Categories
Blog Copywriting Featured

Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2

NLP atau Neuro-Linguistic Programming banyak digunakan dalam bisnis, penjualan, dan internet marketing, terutama copywriting. Metode NLP banyak diterapkan dalam direct-response copywriting, content-writing, halaman website, atau blog.

NLP Copywriting dalam Membuat Iklan
Copywriting menggunakan prinsip NLP yang membuat setiap tulisan memiliki tujuan

Siapapun Anda dan apapun yang Anda lakukan, NLP bisa meningkatkan performa Anda di berbagai bidang. Termasuk bisnis, marketing, pendidikan, politik, seni, dan bidang lainnya yang melibatkan interaksi sesama manusia.

Memiliki kemampuan NLP dapat membantu karir Anda menanjak.

Dalam bidang personal development, NLP banyak digunakan oleh coach untuk membantu mengatasi masalah pribadi atau membantu satu kelompok untuk meraih tujuan.

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang NLP untuk copywriting bagian pertama. Lima trik copywriting NLP sebelumnya bisa Anda pelajari dan praktekkan terlebih dulu. Setelahnya, Anda bisa mempelajari lima trik berikutnya.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

NLP #6 – Copywriting Menanamkan Perintah

Teknik NLP ke-enam adalah embedded commands atau perintah tertanam, yaitu perintah yang terdapat dalam satu kalimat panjang yang ditandai dengan suara, intonasi bicara, atau isyarat tubuh.

Embedded commands termasuk salah satu teknik NLP yang paling populer. Teknik ini memuat kalimat langsung yang bersifat deklaratif, dan memberitahu pembaca apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipikirkan.

Menariknya, kata perintah tersebut tidak terlihat secara langsung. Dengan kata lain, kata perintah tersebut tersembunyi di dalam kalimat.

Struktur kalimat embedded commands menyampaikan “pesan rahasia” ke dalam pikiran bawah sadar pembaca secara halus.

Contoh:
“Jangan pikirkan tentang kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga ibu.”

Saya jamin, saat ini, Anda pasti sedang memikirkan kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga.

Contoh:
“Kalau suka baca, kamu pasti punya segudang ilmu yang teman-teman kamu nggak tahu. Kamu setuju, nggak?.”

Dalam kalimat contoh di atas, pesan tersembunyinya adalah alam bawah sadar Anda yang menjawab “Setuju!”

Berikut ini adalah contoh NLP untuk menanamkan perintah ke lawan bicara atau pembacara yang bisa Anda coba. Saya dan suami sering sekali menggunakan teknik ini pada satu sama lain dan berakhir dengan kalimat “I see what you did there” dan sama-sama tertawa.

Nah, coba Anda identifikasi, pesan rahasia apa yang ingin disampaikan dalam kalimat di bawah ini.

Contoh:
1) “Sayang, ingat nggak? Waktu Mama mau dateng, kita bersih-bersih dapur sampai mengilap.”
2) “Kira-kira nyuci baju berapa lama, ya? Coba cek, yuk. Seberapa lama, sih?”
3) “Terus, temen aku beliin istrinya cincin yang ada motif hatinya. Cantik banget, deh!”
4) “Habis itu, Mama bilang ke Mas Andri, aku traktir makan siang di restoran aja.”

Silakan Anda tebak pesan tersirat yang ada di masing-masing kalimat di atas. Jika sudah, jawabannya ada di kalimat berikut ini.

Pesan rahasia kalimat pertama adalah ayo bersih-bersih dapur. Pada kalimat kedua, pesan rahasianya berupa cuci baju. Pada kalimat ketiga, beliin aku cincin juga, dong. Sedangkan pada kalimat terakhir, traktir makan siang.

Dalam percakapan, Anda bisa bermain-main dengan gestur tubuh, intonasi bicara, dan kapan berhenti dalam kalimat.

Lalu, bagaimana menggunakan teknik ini dalam penulisan copywriting?

Penggunaan NLP Embedded Commands dalam Copywriting

Mengaplikasikan teknik NLP ini dalam penulisan seperti copywriting, content writing, atau blog sama sekali tidak sulit.

Pada bagian kalimat yang menjadi embedded commands, Anda bisa membuat kata-kata tersebut berbeda. Caranya dengan memperbesar ukuran font, perbedaan spasi, warna, cetak miring, huruf kapital, garis bawah, cetak tebal, apa saja!

Contoh:
“Jika Anda subscribe ke blog ini, Anda akan mendapatkan rahasia-rahasia ampuh dan jurus-jurus terbaru tentang marketing dan copywriting.”

Buat embedded commands Anda menarik perhatian dengan berbagai cara yang Anda punya.

Penggunaan teknik ini adalah salah satu penyebab kenapa tulisan copywriting tidak selalu bisa mengikuti PUEBI.

Karena tujuan copywriting adalah aksi yang berujung pada sales dan mendatangkan profit.

NLP #7 – Pacing and Leading

Pacing and Leading umum digunakan sebagai metode untuk membangun keakraban. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bisa menggunakan teknik ini dengan tepat.

