Categories
Blog Copywriting

Tone of Voice untuk Tulisan & Copywriting Menggigit (+Contoh)

Tone of voice adalah cara suatu brand mengekspresikan diri mereka dengan kata-kata, perilaku, maupun gaya berinteraksi untuk menarik konsumen dan meningkatkan sales. Berikut ini adalah cara Anda menemukan tone of voice.

Tone-of-Voice-dalam-Copywriting
Menggunakan tone of voice yang tepat dalam copywriting membuat pesan Anda dibaca oleh audiens.

Coba ingat-ingat. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk duduk di depan laptop dengan pena dan kertas di tangan, dan mencoba menyusun kata-kata iklan?

Mungkin, Anda kesulitan mencari gaya bahasa yang pas dalam memasarkan produk Anda di Internet.

Mungkin, Anda adalah tipe seller atau business(wo)man yang tidak mempedulikan cara Anda berinteraksi dengan prospect atau buyer.

Bisa jadi, cara Anda menentukan tone of voice copywriting adalah dengan mengikuti alir mengalir.

Yaitu sedang mood apa, maka itulah cara Anda memasarkan produk.

Tak jarang, tone of voice dipengaruhi oleh mood dan ide-ide sesaat. Hasilnya? Beberapa copywriting terkesan sedikit ngegas hinga bahkan provokatif.

Jangan salah.

Copywriting memang sebaiknya memprovokasi pembaca. Tapi, provokasi copywriting dengan tone of voice tentu bertujuan positif; seperti menekan tombol BELI, misalnya.

Salah-salah, Anda malah memprovokasi prospek untuk ribut.

Nah, mempelajari ragam tone of voice bisa membantu Anda memilih tonasi yang sesuai untuk menyuarakan produk Anda.

Apa Itu Tone of Voice?

Tone of voice adalah imajinasi pembaca ketika membaca pesan atau tulisan yang brand Anda tulis baik dalam wujud copywriting, sales letter, landing page, blog post, atau postingan media sosial.

Misalnya, jika Anda menulis ini dalam website jualan Anda…

“Selamat datang di website kami www.tokomajumapan.com. Silakan pilih produk yang Anda perlukan dengan memilih menu PRODUK.”

…maka tone of voice Anda akan terkesan formal, kaku, dan tidak menggugah.

Tapi kalau Anda menulis seperti ini…

“Heeyyy pa kabar gaes? Kamu baru aja masuk ke website akooohh. Cari produk apaaa? Hayuk cek dulu jualan akooh di menu PRODUK eaaah”

tone of voice brand Anda terdengar informal dan malah sedikit ngelawak.

Keduanya menyampaikan pesan yang sama. Yaitu ucapan selamat datang dan mengarahkan ke laman produk jika pengunjung ingin belanja.

Tapi salah satu tone of voice di atas lebih cocok digunakan untuk blog pribadi anak remaja dan tidak bisa ditayangkan di website profesional yang menjual peralatan gym.

Ada berbagai jenis tone of voice yang bisa Anda pilih untuk gunakan dalam tulisan untuk menciptakan copywriting produk Anda.

Kalau Anda kesulitan menciptakan tone of voice untuk menyuarakan produk Anda di Internet, Wordpixels Creative menyediakan layanan copywriting dengan tone of voice sesuai produk Anda.

Klik di sini dan ceritakan produk Anda pada kami, agar tone of voice yang Anda peroleh tepat sasaran.

Kenapa Tone of Voice Penting untuk Jualan?

Dalam teknik copywriting, tone of voice memegang peranan penting.

Malah, salah satu tugas seorang copywriter adalah menemukan dan menentukan tone of voice dan mengaplikasikannya agar bisa menjual.

Oleh sebab itu ketika ada brand yang mempekerjakan Wordpixels Creative, kami akan menelusuri tulisan-tulisan brand tersebut sebelumnya, dan menanyakan tone of voice apa yang belum dan sudah digunakan, serta menganalisa mana yang paling memikat hati pembaca.

Jika data tersebut tidak ada, maka kami akan berdiskusi bersama dan menentukan siapa buyer persona dan target audience produk tersebut.

Pertanyannya, kenapa tone of voice begitu penting?

Pertama, kalau Anda menciptakan tone of voice yang tepat, orang-orang akan INGIN membaca tulisan Anda.

Kedua, orang yang berinteraksi dengan tulisan Anda akan berinteraksi sesuai dengan gaya tulisan Anda (atau bahkan tak bereaksi sama sekali!)

Ketiga, Anda bakal dituntut untuk menulis terus dengan tone of voice yang konsisten sampai selesai. Jadi, kenapa tak sekalian memilih tone of voice yang akan Anda nikmati selama menulis?

Tapi, bukan berarti Anda harus menggunakan satu tone of voice selamanya.

Ada berbagai jenis tone of voice yang bisa brand Anda pakai untuk konten jualan. Tak peduli apakah Anda menulis untuk…

  • konten blog,
  • membuat brosur dokter gigi,
  • iklan perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar,

…tone of voice dalam tulisan Anda bisa berubah untuk berbagai situasi.

So, mari kita bergandengan tangan (jangan gandengan beneran, ya) dan lihat contoh-contoh tone of voice berbagai brand di Indonesia.

Pelajari juga: Kalau Anda memasarkan produk Anda di Instagram, simak pembahasan saya tentang cara membuat copywriting untuk Instagram.

Tone of Voice untuk Bisnis SaaS

Kalau Anda menjalankan bisnis atau mengembangkan SaaS (Software as a service), tugas Anda mudah sekali.

Sebab, brand voice untuk bisnis SaaS cukup dengan satu hal. Yaitu, tunjukkan software Anda bekerja.

Plugin Ongkos Kirim mengeksekusi tone of voice untuk landing page mereka dengan baik. Kuncinya, dengan menunjukkan performa plugin ongkos kirim melalui video.

Demo Plugin Ongkos Kirim
Demo plugin Ongkos Kirim.

Kenapa harus repot-repot menulis kalau Anda bisa langsung menunjukkan cara kerja plugin tersebut dengan video screen-capture? Betul, tidak?

Hal kedua yang patut ditiru dari landing page satu ini adalah cara mereka menampilkan fitur software yang ditawarkan.

