengetahui topik bahasan Anda dari 100 kata pertama. 

Oleh karena itu, banyak penulis SEO yang menyebutkan kata kunci di 100 kata pertama ini.

Namun, trik ini tidak selalu benar.

Banyak artikel SEO yang merajai halaman satu dan paragraf pertama dalam artikel tersebut sama sekali belum menyentuh bahasan topik.

Praktek yang tepat adalah dengan membuat paragraf pertama Anda menarik untuk dibaca dan memasukkan kata kunci target senatural mungkin.

Kalau kata kunci Anda tidak mungkin dimasukkan ke dalam paragraf pertama, jangan dipaksakan. 

Alih-alih menyenangkan pembaca, Anda malah menyenangkan GoogleBot dan praktek ini sudah tak akan bertahan lama.

“100 kata pertama adalah kunci GoogleBot menentukan arah topik tulisan Anda.”

Aicha Mahavikri - Wordpixels Creative

#3 Gaya & Tata Bahasa

“Apakah artikel SEO harus menggunakan bahasa baku?”

Pertanyaan tersebut sering ditanyakan oleh penulis dan blogger pemula dan jawaban saya selalu sama.

Gaya bahasa bisa bebas, namun tata bahasa harus sesuai PUEBI.

Haruskah Bahasa Baku?

Google menyukai artikel yang ditulis dengan bahas baku. Jika artikel Anda menggunakan bahasa gaul, siasati dengan mencetak miring kata informal tersebut.

GoogleBot menyukai artikel yang ditulis dengan bahasa baku. Namun, jika audiens Anda adalah anak muda yang tidak terlalu suka dengan gaya bahasa formal, ada satu hal yang bisa Anda lakukan.

Tulislah artikel SEO Anda dengan gaya bahasa formal dan tata bahasa yang baik, lalu tambahkan kata-kata informal dan santai dengan cetak miring.

Itulah cara menulis artikel SEO gaya informal yang tepat.

#4 Gambar & Visual

Siapa yang mau membaca teks dan paragraf panjang tanpa ada gambar? 

Buku pelajaran saja ada gambarnya. Masa, artikel SEO Anda tidak?

Menambahkan visual gambar atau infografis pada artikel SEO adalah aturan yang sebaiknya Anda ikuti.

Gambar untuk artikel SEO memiliki aturan tersendiri,  yaitu (1) memiliki ALT Text dan (2) besarnya kurang dari 100kb.

Besaran gambar berpengaruh pada kualitas loading speed halaman artikel Anda. Semakin cepat, semakin baik. Dan gambar dengan ukuran 100kb ringan dibuka dengan internet yang lambat.

Meskipun besaran data gambar Anda maksimal 100kb, bukan berarti Anda memasukkan gambar seukuran 10px kali 10px.

Ukuran gambar yang disarankan adalah 1024px kali 768px lalu kecilkan ukurannya dengan Compress JPEG.

#5 Pertanyaan Pembaca

Artikel SEO yang mantab jaya selalu berhasil menjawab pertanyaan pembaca.

Oleh karena penting, penting bagi Anda untuk memikirkan alasan kenapa seseorang memasukkan kata kunci tersebut ke mesin pencari.

Apa yang sedang dicari oleh pengguna? Pertanyaan apa yang mereka cari?

“Wah, saya kan bukan dukun. Gimana caranya saya tahu pikiran mereka?”

Untuk menjawab pertanyaan pembaca, silakan masukkan kata kunci target Anda di mesin pencari seperti Google, lalu scroll sedikit ke bawah hingga Anda menemukan bagian ini.

Pertanyaan Pembaca di SERP
Pertanyaan pembaca di halaman hasil pencarian adalah komponen artikel SEO yang harus Anda jawab

Di atas adalah pertanyaan pembaca dengan kata kunci “cara membuat wajah glowing”.

Jawab pertanyaan tersebut dalam artikel SEO Anda.

#6 LSI dan Sinonim

LSI dan sinonim jarang digunakan oleh penulis artikel SEO pemula karena banyak yang tidak memahami apa ini.

Jika dilakukan dengan tepat LSI dan sinonim mampu mendorong aritkel SEO Anda ke halaman satu.