Teknik NLP Pacing and Leading ini dimulai dengan menyamakan langkah Anda dengan lawan bicara. Selanjutnya, Anda membangun keakraban dan hubungan dengannya. Di bawah ini adalah cara Anda menerapkan pacing and leading.

  • Mirroring: Meniru fisiologi, gestur tubuh, dan aksi yang lawan bicara lakukan
  • Matching: Meniru aksi lawan bicara secara tidak langsung
  • Paraphrasing: Ucapkan kembali kalimat yang lawan bicara ucapkan, tapi dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Parroting: Mengulangi kalimat lawan bicara.
  • Agreeing: Menunjukkan bahwa Anda memiliki pemikiran yang sama dengan lawan bicara.
  • Similarity: Menunjukkan bahwa Anda dan lawan bicara memiliki kemiripan dalam satu-dua hal.
  • Truth: Menyatakan hal yang saat itu memang benar dan tidak bisa dibantah.

Kemudian, setelah lawan bicara merasa bahwa Anda “sejalur” dengan mereka, Anda bisa memimpin (leading) mereka kemanapun Anda inginkan.

Bisa saja Anda memimpin mereka untuk pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu. Tapi biasanya, tujuan yang ingin dicapai adalah proses berpikir dan kata-kata yang keluar dari lawan bicara Anda, agar mereka mendengarkan apa yang Anda katakan dan berubah pikiran.

Contoh:
“Iya, kamu bener. Kita harus pindah kontrakan. Nah, kira-kira kita pindah ke mana yang lebih praktis? Menurutku, sih, kita perlu tinggal di daerah yang nggak jauh-jauh banget. Sekitar 20 menitan kalau kemana-mana.”

“Terima kasih sudah menghubungi saya malam ini. Saya yakin, Anda pasti punya banyak pertanyaan. Saya juga dulu pernah di situasi yang sama, dan saya di sini ingin membantu Anda. Mari kita duduk dan pelajari situasinya.”

“Sama, lah. Aku sama kamu. Aku juga kaget. Tapi coba, deh. Kita udah lama nggak ketemu. Emang ide bagus, sih, kalau kita main lebih sering. Kamu hari Sabtu besok ngapain?”

Teknik NLP ke-tujuh ini tentunya lebih mudah diaplikasikan dalam copywriting. Saya yakin, Anda sering menemukan teknik pacing and leading dalam direct-response copywriting yang biasanya cukup panjang.

Penggunaan NLP Pacing and Leading dalam Copywriting

Pacing and leading bisa diterapkan dalam copywriting yang singkat, namun memiliki pendekatan yang sedikit berbeda.

Ketika menggunakan teknik NLP pacing and leading dalam copywriting, tujuan Anda adalah membangun hubungan dengan pembaca dengan mengikuti waktu, proses berpikir, dan fakta atau ekspektasi masa depan.

Contoh:
“Ketika Anda membaca ini, bayangkan cucu-cucu Anda bermain di kolam renang. Mereka melompat ke kolam renang dan bermain seluncur dengan bahagia. Dan saat itu, Anda akan bersyukur bahwa Anda merawat kesehatan dengan sangat baik hingga bisa merasakan kebahagian mereka di usia yang tak lagi muda.”

“Anda lihat iklan ini, meng-klik dan mengunjungi website ini, dan ini adalah langkah final sebelum Anda menginjakkan kaki dan berdiri di pasir pantai dengan deru ombak dan angin tropis yang sejuk.”

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

NLP #8 – Ciptakan Gambaran

Teknik Neuro-Linguistic Programming satu ini sudah banyak dipraktekkan oleh praktisi pemasaran. Selain karena cara kerjanya yang tepat sasaran, gambar atau ilustrasi memang lebih mudah menarik perhatian daripada tulisan.

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik ini untuk menggambarkan dengan gambar atau ilustrasi mengenai apa yang akan mereka dapatkan setelah mereka menggunakan produk atau jasa Anda.

Contoh paling mudah adalah iklan produk peninggi badan, pelangsing badan, pemutih muka, dan berbagai produk yang umumnya berkaitan dengan visual seseorang.

Eh, tapi jangan salah. Anda juga bisa menggunakan teknik satu ini untuk layanan jasa pembuatan website misanya.

Anda bisa menyandingkan dua gambar sebelum dan sesudah menggunakan jasa website Anda.

Mudah, ya?

NLP #9 – Menggunakan Tokoh sebagai Referensi

Teknik NLP ini juga sudah banyak digunakan baik dalam copywriting atau strategi pemasaran di berbagai media.

Umumnya, tokoh diwujudkan dalam bentuk brand ambassador. Anda tentu pernah melihat tokoh yang berada di niche yang Anda geluti menjadi brand ambassador suatu merek.

Bentuk polesan yang lebih halus adalah dengan product placement di film atau sinetron. Anda bisa menemukan teknik ini dengan mudah di berbagai sinetron Indonesia seperti Tukang Ojek Pengkolan atau film animasi luar seperti Ralph Breaks the Internet.