Fitur plugin Ongkos Kirim
Fitur plugin Ongkos Kirim.

Kebanyakan orang yang berkunjung ke landing page ini sudah memahami bahwa mereka ingin membeli plugin yang menghitung ongkos kirim dengan kurir Indonesia.

Jadi, penyedia software tidak perlu menulis panjang lebar tentang fitur yang ada.

Selain itu, plugin Ongkos Kirim juga menyediakan akses login ke dashboard WordPress bagi mereka yang ingin mencoba plugin ini secara langsung.

Oleh sebab itulah, plugin Ongkos Kirim tidak perlu menulis teks panjang kecuali di bagian FAQ yang memang bertujuan untuk meyakinkan pembeli.

Sampai sini, Anda pasti menyadari bahwa plugin Ongkos Kirim hanya memiliki tone yang sedikit. Sebab, pengunjung website ini hadir untuk membeli software, bukan untuk terpesona dengan tone of voice.

Kenapa harus repot-repot menulis betapa hebatnya plugin Ongkos Kirim kalau Anda bisa langsung tunjukkan saja?

Why bother writing if you can just show it?

Tone of Voice Perusahaan SaaS

  • Tenang dan rileks
  • Menyebutkan semua manfaat software tersebut
  • Menunjukkan demo dan cara kerja produk
Pelajari juga: Kalau ingin membuat copywriting untuk landing page seperti plugin Ongkos Kirim, hubungi Wordpixels Creative dengan klik di sini, atau pelajari caranya dengan mengikuti panduan membuat copywriting landing page ini.

Tone of Voice Curhat

Produk yang banyak menggunakan tone of voice yang dibumbui curhat bisa menyasar pria  dan wanita. Memang, wanita lebih rentan dengan curhatan dibanding pria. Namun, bukan berarti pria bisa kebal.

Untuk menggunakan tone of voice ini, Anda harus membuat tulisan yang berangkat dari pengalaman pribadi. Bisa pengalaman menyesakkan, sedih, bahagia, menyesal, apa saja.

Misalnya, jika Anda ingin memasarkan produk diet berat badan, Anda mungkin ingin menilik kembali masa-masa kelam ketika (Anda pernah) mengalami masalah obesitas.

Saya sendiri seorang wanita yang kadang berkutat dengan masalah berat badan. Oleh sebab itu, saya bisa berfantasi apa jadinya jika saya bebas makan apapun tanpa khawatir penumpukan lemak.

Karena saya tahu apa yang wanita rasakan (selain karena saya sendiri wanita), maka saya gunakan teknik curhat untuk menciptakan copywriting untuk menjual produk diet.

Teknik ini banyak dijalankan oleh copywriter lain. Tapi, kadang mereka kurang ‘berani’ dalam mengungkapkan hal-hal yang kadang membuat mereka kurang nyaman.

Faktanya, hal-hal yang tak disuarakan karena tak nyaman seperti inilah yang malah terkadang bisa menjual. Sebabnya, karena pembaca merasa related.

Seperti yang saya jelaskan di awal, Anda bisa menggunakan berbagai gaya bahasa tone of voice untuk berbagai kesempatan.

Tone of Voice Curhat

  • Emosional dan menyentuh hati
  • Pembaca harus bisa merasakan rasa sakit atau permasalahan yang Anda alami
  • Anda mungkin merasa malu untuk mempublikasikan kisah tersebut
Pelajari juga: Saya pernah menulis tentang cara membuat copywriting produk skincare dan contoh copywriting produk kecantikan . Silakan simak panduan tersebut, atau hubungi kami di sini jika Anda ingin meluncurkan produk kecantikan baru atau meningkatkan penjualan skincare maupun kosmetik Anda.

Tone of Voice Curian

Tak ingin repot? Maka, ‘curi’ saja tone of voice dari industri yang Anda pilih.

Kalau Anda kesulitan mencari tone of voice untuk copywriting Anda selanjutnya, gunakan cara ini:

  1. Kunjungi ebooks.gramedia.com/ atau situs buku lainnya seperti amazon.com/books
  2. Masukkan kata kunci industri Anda dan sortir berdasarkan relevansi atau best seller
  3. Beli buku pertama dan baca, atau baca saja ringkasan atau preview buku tersebut

Dengan cara ini, Anda bisa memperoleh bayangan seperti apa orang-orang di industri tersebut menulis.

Tapi, teknik tone of voice curian ini cukup berbahaya.

Alasannya, orang yang hanya copy-paste dari orang lain tanpa menambahkan ciri khas tersendiri tidak akan bisa mencapai puncak. Dengan kata lain, copywriting produk yang copas tidak akan bisa laku!

Namun, teknik ini mampu memberi Anda insight brilian untuk menilai seperti apa mindset orang-orang yang ada di industri tersebut.

Hasilnya, Anda bisa menentukan tone of voice lebih  mudah setelah tahu seperti apa lawan bicara Anda di industri ini.

Berikut ini contohnya.

Misalnya, Anda ingin mencari tone of voice untuk saham. Maka, kunjungi Gramedia dan cek buku yang membahas tentang saham:

Gramedia Buku Saham
Daftar buku saham yang ada di Gramedia.

Kalau Anda perhatikan, kebanyakan kata-kata yang ada adalah tentang ‘analisis’, ‘teknikal’, dan ‘fundamental’. Anda tidak menemukan tone of voice yang casual pada kategori best seller.

Maka, Anda bisa menilai bahwa tone of voice industri saham adalah formal dan serius.

Artinya, jika saya ingin menjual buku tentang saham, maka saya tidak akan jualan buku dengan judul dan tone of voice yang gila seperti ini:

“Analisa Saham GILA buat Kamu yang GILA TRADING”

Meskipun judul seperti ini bisa saja menjual, namun tone of voice untuk niche analisa saham yang digunakan adalah profesional. Sebabnya bisa jadi karena:

  • Orang-orang yang ada di industri ini adalah profesional
  • Orang-orang yang menulis buku seperti ini adalah profesional
  • Orang-orang yang membeli buku seperti ini ingin belajar dari sumber yang profesional

Jadi, ketika saya ingin menulis artikel tentang analisa saham, saya akan mengadaptasi tone of voice dari materi-materi populer.