LSI hanya bisa dilakukan oleh penulis yang mampu memilih diksi dengan baik sesuai dengan topik bahasan. Sedangkan sinonim hanya bisa dilakukan jika Anda memiliki kosa kata yang banyak.

Keduanya bukan hal yang mudah karena perlu waktu dan latihan berjam-jam untuk mendapatkan sense of writing yang tepat hingga mampu menulis artikel SEO yang disukai oleh GoogleBot.

#7 On-Page SEO

Artikel SEO selalu memiliki optimasi On-Page untuk memaksimalkan performa gambar, tulisan, anchor text, dan kode HTML.

On-Page SEO yang bisa Anda lakukan dalam artikel SEO antara lain;

  1. Membuat paragraf mudah dibaca oleh manusia,
  2. Memperbaiki typo, kesalahan tata bahasa atau tanda baca,
  3. Menambahkan visual seperti infografis atau gambar yang relevan,
  4. Memastikan judul dan subjudul memberikan informasi yang jelas,
  5. Menambah internal link dan outbound link dengan anchor text yang tepat.

#8 Meta Deskripsi

Penambahan meta deskripsi mampu menambah performa artikel SEO Anda. Meta deskripsi adalah 160 karakter pertama yang dibaca oleh pengguna internet ketika melihat SERP.

Meta deskripsi menentukan apakah pengguna internet akan mengklik tautan ke artikel SEO Anda atau tidak.

Ingat, semakin banyak pengguna yang mengklik tautan ke artikel SEO Anda dari halaman hasil pencarian, semakin tinggi peringkat Anda di Google.

Pentingnya Meta Description

Meta Description tidak memiliki peran SEO secara langsung, namun mempengaruhi click-through rate dan CTR mempengaruhi SEO

#9 Alt Text

GoogleBot tidak bisa melihat gambar. Oleh karena itu, Anda perlu menjelaskan pada GoogleBot, gambar apa yang Anda masukkan.

Alt text termasuk elemen esensial karena gambar yang tidak menyertakan alt text tidak akan mampu dibaca oleh GoogleBot. Ini tentunya akan menurunkan skor SEO artikel Anda.

Dalam sisi pengguna manusia, alt text akan ditampilkan jika gambar Anda tidak berhasil dimuat.

#10 URL

Agar artikel SEO Anda memiliki skor tinggi, gunakan URL yang relevan. Misanya, jika kata kunci Anda adalah tentang “cara membuat wajah glowing”, maka Anda bisa menggunakan wajah-glowing sebagai URL.

Artikel yang Disukai Pembaca & Robot

Dalam menulis artikel SEO, sering kali penulis mengulang-ulang kata kunci yang ditarget dengan harapan GoogleBot akan memberi rating tinggi pada artikel tersebut.

Hal ini seringnya berakhir dengan praktek keyword stuffing yang membuat pembaca jadi tidak nyaman.

Tenang saja, Anda akan mudah menemukan praktek keyword stuffing dilakukan oleh praktisi SEO dan penulis pemula. Artikel jenis ini banyak ditemukan untuk kata kunci yang umumnya memiliki volume rendah.

Memang, praktek ini masih berfungsi setidaknya di SERP Indonesia. Kenapa?

Tentu saja karena tidak ada artikel lain yang lebih layak untuk dipajang di halaman satu Google selain artikel keyword stuffing tersebut.

“Keyword stuffing itu praktek masa lalu. Haramkan keyword stuffing dan mulai main cantik.”

Aicha Mahavikri - Wordpixels Creative

Dalam penulisan artikel SEO berbahasa Inggris atau Jerman yang saya ketahui, praktek ini sudah tidak bisa menembus halaman satu karena begitu banyaknya artikel lain yang berkualitas.

Dalam menulis artikel SEO, pikirkanlah pembaca manusia. Tulislah untuk mereka, lalu optimasikan sebaik mungkin untuk GoogleBot.

Jangan terlalu fokus dengan kata kunci.

Jadikan tujuan Anda menulis artikel SEO adalah untuk menyampaikan informasi pada pembaca, mempengaruhi pembaca, dan membuat pembaca mengenang tulisan Anda dan kembali lagi.