Dalam penulisan, Anda bisa menggunakan teknik ini untuk hal serius atau lucu-lucuan.

Contoh:
1) “Lakukan apa yang Jackie Chan lakukan… Minum satu gelas air setiap pagi.”
2) “Lee Min Ho (tidak) pernah Laundry di sini.”
3) “Membaca blog Wordpixels Creative adalah kegiatan saya setiap pagi. – J. R.R. Tolkien”

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

NLP #10 – Generalisasi

Kalau Anda sudah lama menulis, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi apa itu generalisasi.

Dalam NLP, generalisasi dikenal karena menggunakan kata-kata seperti semua, tidak pernah, selalu, semua orang, dan tidak ada atau tidak seorangpun.

Contoh yang sering Anda dengar misalnya, “semua politikus itu jahat”, “cewek nggak bisa nyetir”, “orang Jogja lemah lembut.”

Ketika menggunakan teknik NLP ini dalam copywriting, Anda dituntut untuk menggunakan generalisasi, lalu membuat pembaca yang kebetulan membaca copy Anda merasa spesial.

Contoh:
1) “Kesalahan Blogger Pemula. Jangan jadi seperti mereka!”
2) “Semua orang ingin menjadi copywriter tanpa memahami 5 hal penting ini.”
3) “Tidak ada teknik copywriting yang lebih mematikan daripada ini. Segera pelajari agar Anda menjadi profesional.”

NLP Copywriting Memerlukan Waktu

Neuro-Linguistic Programming digunakan sebagai keahlian pelengkap yang mendorong banyak orang agar menjadi sukses seperti sekarang. Tidak ada salahnya mempelajari NLP untuk mempertajam keahlian copywriting Anda.

Memang, tidak ada jalan pintas untuk menjadi copywriter handal yang mampu menghasilkan sales ratusan juta rupiah dengan satu winning copy. Mempelajari NLP bisa menjadi aset Anda di masa depan. Bahkan ketika Anda sudah tidak menulis, keahlian NLP bisa Anda alihkan untuk pekerjaan lain selain copywriting.

Artikel ini mengakhiri topik bahasan tentang Neuro-Linguistic Programming (NLP) bagian ke-dua dan penerapannya dalam copywriting. Tapi tanpa saya sebutkan, sebenarnya akan ada banyak artikel di masa depan mengenai copywriting yang sebenarnya berkaitan dengan NLP.

Jangan terpaku dengan istilah. Selama ilmu yang Anda peroleh mampu memberikan manfaat bagi Anda dan orang lain, lakukan dan praktekkan saja.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Categories
Blog Content Marketing Copywriting

Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategy

Meski tak banyak diketahui, ada perbedaan mendasar antara content writing, copywriting, dan content strategy. Ketiganya memiliki peran penting dalam internet marketing dan sama-sama dibutuhkan oleh siapa saja yang ingin sukses di dunia digital. Kenali perbedaan ketiganya dan Anda sudah melangkah lebih dekat untuk sukses di Internet.

Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
Content writing, copywriting, dan content startegy memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama berada dalam lingkup internet marketing

Kalau diibaratkan, perbedaan content writing dan copywriting tidak sejauh apple dan jeruk. Perbedaan keduanya lebih seperti jeruk nipis dan jeruk limau. Meskipun content writing dan copywriting memiliki peran berbeda, keduanya saling melengkapi dan umumnya dijembatani oleh content strategist. 

Bagi Anda yang baru terjun di bidang penulisan mungkin masih belum terlalu memahami perbedaan istilah yang ada. Misalnya, Anda masih bertanya-tanya, apa sih perbedaan content writing, copywriting, dan content strategist?

“Bukankah content writing dan copywriting sama saja?”

Kebanyakan orang mencampuradukkan peran content writer dan copywriter. Malahan, beberapa copywriter mendapat pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh content writer, dan sebaliknya.

Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan antara ketiga profesi ini karena masing-masing content writer dan copywriter memiliki tantangan dan hambatan yang unik. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari perbedaan ketiganya.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan – Bag. #1
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

Tujuan Menulis

Perbedaan mencolok antara copywriting dan content writing adalah tujuan menulis yang ada dalam pikiran penulisnya. Tujuan copywriting adalah memberikan penawaran pada target pasar yang berujung pada penjualan. Content writing bertujuan untuk memberikan informasi, mengedukasi, dan menghibur target pasar.

Apa Tujuan Copywriting?

Copywriter menulis copy sebagai langkah persuasi bisnis dengan menggunakan kata-kata dan bahasa untuk meyakinkan pembaca agar segera melakukan aksi, entah itu membeli produk yang ditawarkan, mengunduh e-book, atau berinteraksi dengan brand.

Copywriting disebut juga sales writing karena umumnya digunakan di bidang periklanan, sales copy, email, iklan poster, digital ads, brosur, dan landing page.