Bukan berarti bahwa saya akan copy-paste mentah-mentah tone of voice tersebut. Hanya saja, saya tidak akan menggunakan gaya bahasa sembrono agar tak terlihat gila dan basa-basi.

Tone of Voice Curian

  • Sesuaikan dengan industri yang Anda tuju
  • Pelajari mindset orang-orang yang ada di industri tersebut
  • Posisikan diri Anda seperti orang-orang yang ada di Industri tersebut
Pelajari juga: Rahasia sukses jualan terletak pada cara Anda menggiring trafik untuk menekan tombol BELI. Cara ini bisa Anda peroleh dengan memahami psikologi jualan. Kami menggunakan teknik ini untuk menciptakan copywriting Anda hari ini. Klik di sini dan gemukkan omset Anda, SEKARANG!

Tone of Voice untuk B2B

Boleh dibilang, tone of voice untuk copywriting B2B termasuk yang paling membingungkan.

Kebanyakan orang dalam industri penjualan B2B (business to business) berpikir bahwa gaya bahasa yang digunakan haruslah super formal yang biasanya malah jadi membosankan.

Fakta ini tidak sepenuhnya benar.

Ketika menciptakan tone of voice untuk B2B, Anda:

  • Tidak harus bersikap formal dalam tulisan. Anda hanya diminta untuk bersikap profesional namun tetap terdengar seperti manusia umumnya.
  • Menulislah seperti Anda berbicara di kantor atau sales meeting.
  • Ketika ingin terdengar profesional, tulisan Anda malah terdengar seperti robot. Hal seperti ini malah membuat copywriting Anda jadi tak terbaca.
  • Jangan melulu mengutamakan sales pitch. Tawarkan value ke lawan bicara Anda.

Ketika saya menjelaskan aturan ini untuk menulis email B2B, kebanyakan mereka akan bilang seperti ini:

“Tapi Mbak, orang-orang di industri saya inginnya yang formal.”

Eh… No. They do not!

Coba beritahu saya, siapa yang ingin membaca email panjang yang formal? Apalagi jika orang-orang seperti ini mendapat 100++ email setiap harinya.

Meskipun B2B identik dengan industri profesional, mereka ingin email yang:

  • Menunjukkan suatu hal yang luar biasa menarik, atau
  • Menunjukkan suatu hal yang bisa membuat hidup mereka lebih baik atau lebih mudah.

Oleh sebab itu, bersikaplah profesional ketika menulis email atau sales letter untuk B2B dan tunjukkan kepribadian Anda dalam tulisan.

Teknik ini bisa membuat penjualan B2B Anda meningkat drastis!

Tone of Voice Perusahaan B2B

  • Informatif dan bermanfaat
  • Tulis kalimat seperti Anda berbicara
  • Jangan sampai tulisan Anda tersengar seperti robot yang membuat pembaca ngantuk
Tidak ada yang ingin membaca email ataupun sales letter yang jelas-jelas hanya ingin jualan. Klik di sini untuk menciptakan tone of voice sales letter Anda yang berhasil ‘memanaskan’ prospek sebelum Anda follow-up dengan sales call.

Tone of Voice Menulis Sesuai Kepribadian

Apa Anda termasuk orang yang humoris?

Kalau begitu, tulislah hal-hal yang lucu. Orang-orang humoris lain akan menyukai tulisan Anda.

So, perkenalkan. Nama saya Aicha Mahavikri. Meskipun tampak serius, saya termasuk orang yang sedikit nggak jelas. Kelebihan saya adalah memposisikan diri sesuai situasi dan kondisi. Kalau Anda temui saya in real life ketika sedang di rumah, mungkin tidak akan menyangka kalau saya orang yang menulis blog tentang copywriting dengan gaya semi-formal.

Tapi tak masalah.

Tujuan saya menulis di sini memang untuk berbagi dengan Anda sekalian yang terjun di dunia bisnis profesional.

Kepribadian yang saya tonjolkan ketika menulis artikel ini adalah pribadi saya yang professional, but fun.

So, bagaimana menciptakan tone of voice yang sesuai dengan kepribadian Anda?

Coba pikirkan, bagaimana orang-orang di bawah ini bisa terkenal:

  • Ria Ricis
  • Atta Halilintar
  • Abu Janda
  • Doni Siregar
  • Cinta Laura

Orang-orang di atas memiliki followers dan haters masing-masing.

Akan ada grup-grup tertentu yang membenci mereka, dan ada grup-grup tertentu yang mencintai mereka.

Orang-orang seperti ini membuat Anda setuju atau tidak setuju.

Namun satu hal yang pasti, orang-orang di atas keep the crowd awake alias menjaga publik tetap tersadar.

So, jangan mencoba mengubah kepribadian Anda dalam tulisan hanya karena satu orang berkata bahwa dia tidak menyukai aya tulisan Anda.

Tone of Voice Sesuai Kepribadian

  • Menulis sesuai kepribadian Anda adalah teknik copywriting paling mudah
  • Kadang Anda sedih, maka tuliskan copywriting dengan tone sedih
  • Kadang Anda senang, maka tuliskan copywriting dengan tone senang
  • Kadang Anda marah karena suatu hal, maka gunakan tone marah
  • Jadi diri Anda sendiri
Pelajari juga: Kombinasikan tone of voice dengan teknik NLP copywriting untuk mendapatkan sales yang meroket dalam waktu singkat.

Tone of Voice Favorit

“Mbak Aicha sukanya tone of voice yang mana?”

Ketika menulis, saya terbiasa menyebut diri sendiri dengan ‘saya’, bukan ‘aku’.

Tapi karena terlalu lama menghabiskan waktu sebagai gamer di masa remaja hingga dewasa, kadang saya menggunakan kata ‘gue’.

Gaya menulis yang saya suka, ya yang seperti ini. Informatif, semi-formal, dengan campuran bahasa Inggris.

Di sisi lain, karena saya juga menyediakan jasa menulis artikel untuk orang lain, tentu saya bisa menulis dengan mengadaptasi tone of voice orang lain.

Jangan salah. Saya tidak bisa meniru gaya tulis orang lain 100%. Yang saya lakukan adalah mengadaptasi dan memasukkan kepribadian saya ke dalam tulisan.

Hasilnya? Tentu tulisan original dan unik yang memiliki personality.