Artikel yang baik akan selalu diingat oleh pembaca dan besar kemungkinan pembaca akan kembali lagi mencari halaman Anda, atau memasukan halaman artikel SEO Anda kedalam Bookmark.

Cara Menulis
Artikel SEO

Setiap orang memiliki cara masing-masing ketika menulis artikel SEO. Bagi saya pribadi, ada 10 langkah yang harus Anda lakukan untuk menciptakan artikel dengan aturan main SEO yang benar.

Saya harap, Anda sudah memahami pondasi-pondasi penting untuk menulis artikel SEO dengan membaca pembahasan di atas.

Ketika Anda sampai pada bagian ini, Anda sudah membaca lebih dari 2.000 kata tulisan saya, dan Anda pantas mendapatkan selamat.

Selamat, ya? Anda rajin membaca dan cermat.

Keduanya adalah kunci utama menjadi penulis sukses. Tidak hanya penulis artikel SEO, setiap penulis dituntut untuk banyak baca dan menyerap sebanyak mungkin ilmu yang bisa diperoleh.

Nah, sekarang Anda bisa mengikuti langkah-langkah saya ketika membuat artikel SEO.

Sekadar informasi saja, saya ini bukan mastah. Saya hanya individu yang suka membaca dan menulis. Kebetulan, saya juga suka internet.

Kalau Anda tanya, “Artikel SEO apa buatan Mbak yang sudah ada di halaman satu?” mungkin sekali bahwa saya tidak bisa jawab

Selain karena saya tidak menggunakan nama asli untuk artikel pesanan yang saya tulis, saya tidak bisa membuktikan bahwa artikel SEO yang saya tulis berhasil tembus halaman satu karena itu artikel SEO saya.

“Artikel SEO bisa masuk di halaman satu bukan hanya karena penulisnya, tapi juga karena kerja bagian teknis web, pemasaran, dan desain grafis.”

Aicha Mahavikri - Wordpixels Creative

Artikel bisa berada di halaman satu Google karena usaha banyak orang, bukan hanya karena penulisnya saja. 

Tidak layak kalau saya mengklaim bahwa saya mastah SEO hanya karena beberapa artikel yang saya tulis masuk halaman satu.

Ada banyak kerja keras orang lain di sana. 

Mulai dari kerja keras web developer yang menjaga kualitas website, bagian pemasaran yang memasarkan konten di media sosial, hingga bagian desain grafis yang membuat konten fotografi dan digital.

Saya bisa membagikan cara menulis artikel SEO ini pada Anda karena inilah praktek yang saya gunakan. Buktinya bisa Anda lihat di beberapa konten blog ini yang meraih halaman satu karena website ini sepenuhnya saya kelola mandiri.

Tentu, masih banyak praktek lain yang tidak saya sebutkan.

Tapi, 10 langkah di bawah ini sudah lebih dari cukup untuk menembus halaman satu SERP Google untuk kata kunci dengan persaingan rendah hingga menengah.

Artikel SEO berperan sebagai konten kunci untuk website yang menggunakan internet sebagai sumber pendapatan utama mereka. 

Baik berupa leads, traffics, atau konversi, website yang ada di Internet memerlukan konten SEO. 

Nah, bagaimana Anda bisa menulis artikel SEO dengan tepat?

#1 Riset Kata Kunci

Saya menggunakan Ahrefs karena user interface yang mudah, modern, dan fitur yang cukup lengkap.

Menurut saya, Ahrefs memiliki database yang lengkap dan akurat untuk kata kunci sejumlah negara Eropa dan Amerika. Namun untuk Indonesia, database Ahrefs tidak terlalu akurat.

Oleh karena itu, jika Anda tidak punya akun Ahrefs, gunakan saja tools kata kunci yang gratis seperti Ubersuggest milik Neil Patel (gratis jika Anda daftar dan kuota dibatasi), atau gunakan Keyword Surfer untuk ekstensi Google Chrome.

Selain itu, Google sendiri menawarkan Google Keyword Planner yang bisa Anda coba jika Anda mendaftarkan diri di Google Ads.

Menurut saya, Google Keyword Planner mudah dipakai, akurat, dan masuk akal karena merupakan milik Google Sendiri.

Ada juga cara yang lebih sederhana, yaitu menggunakan Google sendiri. Berikut ini adalah contoh jika Anda menggunakan Google untuk mencari kata kunci.