Berbeda dengan content writing, copywriting menggunakan bahasa percakapan yang luwes, interaktif, dan sedikit memaksa dengan cara yang halus. Sebagai copywriter, Anda bisa memfokuskan diri untuk menulis deskripsi produk, SEO copywriting, atau direct response advertising.

Kalau Anda ingin menjadi copywriter dengan bayaran tinggi, fokuslah pada satu jenis industri yang spesifik. Pengetahuan Anda tentang industri tersebut sudah sangat mahal, ditambah dengan kemampuan Anda menulis copywriting, Anda bisa meraup jutaan rupiah plus royalti untuk satu kali menulis.

Apa Tujuan Content Writing?

Content writing adalah seni membuat konten yang mengedukasi, menghibur, dan memberi informasi. Dalam menulis content writing, Anda harus memiliki tujuan yang jelas di antara tiga tujuan tersebut. Content writing yang Anda tulis harus mewakili brand voice, mudah dibaca, ditonton, atau didengar.

Kualitas editorial content writing adalah fokus yang harus Anda perhatikan. Bagi beberapa brand dan publisher yang menggunakan data sebagai pondasi, content marketing adalah strategi bisnis perusahaan untuk menarik pasar dan calon pelanggan.

Content writer umumnya berpengalaman dalam strategi pemasaran online dan mampu membuat banyak konten untuk berbagai kanal seperti website, blog, media sosial, dan email. Konten yang mereka buat biasanya bertujuan untuk mempererat hubungan pembaca dan brand.

Artikel Terkait:
5 Teknik Menulis dengan Metode NLP untuk Copywriting Keren
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

Persamaan Copywriting dan Content Writing

Meskipun tujuan penulisan copywriting dan content writing berbeda, keduanya memiliki tujuan akhir yang sama. Copywriting dan content writing sama-sama berusaha mengkonversi pembaca menjadi pembeli, atau minimal, lead.

Persamaan kedua, copywriting dan content writing harus ditulis dengan baik. Seperti apa penulisan yang baik? Nah, kalau itu, tergantung dengan brand Anda. Apa yang menurut satu brand bagus, belum tentu bagus untuk brand Anda .

Salah-salah malah brand Anda akan menanggung akibat buruk dari penulisan yang tidak cocok.

Tulisan berkualitas tinggi ditentukan oleh kemampuan penulis untuk berinteraksi dengan pembaca melalui tulisan, dan cara yang penulis gunakan agar pembaca terus membaca sampai selesai.

Pekerjaan Copywriter dan Content Writer Berbeda

Copywriter menulis copy dan content writer menulis konten. Seorang copywriter adalah profesional yang membuat materi iklan, sedangkan content writer adalah siapa saja yang membuat konten. Deskripsi pekerjaan keduanya berbeda dan Anda akan memahaminya setelah ini.

Copywriter Profesional

Seorang copywriter profesional mendedikasikan pekerjaannya untuk menulis copy. Copy adalah tulisan iklan yang dibuat oleh copywriter. Bentuknya bisa macam-macam. Intinya, copywriter menulis materi iklan dan marketing dengan melibatkan persuasi dan psikologi penjualan.

Content Writer

Nah, content writer bisa jadi siapa saja. Anda tidak harus menjadi penulis profesional untuk bisa membuat konten. Siapapun bisa menulis, termasuk para ahli di bidang masing-masing, eksekutif muda, penulis, blogger, arsitek, programmer, CEO, perusahaan, dan lain sebagainya. Content writer terbaik pasti mengerti seni membuat konten berkualitas.

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

Macam-macam Tulisan Content Writing dan Copywriting

Sekarang, Anda mengerti perbedaan antara copywriting dan content writing. Copywriter membuat materi iklan, content writer menulis konten. Tapi, konten dan materi iklan seperti apa yang mereka buat?

Dulu, copywriting terbatas hanya pada pembuatan materi iklan saja. Tapi internet mengubah lingkup pekerjaan copywriter jauh dari sekedar membuat slogan-slogan lucu. Sekarang, copywriter menulis:

  • Iklan online dan offline
  • Slogan dan moto
  • Konten website
  • Konten SEO
  • Email marketing
  • Iklan komersial di TV atau radio
  • Video script
  • Press release
  • Katalog
  • Spanduk dan baliho
  • Brosur
  • Flyer
  • Sales letters
  • Direct mail letters
  • Jingle lyrics
  • Media sosial

Sekarang ini, peran copywriter memang bertumpukkan dengan content writer dan technical writer, tapi intinya sama. Yaitu menjual ide-ide tulisan Anda sebagai bagian dari kampanye iklan yang dijalankan perusahaan.

Sama seperti copywriter, content writer bisa menulis konten-konten di bawah ini:

  • Artikel
  • Blog post
  • Majalah dan koran
  • Email newsletters
  • E-Books
  • Buku
  • Media sosial
  • Podcast
  • Televisi
  • Film
  • Radio

Apa itu Content Strategy?