“Tapi Mbak, saya ini orangnya nggak menarik dan cuma bisa nulis hal-hal nggak menarik pula. Bosenin lah. Gimana caranya bisa nulis kayak mbak?”

Tentunya Anda memiliki kekurangan di sini. Kalau Anda tidak menarik atau kurang memiliki ide-ide brilian, sulit untuk bisa mendapatkan audience atau followers.

Tapi, Anda masih bisa menutupi kekurangan lain dengan cara:

#1. Memiliki informasi yang akurat

Kalau Anda memiliki akses orang dalam, tentu tulisan Anda akan tetap menarik dibaca. Sebab, informasi yang Anda berikan akan akurat dan penting untuk disimak.

#2. Mampu menganalisis data

Tak banyak orang yang bisa menganalisis dan menulis.

Kalau kelebihan Anda di bidang analisis data, presentasikan informasi Anda dalam bentuk grafik dan pasarkan pada orang-orang yang tepat.

#3. Bakat lain

Tulisan Anda mungkin garing, namun ternyata Anda memiliki skill di bidang desain grafis.

Kalau Anda sematkan desain yang menakjubkan, orang-orang masih tetap akan memperhatikan Anda meskipun tulisan Anda payah.

#4. Jangan malu karena Anda membosankan

Kalau tone of voice Anda ambyar dan membosankan, maka orang lain yang juga ambyar dan membosankan akan menikmati tulisan Anda!

Cara menulis paling baik adalah menulis sesuai dengan kepribadian Anda.

Tak perlu jadi orang lain, kecuali kalau Anda memang bisa mengadaptasi gaya tulisan orang lain. Hal seperti ini biasanya, malah terdengar kaku dan well… ambyar.

So, kenapa tak sekalin saja jadi ambyar yang original a.k.a diri sendiri?

Pelajari juga: Kesulitan mencari ide untuk menulis artikel? Simak 74 cara membuat judul artikel yang bisa langsung Anda contek hari ini. Halal!

Troglodytes Test

“Apa ini, Mbak? Typo kah? Kok parah banget”

No, no, no. 

Troglodytes test adalah tes manusia gua.

Diambil dari kata ‘troglodytes’ yang berarti manusia gua dan ‘test’ yang berarti tes.

Tes ini saya gunakan untuk membuat copywriting dan artikel SEO yang ditujukan untuk pembaca umum.

Teknik troglodytes test ini bertujuan untuk menguji coba tulisan yang saya buat.

Apakah tulisan saya menarik, membosankan, atau bisa membuat orang-orang tetap membaca sampai akhir?

Jawabannya ada di tes ini.

The Troglodytes Test:

  • Berpura-puralah menjadi manusia gua yang rada pea dengan attention span rendah,
  • Baca tulisan Anda dari awal. Kalau Anda tidak bisa mengikuti tulisan Anda sampai akhir, maka tulisan Anda payah,
  • Tulis ulang atau hapus paragraf yang membuat Anda kehilangan konsentrasi ketika baca.

Tips Menemukan Tone of Voice Anda untuk Copywriting

Entah untuk buka jasa tulis artikel, jasa artikel SEO, ngeblog, atau bahkan copywriting jualan, tone menentukan keberhasilan Anda menyampaikan informasi pada pembaca dan berhasil nyantol di kepala mereka.

Berikut ini beberapa tips jika Anda ingin menemukan tone of voice khas Anda:

  • Konsumsi kafein kalau Anda suka. Bisa dari teh hitam, teh hijau, atau kopi. Kafein menjaga otak Anda melek dan bahagia.
  • Jangan menulis ketika Anda lelah, marah, jengkel, atau sakit hati. Kecuali kalau tone ini yang Anda tuju.
  • Tentukan GOAL tulisan Anda. Misalnya saja agar pembaca mau men-download e-book, atau menghubungi Anda via WhatsApp.

Nah, artikel tentang tone of voice dalam copywriting ini berakhir di sini.

Tak terasa sudah lebih dari dua jam saya menulis ini. Kalau Anda menyukai artikel ini dan mendapat manfaat dari sini, bagikan ke tim marketing atau kawan-kawan seperjuangan bisnis Anda.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, ya?

Pelajari juga: Anda pun bisa menjadi copywriter dengan mengikuti panduan copywriting ini. Kalau bisnis Anda masih bertumbuh dan belum memiliki tim marketing sendiri, Anda wajib tahu apa itu copywriting.
Categories
Blog Copywriting

Yuk, Belajar Copywriting untuk Instagram!

Kenapa Anda harus belajar copywriting untuk Instagram? Karena populernya Instagram sebagai media marketing mengharuskan Anda untuk belajar juga agar bisa berhasil dan sukses. Copywriting Instagram berbeda dengan copywriting lainnya karena algoritma dan pengguna Instagram yang unik. Lalu, bagaimana Anda bisa membuat caption yang tepat bagi konten Anda?

Belajar-Copywriting-untuk-Instagram-ala-Wordpixels
Copywriting perlu digunakan untuk media sosial seperti Instagram agar memberi hasil konversi atau engagement yang diinginkan

Belakangan, karena sering menggunakan Instagram, saya jadi terpikir untuk menulis artikel edukasi tentang belajar copywriting untuk Instagram. 

Ini karena saya sendiri mengelola beberapa akun Instagram publik untuk mengasah kemampuan copywriting di media sosial.

Sedangkan akun Instagram saya sendiri? Yah, caption-nya ala kadarnya saja. Bahkan tidak pakai hashtag.

Pengguna Instagram saat ini lebih dari 200 juta dan 73% pelaku bisnis pun mengakui kalau Instagram memang media sosial terbaik untuk melebarkan jangkauan pelanggan mereka.

Di tahun 2020, originalitas konten dan interaksi Anda sebagai pemilik atau admin akun Instagram dan audiens akan menentukan growth akun Anda.

Secara langsung, brand growth juga mempengaruhi bisnis Anda. Semakin banyak audiens atau follower yang Anda jaring, semakin deras pula uang mengalir ke rekening.

Krincing!

Itulah suara notifikasi dari bank ketika Anda menerima transferan masuk. Merdu sekali, ‘kan?

Nah, bagaimana caranya Anda bisa membuat caption Instagram yang bisa mendatangkan likes dan share? Bagaimana membuat konten yang di-repost oleh akun-akun besar?