Riset Kata Kunci dengan Google
Riset kata kunci untuk artikel SEO dengan mesin pencari Google

Cukup masukkan kata kunci utama yang ingin Anda bidik, lalu Google akan menampilkan kata kunci yang dicari oleh pengguna internet.

Kekurangannya, Anda tidak bisa melihat volume pencarian.

Tools

Keyword Difficulty

Search Volume

Metrik Kompetitor

Gratis?

Google Search

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Ya

Google Keyword Planner

Ada, tapi bukan untuk SEO

Ada

Tidak ada

Ya

Keyword Surfer

Ada

Ada

Ada

Ya

Ubersuggest

Ada, kurang akurat

Ada

Ada

Ya, terbatas

Ahrefs

Ada, cukup akurat

Ada

Ada

Tidak

#2 Lihat Persaingan Kata Kunci

Ketika menggunakan Ahrefs, Anda bisa melihat Keyword Difficulty dimulai dari 0 hingga angka yang lebih tinggi. 

Semakin tinggi angkat tersebut, semakin sengit persaingannya dan kecil kemungkinan Anda bisa menembus halaman satu untuk kata kunci tersebut.

Kalau website Anda masih baru dan baru saja dibuat, Anda sebaiknya menarget kata kunci dengan Keyword Difficulty dibawah 15 dengan volume pencarian dibawah 200.

Memang, banyak mastah SEO yang mengatakan bahwa volume pencarian sebaiknya minimal 1.000 dan di bawah itu sebaiknya tidak digarap.

Nah, dengan alasan itulah saya menyarankan Anda untuk menarget kata kunci di bawah 1.000 kata karena kata kunci tersebut tidak ditarget oleh praktisi SEO sehingga kompetisi lebih rendah dan peluang Anda ranking lebih tinggi.

Jika Anda mengincar kata kunci dengan volume pencarian di atas 1.000, Anda akan memerlukan usaha lebih untuk sekedar tembus halaman satu Google.

Akan lebih baik jika Anda fokus pada volume kecil sambil mengasah kemampuan Anda menulis artikel SEO. Ini akan lebih baik karena dengan begitu, website Anda akan mendapat pengunjung meskipun sedikit.

Jangan remehkan visibility.

#3 Analisis 5 Halaman Teratas Google

Setelah Anda menentukan kata kunci yang Anda target, masukkan kata kunci tersebut ke Google dan buka seluruh laman yang ada di halaman satu.

Lihat bahasan mereka dan catat. Ini berguna untuk mengumpulkan ide menulis artikel SEO yang akan Anda buat dan menyusun kerangka.

Halaman Pertama Google
Jadikan lima halaman pertama Google sebagai acuan Anda dalam menulis artikel SEO

Selanjutnya, analisis 5 halaman teratas dan lihat berapa banyak kata yang ada dalam artikel mereka. Lihat seberapa detail dan lengkap bahasan mereka.

Jadikan kelima halamn tersebut acuan Anda dalam membuat artikel SEO. Bahas topik tersebut lebih mendalam, buat artikel SEO dengan jumlah kata lebih banyak, dan berikan ide atau pendapat orisinil Anda tentang topik tersebut.

Google tidak akan menerima artikel duplikat atau artikel yang hanya diambil dari beberapa laman lalu dijadikan satu.

Artikel scrapping tanpa pendapat orisinil Anda tidak akan berhasil merajai halaman satu mesin pencari.

#4 Mulai Menulis

Setelah Anda dapat acuan, ide, dan kerangka tulisan, sekarang saatnya menulis artikel SEO pertama Anda.

Pertama, buatlah judul. Temukan judul semenarik mungkin. Anda bisa menggunakan angka untuk membuat judul.

Selanjutnya, buat subjudul untuk memisah tulisan agar lebih mudah dibaca. Usahakan untuk setiap subjudul agar tidak lebih dari 300 kata.

Nah, sekarang, menulis 1.000 kata memang tidak mudah.

Cara yang saya gunakan adalah membuat judul, subjudul, dan menulis poin-poin inti yang akan saya bahas hingga bagian penutup.

Lalu, pada tiap judul dan subjudul tersebut, saya hanya menulis sebanyak 300 kata.