Setelah Anda mengetahui perbedaan dan persamaan content writing dan copywriting, sekarang Anda akan mengenal content strategy yang juga berjibaku dengan konten dan iklan.

Content strategist mengontrol arah strategi konten perusahaan. Sebagai content strategist, Anda diminta untuk memiliki pandangan kedepan mengenai jenis dan tipe konten yang dibutuhkan dan dimana Anda harus mempublikasikan konten tersebut.

Anda juga harus memastikan kualitas konten selalu konsisten dan diharapkan mampu meraih tujuan pemasaran sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. Untuk mempermudah pekerjaan content strategist, Anda bisa menggunakan tools untuk menganalisa konten agar Anda bisa membuat skala prioritas terkait format dan kanal distribusi konten-konten tersebut.

Content strategist bertugas untuk menciptakan strategi konten, mengatur proses tersebut, dan memaksimalkan hasil dalam jangka waktu tertentu. Kalau diibaratkan, content strategist memegang kendali kapal marketing sementara content writer membangun kepercayaan, dan copywriter mendongkrak penjualan.

Apa yang harus Anda tahu?

Semakin populernya internet di masa sekarang dan masa depan, segala jenis brand memerlukan copywriting dan content writing agar tetap segar, menarik pembaca, dan mampu mengubah pembaca menjadi pembeli.

Tanpa pembeli, perusahaan tidak bisa bertumbuh dan cepat mati. Jadi, ada banyak kesempatan bagi Anda yang ingin bergelut di bidang penulisan. Sebelum Anda mulai, ingat-ingatlah definisi ketiganya. 

Kalau Anda tahu di mana Anda sebaiknya berperan, maka Anda bisa bekerja dengan lebih efisien. Memang perlu waktu untuk melihat kecocokan, tapi tidak ada salahnya Anda mulai berlatih kecil-kecilan dengan membangun brand Anda.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Categories
Blog Content Marketing Copywriting

Buyer Persona: Cara Membuat & Contoh untuk Anda

Buyer Persona digunakan oleh pebisnis dan marketer profesional untuk menentukan target pemasaran agar iklan yang mereka buat bisa tepat mengenai sasaran. Bagi praktisi internet marketing dan pemilik usaha yang ingin berkembang, penting untuk menyusun buyer persona untuk menentukan target pembeli. Kenali dengan tepat, apa itu buyer persona.

Apa itu Buyer Persona dan Perannya dalam Internet Marketing
Buyer Persona memiliki peranan tinggi untuk menentukan kesuksesan Anda dalam Internet Marketing

Pebisnis, marketer profesional, dan copywriter pasti sudah mengenali apa yang dimaksud dengan Buyer Pesona. Bagi pemula, istilah ini mungkin masih terdengar asing.

Tidak perlu khawatir. Toh setiap profesional pasti dulunya pemula dan ini saat yang tepat untuk belajar tentang apa itu Buyer Persona dan bagaimana Anda bisa menerapkannya untuk bisnis Anda.

Dalam dunia bisnis, Buyer Persona adalah kunci yang dipakai oleh pebisnis atau Marketer untuk menentukan siapa yang akan menjadi konsumen produk supaya bisa mendapat keuntungan.

Kalau Anda menjalankan bisnis kecil, startup, maupun organisasi non-profit, buyer persona membantu Anda membuat copywriting sehingga Anda mampu scale-up lebih cepat dari kompetitor dengan menarget pembeli yang sudah Anda tentukan dan meningkatkan penjualan produk minimum dua kali lipat!

Anda bisa buat Buyer Persona untuk usaha apapun selama usaha Anda membutuhkan marketing dan profit. Entah jasa seperti salon kecantikan, bersih-bersih, laundry, atau penyedia produk jadi seperti jagung bakar, gorengan, baju muslim, kosmetik, skin care, guesthouse, aplikasi handphone, game… sebutkan saja!

Dalam copywriting, Buyer Persona bisa meningkatkan efektifitas suatu copy dan menghasilkan ROI minimum 10 kali lipat.

Di sini, saya akan membahas tentang pengenalan apa itu Buyer Persona, beberapa contoh yang dipakai dalam bisnis, dan langkah-langkah supaya Anda bisa mulai membuat persona untuk bisnis Anda.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

Apa itu Buyer Persona?

Buyer Persona adalah karakter semi-fiksional yang mencerminkan karakteristik pembeli ideal produk Anda, yang Anda buat berdasarkan data penelitian di pasar serta data nyata tentang pelanggan yang sudah membeli produk Anda.

Dalam membuat Buyer Persona, pertimbangkan usia, jenis kelamin, kondisi keluarga, latar belakang pendidikan, motivasi, pola perilaku sosial, tujuan, harapan dan angan-angan mereka. Lebih bagus lagi kalau Anda buat sedetail mungkin.

Kalau Anda baru mulai bisnis dan marketing, awalnya Anda harus membuat Buyer Persona dengan meraba-raba karena produk belum diluncurkan ke pasar.