Kalau Anda baru mengenal copywriting sekarang, tak ada salahnya Anda mulai dari belajar copywriting untuk Instagram.

Pelajari juga: Ilmu copywriting Instagram tidak bisa dipelajari dalam semalam. Tidak masalah meskipun Anda baru mulai belajar copywriting hari ini. Ilmu ini bisa membuat jualan Anda di masa depan semakin laku. Panduan copywriting untuk pemula ini cocok untuk Anda yang belum kenal apa itu copywriting.

#1 Kalimat Pertama Menentukan Segalanya

Salah satu pedoman yang saya ikuti dalam menulis copywriting adalah selalu membuat kalimat pertama yang berisi, padat, dan memberikan value atau benefit kepada pembaca secara langsung.

Berbeda dengan menulis artikel, kalimat pertama copywriting Anda sebaiknya berhasil mengandung kata-kata yang membuat pembaca penasaran.

Ini bisa ditempuh dengan cara:

a) Membuat kalimat tanya

Kalimat tanya yang Anda tulis di caption Instagram bisa seperti contoh di bawah ini.

“Cari outfit of the day yang paling oke buat weekend bareng kesayangan?”

Atau, bisa juga seperti akun Mc Donadl’s berikut ini yang mengundang rasa ingin liburan lagi.

Copywriting-McDonalds
Mc Donald’s berhasil membuat caption yang menyedot perhatian di musim pandemi seperti ini

b) Menulis kalimat provokatif positif

Kalimat provokatif tak harus melulu negatif dan memancing keributan. Provokatif ala copywriting bisa mendatangkan banyak like and share Instagram jika Anda tahu caranya.

Contohnya seperti ini, “Ini kesempatan kamu untuk kenalan sama figur dibalik pembuatan film Dilan.”

Dewa-Eka-Prayoga-Instagram
Dewa Selling pun menggunakan cara ini di akun Instagram miliknya
Pelajari juga: Identifikasi pembeli Anda dengan membuat buyer persona agar caption Instagram yang diciptakan bisa langsung tepat sasaran. Selanjutnya, gunakan psikologi penjualan untuk setiap produk yang Anda tawarkan di Instagram.

c) Memulai cerita

Copywriting and story go together. Copywriting dan cerita selalu bisa memberi hasil yang Anda inginkan.

Mulai caption Instagram Anda dengan copywriting yang menceritakan sesuatu.

Kalau saya, akan jadi seperti ini,

“Kucing gue Leo, tiap kali gue bangun pasti langsung meong-meong minta makan. Dia nih udah apal kalo jam 6 pagi emang jadwalnya wetfood. Kalo sampe telat, bakal meong terus sampe dikasi makan. Bahkan gue ke toilet juga dimeongin kenceng banget. Kayanya emang menurut dia nih wetfood Felix emang paling enak, deh. Kalo dikasi wetfood yang dulu, jangankan meong minta makan. Dipanggil buat makan aja gak nengok. Dasar kucing emang.”

Pelajari juga: Teknik storytelling di atas disebut dengan NLP Copywriting. Pelajari penggunaannya agar pesan marketing Anda di Instagram semakin relevan dan tepat sasaran.

d) Humor

Andalah yang mengenal audiens Anda. Tentunya, Anda sendiri yang paham humor atau jokes seperti apa yang menarik minat mereka.

Dengan Instagram, membuat caption candaan tak lagi sulit karena Anda bisa memasukkan humor tersebut langsung ke dalam gambar.

Biasanya, disebut dengan meme.

Akan semakin efektif jika humor Anda hanya dimengerti oleh orang-orang di niche Anda.

Misalnya saja, contoh di bawah ini.

Copywriting-untuk-Instagram-Meme
Dengan humor atau meme, Anda bisa mengundang followers untuk berkomentar

e) Menggunakan statistik

Statistik akan membuka pikiran audiens Anda terkait fakta di luaran sana.
Data statistik bisa meningkatkan engagement rate karena umumnya followers Anda akan menyimpan gambar postingan Anda.

Pelajari juga: Selain Instagram, Anda bisa menggunakan konten marketing untuk jualan online. Gunakan pilihan judul artikel yang merangsang pembaca dan arahkan ke website, sales page, atau Facebook Page Anda.

f) Bagikan kutipan orang terkenal di niche Anda

Masih ingat soal Khabib beberapa waktu lalu? Kata-kata beliau di-quote sana sini karena memang sosoknya yang menginspirasi banyak orang dan diidolakan.

Nah, manfaatkan momen-momen seperti ini sebagai bahan copywriting untuk Instagram Anda., seperti yang dilakukan oleh mas Dewa Eka Prayoga.

Dewa Selling memajang kata-kata dari Khabib langsung di gambar, lalu caption-nya menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh followersnya. Dari sini, Anda pasti paham maksud dari caption mas Dewa. Yaitu like dan comments.

Menggunakan-Kutipan-untuk-Copywriting-Instagram
Menggunakan kutipan dari orang terkenal dari niche Anda atau dikenal oleh followes Anda bisa meningkatkan interaksi

g) Langsung Berikan Penawaran Anda

Kalau Anda memiliki produk yang masuk dalam kategori retail, penawaran langsung bisa mendorong lebih banyak aksi followers dibandingkan dengan copywriting yang panjang.

Merek-merek terkenal pun menggunakan cara ini karena mereka mengutamakan konversi langsung pada konten tersebut.

Copywriting-Instagram-Starbucks
Menawarkan produk secara langsung termasuk cara jitu untuk membuat caption

#2 Tawarkan Konten Berkualitas

Selain menggunakan teknik copywriting di caption Instagram, konten yang Anda tawarkan ke followers sebaiknya memiliki kualitas, value, dan desain yang menarik.

Untuk akun Instagram brand, jangan gunakan konten milik orang lain atau repost tanpa ijin.

Kunci untuk meningkatkan engagement rate dan followers Instagram adalah dengan menjawab pertanyaan audiens Anda::

“Apa gunanya buat saya?”

Posisikan diri Anda sebagai pelanggan. Akankah Anda tertarik dengan konten Anda sendiri? Apa problem dan pain point yang Anda selesaikan dengan konten Anda?