Lebih ringan, kan?

Tak terasa, Anda akan menulis 3.000 kata dalam sekali duduk.

Ketika menulis, jangan pedulikan tata bahasa. Tulis semua yang ada dalam pikiran Anda. Biarkan typo, biarkan kesalahan, jangan berhenti untuk mengoreksi tulisan Anda.

Ketika Anda berhenti dan memikirkan kembali tulisan Anda, artikel SEO Anda tidak akan selesai. Saya jamin!

Sudah, tulis saja. Biarkan mengalir. Menulislah dengan bebas.

#5 Penuhi Panjang Artikel

“Berapa panjang artikel SEO yang disarankan?”

Tidak ada jawaban pasti. Tiap praktisi SEO punya jawaban masing-masing.

Saya pernah menemukan artikel yang tampil di halaman satu Google memiliki kurang dari 100 kata. Kalau tidak percaya silakan buka Google dan ketik kata kunci “buyer persona”.

Anda akan menemukan artikel dari Hubspot yang kurang dari 100 kata di halaman satu.

Berapa Minimum Kata untuk Artikel SEO?

Tidak ada aturan pasti. Tapi umumnya, 1.700 kata adalah jumlah yang masuk akal untuk menjelaskan suatu topik dengan cukup detail.

Pada dasarnya, semakin banyak kata semakin baik.

Namun, rata-rata artikel SEO yang ditawarkan oleh pada penyedia jasa umumnya mulai dari 300 kata. Jumlah kata yang paling sering dipesan berkisar antara 800 sampai 1.000 kata.

Jika Anda berhasil membuat artikel SEO dengan jumlah kata lebih banyak dari rata-rata 5 halaman teratas Google, kesempatan Anda lebih tinggi.

Pembaca lebih suka menemukan semua informasi yang mereka butuhkan dalam satu halaman dibandingkan dengan informasi yang terbagi-bagi.

Mungkin akan ada mastah SEO yang bersilang pendapat dengan saya, tapi tidak apa-apa. Anda bebas mengikuti aliran yang mana saja selama masih mengikuti aturan main SEO.

Gunakan halaman pertama Google sebagai acuan panjang artikel dan jumlah kata Anda. Gunakan tiga atau lima halaman pertama sebagai acuan kualitas tulisan Anda dan buat artikel SEO Anda lebih baik daripada mereka.

Saya sendiri umumnya menulis 3.000 sampai 4.000 kata untuk artikel bahasa Inggris dengan persaingan medium. Sedangkan untuk bahasa Indonesia dengan persaingan menengah, saya menulis 1.700 sampai 2.000 kata.

Tapi sebenarnya, saya tidak terlalu terpaku pada jumlah kata. Fokus saya adalah informasi apa yang dibutuhkan pembaca dan informasi apa yang relevan untuk saya masukkan.

Oleh karena itu biasanya saya menulis lebih dari jumlah kata yang saya target.

#6 Pikirkan Pembaca Anda

Terkait poin menulis artikel SEO nomor enam, Anda harus menitikberatkan tulisan Anda pada pembaca. 

Artikel SEO Anda harus reader-oriented daripada robot-oriented.

Banyak penulis artikel SEO pemula (bahkan mastah) yang terjebak di sini. Mereka terlalu fokus pada GoogleBot hingga lupa bahwa untuk manusialah mereka menulis.

Untuk menjadi penulis SEO di atas rata-rata Anda harus menulis dengan memikirkan pembaca, lalu menyesuaikan SEO Anda dengan pembaca.

Bukan sebaliknya.

Anda pasti pernah menemukan artikel yang tidak nyaman dibaca dengan judul yang terlalu dipaksakan.

Itulah artikel SEO yang tidak menempatkan pembaca pada tempat seharusnya.

#7 Berikan Bahasan Spesifik

Artikel SEO yang berhasil menembus halaman satu adalah tulisan-tulisan yang menjawab pertanyaan pembaca dengan spesifik.

Tulisan tersebut memberi bahasan spesifik, tepat sasaran, dan meraih goal yang ingin diraih oleh pengguna ketika mereka memasukkan kata kunci tersebut ke Google.