Jangan khawatir. Seiring waktu berjalan dan produk terjual, pembeli Anda semakin beragam. Anda bisa lebih mengerti tentang pembeli dan bisa memperbaiki Buyer Persona Anda sedikit-sedikit.

Mengapa Buyer Persona Penting?

Buyer Persona bisa mendatangkan pengaruh luar biasa pada strategi marketing Anda. Contohnya saja, kalau Anda menargetkan usia 40-70 untuk produk Anda, Anda tidak perlu buang-buang waktu dan uang membuat marketing untuk millenials.

Dengan Buyer Persona, Anda bisa lihat dimana orang-orang usia 40-70 menghabiskan waktu di Internet, sumber macam apa yang mereka percaya, dan masalah apa yang mereka hadapi.

Nah, sekarang ijinkan Statistik berbicara tentang pentingnya Buyer Persona:

  1. Kampanye Iklan melalui e-mail yang menggunakan Buyer Persona meningkatkan open rate dan CTR rate hingga 5x. (MLT Creative)
  2. Iklan tertarget dua kali lebih efektif daripada yang tidak. (HiP)
  3. Website yang menggunakan Buyer Persona jadi ebih efektif dan user friendly 2 sampai 5 kali. (HubSpot)
  4. Email dengan personalisasi meningkatkan penjualan hingga 18 kali daripada Email Broadcast. (Hubspot)
  5. Skytap menggunakan konten marketing tertarget berdasarkan Buyer Persona dan hasilnya:
    • Penjualan meningkat 124%
    • Trafik pencarian organik meningkat 55%
    • Online lead naik 97%
    • Trafik website di Amerika Utara meningkat sebesar 210%. (Hubspot)
  6. Menurut Mark W. Schaefer, sebanyak 3 sampai 4 Buyer Persona bertanggungjawab atas 90% lebih penjualan perusahaan. (Business Grow)
  7. Sebanyak 48% pembeli akan memilih produk yang terasa personal untuk menyelesaikan masalah spesifik mereka. (ITSMA)
  8. Sebanyak 81% pembeli bersedia membayar bisnis usaha yang menyediakan solusi dengan spesifik dan berpengalaman pada hal yang juga spesifik. (ITSMA)
  9. Studi kasus yang dilakukan oleh Relevance, hanya 15% responden mengaku bahwa Buyer Persona “tidak efektif”, MESKIPUN DEMIKIAN, hanya 15% responden melakukan penelitian mendalam dan kualitatif. Kebetulan kah? (Relevance)
  10. Studi kasus oleh A MarketingSherpa menyatakan bahwa Buyer Persona menghasilkan:
    • 900% peningkatan dalam durasi kunjungan,
    • 171% peningkatan dalam penjualan dari marketing,
    • 111% peningkatan dalam open rate email,
    • 100% peningkatan dalam jumlah halaman yang dikunjungi. (Act-On)
  11. Dalam kasus Thomson Reuter, Buyer Persona berkontribusi pada peningkatan pendapatan sebesar 175% dari marketing, 10% peningkatan lead yang berujung pada penjualan, dan berkurangnya 72% waktu untuk konversi lead. (DemandGen)

Buyer Persona membantu Anda untuk menemukan pelanggan terbaik Anda dan sebaliknya. Strategi marketing Anda akan lebih efisien dan Anda tidak menghabiskan waktu untuk menarik orang-orang yang tidak tertarik pada produk Anda.

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

Berapa Banyak Buyer Persona yang Harus Anda Buat?

Aturannya adalah 80-20. Kalau Buyer Persona yang Anda buat sudah meng-cover 80% pembeli, maka lanjutkan saja persona tersebut. Jangan buat lagi! Baiknya, Anda mengoptimasi strategi untuk satu persona saja.

Apakah punya satu Buyer Persona bisa bikin jualan Anda lebih laku? Iya banget!

Kekuatan utama Buyer Persona adalah membuat strategi marketing dengan membuat konten dan informasi yang dibutuhkan target Anda dan mencari cara terbaik untuk menyampaikan konten dan informasi tersebut supaya sampai ke target yang Anda bidik.

Meskipun Anda cuma punya satu saja, asalkan di dukung dengan data riset pasar mendalam, bisa membantu Anda memaksimalkan relevansi antara konten informasi dan produk Anda.

Kalau Anda punya lebih dari dua Buyer Persona, Anda membutuhkan banyak waktu untuk menggarap strategi marketing masing-masing. Apalagi kalau ternyata mirip-mirip satu sama lain.

Anda akan rugi waktu.

Fokus saja pada satu atau dua Buyer Persona kalau bisnis Anda masih kecil dan startup. Ini lebih baik karena waktu Anda akan terfokus untuk memperbarui dan mendetailkan yang sudah ada, dan membuat konten atau informasi marketing yang bisa jadi punya potensi untuk mendatangkan keuntungan berkali-kali lipat.