Berikan jawaban tersebut pada konten dan copywriting Anda di Instagram.

Pelajari juga: Membuat konten berkualitas tidak selalu Mulai belajar copywriting hari ini agar jualan Anda semakin laku.

#3. Formula Copywriting untuk Instagram

Mungkin saat ini Anda bertanya-tanya, “apa ada formula copywriting untuk Instagram yang bisa saya gunakan sekarang?”

Tentu saja!

Ada banyak formula copywriting yang bisa Anda adaptasi untuk Instagram. Formula-formula tersebut pada dasarnya sama saja, hanya namanya yang diubah-ubah agar terlihat unik.

Saya sendiri menggunakan formula copywriting yang sebenarnya diperuntukkan untuk pembuatan judul daripada caption Instagram.

Saya tidak suka direpotkan oleh istilah dan formula-formula khusus di setiap platform media sosial. Apa yang bagi saya mendatangkan hasil, maka akan saya pakai.

Inilah formula copywriting saya untuk Instagram.

R – O – T

Results – Objections – Time

Hasil – Kendala – Waktu

Formula tersebut bisa Anda balik menjadi R-T-O, O-T-R, T-O-R dan berbagai variasi lainnya.

Ikuti contohnya berikut ini:

Belajar bahasa Jerman dalam 20 hari meski bahasa Indonesia kamu parah abis

Kalau kita breakdown, hasilnya seperti ini:

R (Hasil) = Belajar bahasa Jerman
T (Waktu) =  dalam 20 hari
O (Kendala) = Bahasa Indonesia kamu parah abis

Susah Nulis? Kamu masih bisa jadi copywriter mulai 2021!

O (Kendala) = Susah nulis
R (Hasil) = jadi copywriter
T (Waktu) =  mulai 2021

Tahun ini, kamu bakal nerbitin buku pertama kamu tanpa perlu banyak followers Instagram

T (Waktu) = Tahun ini
R (Hasil) = nerbitin buku pertama
O (Kendala) = tanpa perlu banyak followers

Nah, setelah Anda tahu formula ini, masihkan Anda kesulitan membuat copywriting untuk Instagram?

Pelajari juga: Ada banyak formula copywriting lainnya yang bisa Anda coba. Simak panduan copywriting bagi pemula yang saya tulis, agar Anda bisa membuat copywriting untuk landing page atau produk lainnya. Siapa tahu, Anda tertarik mendalami ilmu copywriting dan ingin menjadi copywriter seperti saya.

#4. Gunakan Gimik Tapi Hindari Marketing Buzzwords

Hanya 29% pengguna Instagram berusia di atas 35 tahun. Sebagian besar pengguna Instagram adalah Millennial dan Gen Z yang mampu berkomunikasi dan memproses informasi lebih cepat.

Teks yang panjang dengan banyak istilah-istilah industri dan buzzwords akan membuat mereka lari dari akun Instagram Anda.

Fokuslah untuk menulis caption yang conversational. Gunakan emoji dengan tepat, gunakan spasi di antara kalimat untuk mempermudah pembaca.

Selanjutnya, gunakan gimik di sela-sela postingan Anda. 

Apa yang sedang populer saat ini? Bagaimana Anda bisa mengeksploitasi kepopuleran suatu hal untuk konten Anda.

Beberapa waktu lalu, sedang populer sekali game Among Us di Internet dan para ahli marketing langsung bergerak cepat untuk membuat konten-konten gimmick mengikuti Among Us.

Gimmick Amoung Us di Instagram
Konten tentang hal populer memang hampir selalu berhasil mendapat share dan like yang banyak
Gimmick Amoung Us oleh Domino
Bahkan brand besar seperti Domino juga menggunakan teknik ini

Repost Konten, Perbaiki Caption-nya dengan Copywriting Instagram 

Kalau Anda termasuk yang susah mendapatkan konten original, Anda bisa repost saja.

Tentunya dari akun-akun yang memang membebaskan repost atau Anda sudah memiliki ijin dari pemilik konten tersebut.

Selanjutnya, Anda hanya perlu memperbaiki caption-nya agar sesuai dengan formula copywriting untuk Instagram.

Penulis Caption Instagram?

“Mbak Aicha buka jasa bikin caption Instagram?”

Tentu! Saya menyediakan jasa caption Instagram mulai dari Rp 20.000 per konten dengan pemesanan minimal 5 konten.

Kalau Anda kesulitan dalam membuat caption Instagram untuk brand Anda, mungkin saya bisa bantu.

Materi copywriting lainnya:
Anda Punya Bisnis Fashion Online? Ini Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Dengan Copywriting, Bisnis Skincare Melejit Hingga 132%
3 Langkah Menulis Copywriting untuk Bisnis Penginapan

Categories
Blog Copywriting Featured

Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2

NLP atau Neuro-Linguistic Programming banyak digunakan dalam bisnis, penjualan, dan internet marketing, terutama copywriting. Metode NLP banyak diterapkan dalam direct-response copywriting, content-writing, halaman website, atau blog.

NLP Copywriting dalam Membuat Iklan
Copywriting menggunakan prinsip NLP yang membuat setiap tulisan memiliki tujuan

Siapapun Anda dan apapun yang Anda lakukan, NLP bisa meningkatkan performa Anda di berbagai bidang. Termasuk bisnis, marketing, pendidikan, politik, seni, dan bidang lainnya yang melibatkan interaksi sesama manusia.

Memiliki kemampuan NLP dapat membantu karir Anda menanjak.

Dalam bidang personal development, NLP banyak digunakan oleh coach untuk membantu mengatasi masalah pribadi atau membantu satu kelompok untuk meraih tujuan.

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang NLP untuk copywriting bagian pertama. Lima trik copywriting NLP sebelumnya bisa Anda pelajari dan praktekkan terlebih dulu. Setelahnya, Anda bisa mempelajari lima trik berikutnya.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

NLP #6 – Copywriting Menanamkan Perintah

Teknik NLP ke-enam adalah embedded commands atau perintah tertanam, yaitu perintah yang terdapat dalam satu kalimat panjang yang ditandai dengan suara, intonasi bicara, atau isyarat tubuh.

Embedded commands termasuk salah satu teknik NLP yang paling populer. Teknik ini memuat kalimat langsung yang bersifat deklaratif, dan memberitahu pembaca apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipikirkan.