Misanya, jika Anda membahas topik soal tempat wisata di Yogyakarta, selain menyebutkan nama-nama pantai, Anda bisa menjelaskan harga tiket masuk, jam operasional, aturan pantai, himbauan, hingga langkah-langkah preventif yang mungkin berguna bagi wisatawan.

Kebanyakan penulis tempat wisata hanya membahas keindahan dan harga tiket masuk saja. Syukur-syukur ada yang membahas jam operasional. 

Padahal, pembahasan tersebut sangat berguna. Termasuk makanan yang mungkin ditemukan di pantai tersebut beserta harga dari warung-warung setempat.

Apalagi jika Anda membahasan aturan dan himbauan dari dinas pariwisata setempat ketika mengunjungi tempat wisata tersebut.

Artikel SEO Anda akan dinilai punya nilai lebih oleh GoogleBot!

#8 Teknik Rahasia

Teknik rahasia satu ini hanya bisa dipraktekkan oleh penulis artikel SEO yang berani menggali lebih dalam soal topik yang mereka bahas.

Karena tanpa pembahasan mendalam, Anda tidak akan bisa menggunakan teknik ini.

Apa itu?

Yaitu menggunakan istilah-istilah eksklusif yang hanya bisa digunakan untuk topik tersebut.

Inilah cara GoogleBot membedakan artikel berkualitas dan artikel kaleng-kaleng.

Artikel berkualitas akan menggunakan istilah ekslusif yang hanya akan digunakan oleh penulis yang benar-benar mengerti soal topik yang mereka tulis.

Artikel kaleng-kaleng bersifat lebih umum dan tidak akan membahas lebih dalam, alias hanya kulitnya saja.

Guru saya menyebut teknik ini dengan istilah positive and negative footprints.

Positive footprints berguna untuk memberitahu GoogleBot apa isi bahasan artikel SEO Anda dengan menggunakan istilah-istilah yang berkaitan dengan topik yang Anda bahas.

Negative footprints bertujuan untuk memberikan nilai lebih pada artikel Anda.

Sebagai contoh, jika Anda menulis soal cara perawatan wajah, Anda bisa menggunakan kata-kata seperti lapisan epidermis, dermis, kelenjar minyak, kolagen, atau sebum sebagai negative footprint Anda.

#9 Editing Tanpa Ampun

Setelah Anda menulis dengan bebas sebebas-bebasnya, sekarang saatnya Anda menjadi editor kejam bagi tulisan SEO Anda sendiri.

Perbaiki kesalahan penulisan, perbaiki tata bahasa, perbaiki diksi Anda, dan jangan biarkan ada kesalahan sedikitpun. 

Kalau tulisan Anda berbahasa Inggris, Anda bisa gunakan Grammarly untuk memeriksa tulisan Anda.

Kalau tulisan Anda berbahasa Jerman, Anda bisa gunakan Language Tool.

Kalau artikel SEO Anda berbahasa Indonesia, Google Docs memiliki fitur yang sudah sangat cukup untuk memeriksa typo dan diksi.

Susun kembali kalimat-kalimat Anda dan ubah urutan paragraf agar tulisan Anda runut.

Biasanya, saya menulis gaya dengan bebas selama satu hari, lalu hari berikutnya saya edit, lalu hari terakhir saya baca lagi sebelum saya serahkan ke pemesan.

Kadang, saya baca tulisan saya dengan suara keras agar jika ada paragraf atau kalimat yang aneh, bisa saya kenali.

Tapi kadang, tidak juga saya kenali. Ini murni karena saya berbicara tiga bahasa dan sering menggunakan tata bahasa Jerman atau Inggris ke dalam artikel bahasa Indonesia saya.

Duh, jadi curhat.

“Write like Gandhi, edit and publish like Stalin. Write freely, edit mercilessly.”

Aicha Mahavikri - Wordpixels Creative

Tips editing yang baik adalah, Anda menulis hari ini, edit esok hari, lalu jangan sentuh tulisan Anda selama tiga hari. Barulah di hari keempat, Anda baca lagi.

Kalau di hari keempat Anda tidak bisa memahami kemana arah tulisan Anda, maka Anda harus perbaiki lagi.

Oleh karena itu, artikel SEO yang berkualitas harganya tidak murah. 