3 Contoh Buyer Persona

Tergantung produk Anda, Buyer Persona bisa berbeda-beda. Perhatikan contoh-contoh di bawah ini dan lihat apakah bisnis Anda termasuk dalam contoh yang saya tuliskan di bawah:

Contoh #1

Buyer Persona Toko Hijab Online, produk Hijab modis harga mulai Rp. 50.000. Mari kita buat Buyer Personanya:

◆ Nama ◆
Anisa Shafina

◆ Usia ◆
16 sampai 35 Tahun

◆ Jenis Kelamin ◆
Wanita

◆ Tempat Tinggal ◆
Perkotaan, tinggal di rumah orang tua, kontrakan, atau kos-kosan

◆ Situasi Keluarga ◆
Islami modern

◆ Hobi ◆
Fashion, Shopping, aktif di sosial media

◆ Pekerjaan ◆
Murid SMA, Mahasiswi, Wanita Karir, Ibu Rumah Tangga

◆ Sumber Penghasilan ◆
Uang saku, gaji, usaha sampingan

◆ Pengeluaran Pribadi ◆
Rp. 100.000 – Rp. 500.000 per bulan

◆ Latar Belakang Pendidikan ◆
SMA sampai S1

◆ Pola Perilaku Sosial ◆
Suka kumpul sama teman-teman untuk hangout di cafe, mall, pengajian dan taklim, dan mengikuti akun Instagram atau Facebook tentang motivasi Islam. Ingin menunjukkan eksistensi diri dengan tetap tampil syari dan suka berinovasi dengan berbagai model hijab.

◆ Tujuan / Harapan ◆
Menutup Aurat.
Ingin menerapkan prinsip Islam namun tetap trendy dan stylish.

Contoh #2

Buyer Persona Aplikasi Game Mobile Multiplayer:

◆ Nama ◆
Vincent Tjokro

◆ Usia ◆
25 – 35 Tahun

◆ Jenis Kelamin ◆
Pria

◆ Tempat Tinggal ◆
Perkotaan, tinggal sendiri atau sama teman

◆ Lokasi ◆
Jabodetabek, Medan, Palangkaraya, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan kota-kota besar

◆ Pendidikan ◆
D1 – S3

◆ Pekerjaan ◆
Karyawan Swasta

◆ Penghasilan ◆
Rp 5.000.000 ke atas

◆ Perkawinan ◆

Single

◆ Hobi ◆
Game dan Komik

◆ Hangout ◆
Online forum seperti Kaskus. Offline: pameran ponsel dan komputer, kompetisi game

◆ Pola Perilaku Sosial ◆
Suka menghabiskan waktu di forum sosial, aktif di media sosial, dan lebih nyaman berinteraksi melalui telepon atau internet

◆ Tujuan ◆
Ingin bertualang dan berinteraksi dengan orang lain tapi tidak langsung

◆ Preferensi ◆
Suka online game seperti Mobile Legends, Arena of Valor, dan suka DotA

◆ Motivasi ◆
Vincent suka main online game untuk menghabiskan waktu dan berkompetensi dengan orang lain. Kalau Vincent punya waktu senggang, maka dia pilih main game dari hape dan naikkan level karakternya. Vincent suka dengan game petualangan yang memerlukan waktu dan dedikasi supaya bisa lebih menonjol daripada teman-temannya, termasuk isi ulang koin untuk membeli in-game item yang menampilkan keunggulan karakternya di banding teman-temannya.
Vincent suka download game yang direkomendasikan temannya supaya bisa main bersama. Game Favoritnya adalah Ragnarok Eternal Love.

◆ Kriteria Vincent dalam memilih Game ◆
Free to play.
Bisa berkompetisi dengan teman dan tetap bertualang sendiri.
Dedikasi dan waktu yang dihabiskan untuk game bisa terlihat dari karakter dalam Game.
Dapat dimainkan di ponsel

◆ Yang tidak Vincent suka dalam Game ◆
Game yang terlalu banyak micro-transaction.
Pay to win.
Tidak ada update dan event.

Contoh #3

Buyer Persona untuk Agen Properti Syariah:

◆ Nama ◆
Siti Hanifah

◆ Usia ◆
30 Tahun

◆ Jenis Kelamin ◆
Wanita

◆ Perkawinan ◆
Menikah, anak 1 atau 2

◆ Tempat Tinggal ◆
Jakarta, Mengontrak Apartemen atau rumah tapak

◆ Pendidikan ◆
S2

◆ Pekerjaan ◆
HRD di Perusahaan Multinasional

◆ Pendapatan ◆
Rp 16.000.000 Per bulan

◆ Profil Media Sosial ◆
Aktif di Facebook, Instagram, dan Pinterest.
Mempunya akun Linked In namun  jarang di update.

◆ Tujuan / Harapan / Impian ◆
Bertemu dengan ibu muda lain yang juga punya anak dan seumur.
Tidak khawatir meninggalkan anak dengan baby-sitter karena lingkungan rumah yang nyaman dan ramah anak kecil.
Tetap bisa beraktivitas sosial dengan tetangga meskipun jadwal kerja yang padat.
Punya rumah tanpa BI Checking dan kredit ribawi.