Menariknya, kata perintah tersebut tidak terlihat secara langsung. Dengan kata lain, kata perintah tersebut tersembunyi di dalam kalimat.

Struktur kalimat embedded commands menyampaikan “pesan rahasia” ke dalam pikiran bawah sadar pembaca secara halus.

Contoh:
“Jangan pikirkan tentang kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga ibu.”

Saya jamin, saat ini, Anda pasti sedang memikirkan kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga.

Contoh:
“Kalau suka baca, kamu pasti punya segudang ilmu yang teman-teman kamu nggak tahu. Kamu setuju, nggak?.”

Dalam kalimat contoh di atas, pesan tersembunyinya adalah alam bawah sadar Anda yang menjawab “Setuju!”

Berikut ini adalah contoh NLP untuk menanamkan perintah ke lawan bicara atau pembacara yang bisa Anda coba. Saya dan suami sering sekali menggunakan teknik ini pada satu sama lain dan berakhir dengan kalimat “I see what you did there” dan sama-sama tertawa.

Nah, coba Anda identifikasi, pesan rahasia apa yang ingin disampaikan dalam kalimat di bawah ini.

Contoh:
1) “Sayang, ingat nggak? Waktu Mama mau dateng, kita bersih-bersih dapur sampai mengilap.”
2) “Kira-kira nyuci baju berapa lama, ya? Coba cek, yuk. Seberapa lama, sih?”
3) “Terus, temen aku beliin istrinya cincin yang ada motif hatinya. Cantik banget, deh!”
4) “Habis itu, Mama bilang ke Mas Andri, aku traktir makan siang di restoran aja.”

Silakan Anda tebak pesan tersirat yang ada di masing-masing kalimat di atas. Jika sudah, jawabannya ada di kalimat berikut ini.

Pesan rahasia kalimat pertama adalah ayo bersih-bersih dapur. Pada kalimat kedua, pesan rahasianya berupa cuci baju. Pada kalimat ketiga, beliin aku cincin juga, dong. Sedangkan pada kalimat terakhir, traktir makan siang.

Dalam percakapan, Anda bisa bermain-main dengan gestur tubuh, intonasi bicara, dan kapan berhenti dalam kalimat.

Lalu, bagaimana menggunakan teknik ini dalam penulisan copywriting?

Penggunaan NLP Embedded Commands dalam Copywriting

Mengaplikasikan teknik NLP ini dalam penulisan seperti copywriting, content writing, atau blog sama sekali tidak sulit.

Pada bagian kalimat yang menjadi embedded commands, Anda bisa membuat kata-kata tersebut berbeda. Caranya dengan memperbesar ukuran font, perbedaan spasi, warna, cetak miring, huruf kapital, garis bawah, cetak tebal, apa saja!

Contoh:
“Jika Anda subscribe ke blog ini, Anda akan mendapatkan rahasia-rahasia ampuh dan jurus-jurus terbaru tentang marketing dan copywriting.”

Buat embedded commands Anda menarik perhatian dengan berbagai cara yang Anda punya.

Penggunaan teknik ini adalah salah satu penyebab kenapa tulisan copywriting tidak selalu bisa mengikuti PUEBI.

Karena tujuan copywriting adalah aksi yang berujung pada sales dan mendatangkan profit.

NLP #7 – Pacing and Leading

Pacing and Leading umum digunakan sebagai metode untuk membangun keakraban. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bisa menggunakan teknik ini dengan tepat.

Teknik NLP Pacing and Leading ini dimulai dengan menyamakan langkah Anda dengan lawan bicara. Selanjutnya, Anda membangun keakraban dan hubungan dengannya. Di bawah ini adalah cara Anda menerapkan pacing and leading.

  • Mirroring: Meniru fisiologi, gestur tubuh, dan aksi yang lawan bicara lakukan
  • Matching: Meniru aksi lawan bicara secara tidak langsung
  • Paraphrasing: Ucapkan kembali kalimat yang lawan bicara ucapkan, tapi dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Parroting: Mengulangi kalimat lawan bicara.
  • Agreeing: Menunjukkan bahwa Anda memiliki pemikiran yang sama dengan lawan bicara.
  • Similarity: Menunjukkan bahwa Anda dan lawan bicara memiliki kemiripan dalam satu-dua hal.
  • Truth: Menyatakan hal yang saat itu memang benar dan tidak bisa dibantah.

Kemudian, setelah lawan bicara merasa bahwa Anda “sejalur” dengan mereka, Anda bisa memimpin (leading) mereka kemanapun Anda inginkan.

Bisa saja Anda memimpin mereka untuk pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu. Tapi biasanya, tujuan yang ingin dicapai adalah proses berpikir dan kata-kata yang keluar dari lawan bicara Anda, agar mereka mendengarkan apa yang Anda katakan dan berubah pikiran.

Contoh:
“Iya, kamu bener. Kita harus pindah kontrakan. Nah, kira-kira kita pindah ke mana yang lebih praktis? Menurutku, sih, kita perlu tinggal di daerah yang nggak jauh-jauh banget. Sekitar 20 menitan kalau kemana-mana.”

“Terima kasih sudah menghubungi saya malam ini. Saya yakin, Anda pasti punya banyak pertanyaan. Saya juga dulu pernah di situasi yang sama, dan saya di sini ingin membantu Anda. Mari kita duduk dan pelajari situasinya.”

“Sama, lah. Aku sama kamu. Aku juga kaget. Tapi coba, deh. Kita udah lama nggak ketemu. Emang ide bagus, sih, kalau kita main lebih sering. Kamu hari Sabtu besok ngapain?”

Teknik NLP ke-tujuh ini tentunya lebih mudah diaplikasikan dalam copywriting. Saya yakin, Anda sering menemukan teknik pacing and leading dalam direct-response copywriting yang biasanya cukup panjang.

Penggunaan NLP Pacing and Leading dalam Copywriting

Pacing and leading bisa diterapkan dalam copywriting yang singkat, namun memiliki pendekatan yang sedikit berbeda.

Ketika menggunakan teknik NLP pacing and leading dalam copywriting, tujuan Anda adalah membangun hubungan dengan pembaca dengan mengikuti waktu, proses berpikir, dan fakta atau ekspektasi masa depan.