Umumnya, saya memerlukan waktu 1-2 hari saja untuk menulis satu artikel bahasa Inggris sepanjang 4.000 kata, namun perlu waktu hingga satu minggu sebelum saya serahkan ke klien.

Waktu tersebut saya gunakan untuk editing dan memeriksa apakah tulisan saya make sense.

#10 Editing Artikel SEO untuk Hummingbird

Hummingbird adalah pembaruan algoritma Google yang berguna untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan pengguna internet di Google.

Langkah terakhir ini Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca.

Perhatikan contohnya berikut ini

Kata kunci: “bagaimana menjaga kebersihan udara”,
Jawaban: “untuk menjaga kebersihan udara…”

Kata kunci: “restoran di Yogyakarta”
Jawaban: “berikut ini adalah 10 restoran terbaik di Yogyakarta”

Kata kunci: “masker wajah”
Jawaban: “Masker wajah pilihan kami adalah…”

Kata kunci: “review iPhone 11”
Jawaban: “kesimpulannya, performa iPhone 11…”

Gunakan jawaban-jawaban di atas dalam menulis artikel SEO Anda.

#11 Bonus

Bagi Anda yang membaca sampai sini, saya berikan tiga trik bonus tambahan. Tidak mudah untuk membaca seluruh tulisan saya di atas dan Anda baru saja melakukannya.

Oleh karena itu, saya berikan bonus ini untuk Anda karena Anda layak mendapat selamat dari saya.

Untuk meningkatkan kualitas artikel SEO Anda, tambahkan ringkasan di awal atau di akhir artikel.

Akui saja, memang banyak pembaca yang malas membaca seluruh isi artikel. Jadi, Anda sebaiknya menyediakan versi singkat dari pembahasan Anda baik di awal atau di akhir artikel.

Selanjutnya, Anda bisa mengubah artikel yang panjang tersebut menjadi PDF, lalu memberikannya secara gratis pada pembaca jika mereka memasukkan alamat e-mail atau subscribe.

Anda bisa menggunakan alamat e-mail mereka nantinya untuk menjual produk atau mengiklankan konten baru Anda.

Selain itu, Anda sebaiknya menambahkan daftar isi pada artikel SEO Anda untuk memudahkan pembaca dengan navigasi konten halaman.

Jika Anda menerapkan trik bonus ini ditambah dengan 10 langkah menulis artikel SEO yang saya jabarkan diatas, Anda pasti bisa menembus halaman satu Google dengan kata kunci persaingan rendah atau menengah.

Tentunya, masih ada elemen lain yang menentukan posisi artikel Anda, tapi sebaiknya, perlahan-lahan Anda pelajari aritkel ini dan mulai praktekkan.

Setelah paham, baru perluas ilmu menulis artikel SEO Anda dengan backlinks, guest post, content syndication, social share, keyword cannibalization, dan lain-lain.

Menulis Artikel SEO
yang Dibayar

Untuk menjadi penulis artikel SEO dan menemukan klien yang bersedia membayar, Anda sebaiknya memiliki portofolio tulisan yang enak dibaca.

Bayaran yang Anda terima untuk artikel bahasa Indonesia mungkin bisa dimulai dari Rp 15.000 untuk 1.000 kata. 

Namun semakin Anda memiliki pengalaman dan jam, terbang tinggi, Anda bisa mematok harga lebih tinggi untuk menulis artikel SEO.

Tentu saja ini juga bergantung pada topik dan industri yang Anda dalami. Misanya jika Anda menulis soal hukum, kesehatan medis, dan keuangan, Anda bisa mematok harga tinggi karena topik tersebut memerlukan pengetahuan luas.

Jika Anda bisa menulis artikel SEO dengan bahasa asing, tentu pendapatan Anda sebagai penulis bisa lebih tinggi daripada rekan-rekan sesama penulis.

Untuk artikel bahasa Inggris, Anda bisa mematok harga rata-rata $5 untuk 1.000 kata. 

Tapi kalau tulisan Anda memang berkualitas dan tidak seperti penulis artikel SEO bahasa Inggris dari India, Pakistan, atau non English-Speaking country lainnya, Anda bisa mematok harga lebih tinggi seperti $10 sampai $20 per 1.000 kata.