◆ Kekhawatiran ◆
Pengaruh lingkungan yang tidak baik terhadap anak-anak
Keamanan dan kebersihan lingkungan
Harga sewa apartemen yang terus naik di kota-kota besar
Cicilan rumah yang berbunga

◆ Apa yang mempengaruhi Siti Hanifah? ◆
Ustadz dari Youtube seperti Khalid Basalamah, Adi Hidayat, Yusuf Mansur

◆ Quote dari Siti Hanifah ◆
“Saya ingin punya rumah dengan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, Masjid yang dekat dengan rumah, dan acara arisan tidak hanya sekedar kumpul tapi juga untuk siraman rohani.”

“Lingkungan Islami ideal untuk anak-anak saya, supaya mereka tumbuh mengenal Islam lebih dulu dan dekat dengan ajaran kitab, tapi juga tidak menutup dari dunia luar. Saya ingin mengajarkan mereka tentang sunah seperti olahraga panahan.”

“Saya punya harapan kalau kalau kolam renang bisa dipisah antara laki-laki dan perempuan, meski hanya harinya saja.”

Nah, tidak susah kan? Sekarang silakan Anda coba buat yang cocok untuk bisnis Anda.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Bagaimana Cara Membuat Buyer Persona?

Kriteria satu Buyer Persona dan lainnya tidak harus sama. Bisa jadi bisnis Anda butuh karakteristik yang tidak dimiliki lainnya. Jangan takut untuk eksplorasi pelanggan Anda.

Secara umum, Anda bisa memuat poin-poin berikut ini:

  1. Nama – Beri nama Buyer Persona Anda dengan nama-nama khas
  2. Jenis kelamin – Penting untuk membedakan jenis kelamin terutama jika produk Anda cukup membedakan jenis kelamin
  3. Usia – Gambaran rentang usia bisa menentukan bagaimana Anda bisa terhubung dengan mereka dan memilih gaya pemasaran yang sesuai
  4. Tempat Tinggal – Lokasi Anda juga berpengaruh karena lingkungan bisa membentuk mindset seseorang
  5. Produk yang pernah mereka pakai – Anda bisa mempelajari produk kompetitor dan jelaskan mengapa produk Anda lebih baik daripada yang mereka pakai sekarang
  6. Pendidikan – Pendidikan mempengaruhi dasar keputusan mereka. Pertimbangkan latar belakang pendidikan untuk penyampaian pesan yang lebih akurat dan mengena
  7. Motivasi – Jika produk Anda bisnis Anda punya motivasi yang sama dengan mereka, besar kemungkinan mereka akan memilih produk Anda
  8. Kekhawatiran – Apa yang jadi ketakutan mereka yang bisa Anda hapus? Mungkin produk kompetitor memiliki resiko seperti mengandung bahan kimia, tidak ada pengawasan OJK, atau garansi jika barang rusak.

Undang klien terbaik Anda, dan ajak mereka untuk bertemu secara offline atau online. Berikan imbalan sebagai tanda terima kasih karena sudah bersedia diajak bertemu, imbalan bisa berupa souvenir produk, giveaway, voucher, atau makan siang.

Wawancarai klien Anda dan minta ijin untuk merekam percakapan. Tanyakan hal-hal seperti:

  1. Mengapa mereka memilih Produk Anda?
  2. Masalah apa yang terselesaikan dengan Produk Anda?
  3. Kalau Produk Anda menghilang esok hari, bagaimana itu bisa mempengaruhi mereka?

Biarkan klien Anda bicara, dengarkan dengan baik dan gali lebih dalam.

Sekali lagi, tidak ada batasan dalam membuat persona. Tambahkan hal-hal mendetail seperti kutipan langsung dari klien, kondisi keuangan, profil sosial media, bayangan kehidupan klien sehari-hari, apa yang mempengaruhi, dan bagaimana klien ingin hidupnya bisa lebih mudah.

Buyer Persona, Jalan Sukses Iklan Anda di Internet

Buyer Persona mampu menaikkan penjualan Anda 100% dengan marketing tertarget. Buat sekarang dan scale-up bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor.

Riset membuktikan hanya  44% bisnis yang memiliki Buyer Persona (ITSMA). Jangan jadi seperti kebanyakan pebisnis!

Anda hanya perlu membuat satu Buyer Persona saja untuk bisnis Anda dan mungkin satu lagi kalau produk Anda banyak. Gunakan waktu Anda untuk marketing yang sesuai dengan produk Anda dengan menargetkan usia, jenis kelamin, tempat tinggal, masalah, dan kekhawatiran mereka.

Mereka menunggu menemukan produk Anda.

Jangan biarkan mereka selamanya menunggu karena strategi marketing Anda tidak sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan produk Anda.

Apakah bisnis Anda sudah punya Buyer Persona? Bagaimana marketing Anda dengan berjalan? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Jenius dari Marketplace
Kesalahan Besar Blogger Pemula yang Paling Sering
Malas Tulis Konten? Ini Caranya Tetap Dapat Uang dari Blog