Kalau bahasa Inggris Anda sudah seperti penutur asli, Anda bisa dengan mudah mendapat $50 untuk setiap 1.000 kata yang Anda tulis.

Nah, jika Anda pandai berbahasa Jerman dan tinggal di Indonesia, Anda tak perlu kerja rodi untuk bisa punya penghasilan Rp 3.000.000 per bulan.

Artikel SEO bahasa Jerman like native dihargai 250 Euro atau sekitar Rp 4.000.000 untuk 2.000 kata.

Semurah-murahnya artikel SEO bahasa Jerman per 1.000 kata dihargai 60 Euro atau Rp 1.000.000.

Gurih sekali, ‘kan?

Tanya Jawab

Beberapa pertanyaan yang paling sering saya terima adalah tiga di bawah ini. Tentunya jawaban bisa bervariasi jika Anda bertanya pada praktisi SEO lainnya.

Berikut ini adalah jawaban versi saya. Jadi, akan situasional sekali dan mungkin yang Anda alami akan berbeda nantinya.

Apa Ada Cara Menulis Artikel yang Mudah?

Agar Anda bisa menulis artikel SEO dengan mudah, tentukan topik yang ingin Anda bahas, lalu buat seluruh sub judul untuk artikel Anda dengan lengkap.

Lalu, tulis 300 kata untuk setiap sub judul tersebut. Kalau misalnya Anda punya 3 sub judul saja, Anda sudah menulis 900 kata artikel SEO!

Berapa Lama Membuat Artikel SEO?

Durasi membuat artikel SEO bisa berbeda-beda. Anda mungkin perlu waktu lebih lama atau lebih cepat daripada saya.

Sekali duduk, saya bisa menulis 4.000 kata bahasa Inggris atau bahasa Indonesia untuk topik yang saya kuasai, tapi hanya mampu menulis 1.500 kata bahasa Jerman.

Lama penulisan artikel SEO juga bergantung pada seberapa baik penguasaan Anda terhadap topik yang Anda tulis. 

Misanya, untuk menulis artikel berkaitan dengan SEO, saya memerlukan 3 jam untuk menulis artikel ini.

Untuk menulis artikel SEO tentang psikologi pedagogik, saya perlu satu hari untuk membaca, mencari referensi, dan membuat kerangka. Barulah hari berikutnya, saya perlu satu hari lagi untuk menulis 3.000 sampai 4.000 kata.

Umumnya, saya mampu menyelesaikan 2 sampai 3 artikel SEO bahasa Inggris dalam satu minggu. Tapi artikel tersebut masih harus masuk ke proses editorial dan di-review oleh Ahlinya.

Berapa Harga Artikel SEO?

Rata-rata artikel bahasa Indonesia berkisaran di Rp 30.000 per 1.000 kata. Sedangkan bahasa Inggris berkisar di Rp 60.000 per 1.000 kata.

Tapi, artikel yang berkualitas ada di harga Rp 100.000 per 1.000 kata untuk bahasa Indonesia. Sedangkan untuk bahasa Inggris ada di harga Rp 175.000 per 1.000 kata.

Saya selalu menyarankan pemilik web untuk memesan artikel yang sekalian berkualitas karena konten artikel SEO yang pantas dibaca dan informatif adalah aset jangka panjang.

Jika konten website tersebut bagus, maka akan mendapat banyak perhatian dan menjadi rujukan bagi penulis-penulis lain.

Tentunya ini membawa publikasi yang baik dan brand website akan semakin dikenal.

Penutup

Perjalanan Anda untuk menulis artikel SEO masih panjang. Apalagi kalau Anda baru saja selesai membaca artikel panduan ini.

Anda masih harus mempraktekkan apa yang saya tulis di sini, lalu menunggu hasil artikel Anda.

Jangan khawatir. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil.

Selama Anda mengikuti aturan main SEO dan menjadi penulis berakhlak yang tidak sekadar copy paste atau mengutip tanpa menyertakan sumber, hanya masalah waktu hingga Anda menjadi penulis artikel SEO yang dikenal.

Terus menulis dan jangan menyerah, ya?

Bagikan artikel & ilmu bermanfaat
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on linkedin
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

© 2020 till beyond | Worpixels Creative Agency

×

Topik Bahasan