Contoh:
“Ketika Anda membaca ini, bayangkan cucu-cucu Anda bermain di kolam renang. Mereka melompat ke kolam renang dan bermain seluncur dengan bahagia. Dan saat itu, Anda akan bersyukur bahwa Anda merawat kesehatan dengan sangat baik hingga bisa merasakan kebahagian mereka di usia yang tak lagi muda.”

“Anda lihat iklan ini, meng-klik dan mengunjungi website ini, dan ini adalah langkah final sebelum Anda menginjakkan kaki dan berdiri di pasir pantai dengan deru ombak dan angin tropis yang sejuk.”

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

NLP #8 – Ciptakan Gambaran

Teknik Neuro-Linguistic Programming satu ini sudah banyak dipraktekkan oleh praktisi pemasaran. Selain karena cara kerjanya yang tepat sasaran, gambar atau ilustrasi memang lebih mudah menarik perhatian daripada tulisan.

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik ini untuk menggambarkan dengan gambar atau ilustrasi mengenai apa yang akan mereka dapatkan setelah mereka menggunakan produk atau jasa Anda.

Contoh paling mudah adalah iklan produk peninggi badan, pelangsing badan, pemutih muka, dan berbagai produk yang umumnya berkaitan dengan visual seseorang.

Eh, tapi jangan salah. Anda juga bisa menggunakan teknik satu ini untuk layanan jasa pembuatan website misanya.

Anda bisa menyandingkan dua gambar sebelum dan sesudah menggunakan jasa website Anda.

Mudah, ya?

NLP #9 – Menggunakan Tokoh sebagai Referensi

Teknik NLP ini juga sudah banyak digunakan baik dalam copywriting atau strategi pemasaran di berbagai media.

Umumnya, tokoh diwujudkan dalam bentuk brand ambassador. Anda tentu pernah melihat tokoh yang berada di niche yang Anda geluti menjadi brand ambassador suatu merek.

Bentuk polesan yang lebih halus adalah dengan product placement di film atau sinetron. Anda bisa menemukan teknik ini dengan mudah di berbagai sinetron Indonesia seperti Tukang Ojek Pengkolan atau film animasi luar seperti Ralph Breaks the Internet.

Dalam penulisan, Anda bisa menggunakan teknik ini untuk hal serius atau lucu-lucuan.

Contoh:
1) “Lakukan apa yang Jackie Chan lakukan… Minum satu gelas air setiap pagi.”
2) “Lee Min Ho (tidak) pernah Laundry di sini.”
3) “Membaca blog Wordpixels Creative adalah kegiatan saya setiap pagi. – J. R.R. Tolkien”

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

NLP #10 – Generalisasi

Kalau Anda sudah lama menulis, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi apa itu generalisasi.

Dalam NLP, generalisasi dikenal karena menggunakan kata-kata seperti semua, tidak pernah, selalu, semua orang, dan tidak ada atau tidak seorangpun.

Contoh yang sering Anda dengar misalnya, “semua politikus itu jahat”, “cewek nggak bisa nyetir”, “orang Jogja lemah lembut.”

Ketika menggunakan teknik NLP ini dalam copywriting, Anda dituntut untuk menggunakan generalisasi, lalu membuat pembaca yang kebetulan membaca copy Anda merasa spesial.

Contoh:
1) “Kesalahan Blogger Pemula. Jangan jadi seperti mereka!”
2) “Semua orang ingin menjadi copywriter tanpa memahami 5 hal penting ini.”
3) “Tidak ada teknik copywriting yang lebih mematikan daripada ini. Segera pelajari agar Anda menjadi profesional.”

NLP Copywriting Memerlukan Waktu

Neuro-Linguistic Programming digunakan sebagai keahlian pelengkap yang mendorong banyak orang agar menjadi sukses seperti sekarang. Tidak ada salahnya mempelajari NLP untuk mempertajam keahlian copywriting Anda.

Memang, tidak ada jalan pintas untuk menjadi copywriter handal yang mampu menghasilkan sales ratusan juta rupiah dengan satu winning copy. Mempelajari NLP bisa menjadi aset Anda di masa depan. Bahkan ketika Anda sudah tidak menulis, keahlian NLP bisa Anda alihkan untuk pekerjaan lain selain copywriting.

Artikel ini mengakhiri topik bahasan tentang Neuro-Linguistic Programming (NLP) bagian ke-dua dan penerapannya dalam copywriting. Tapi tanpa saya sebutkan, sebenarnya akan ada banyak artikel di masa depan mengenai copywriting yang sebenarnya berkaitan dengan NLP.

Jangan terpaku dengan istilah. Selama ilmu yang Anda peroleh mampu memberikan manfaat bagi Anda dan orang lain, lakukan dan praktekkan saja.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Categories
Blog Copywriting

Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #1

Ilmu menulis persuasi dan psikologi sering kali berdampingan. Copywriting NLP bertujuan untuk membuat copy yang berhasil mempengaruhi pembaca, agar Anda berhasil mencapai setiap goal yang Anda inginkan. Teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP) banyak digunakan oleh profesional ketika menulis copy.

Copywriting NLP untuk Menulis Iklan Bagian 2
Menulis copywriting dengan teknik NLP mampu mendongkrak kualitas tulisan Anda dalam sekejap

Sebagai copywriter, mempengaruhi seseorang melalui tulisan adalah job description nomor satu. Anda pasti pernah membaca buku yang mengaduk-aduk perasaan. Bahkan mungkin, turut merasakan apa yang Anda baca, hingga menitikkan air mata, menjadi bersemangat, atau ikutan marah.

Ilmu persuasi dan ilmu copywriting berkaitan erat dengan ilmu psikologi. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal Neuro-Linguistic Programming atau NLP dan cara penggunaannya dalam ilmu copywriting. Menariknya, tanpa sadar ternyata Anda sudah menggunakan teknik NLP dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi tidak semua orang bisa menuangkannya dalam tulisan.

Berikut ini cara Anda bisa meningkatkan teknik menulis copywriting dengan mempelajari Neuro-Linguistic Programming atau NLP yang bisa mengaduk-aduk perasaan pembaca sekarang dan bikin nagih!

Artikel Terkait:
Belajar Copywriting Terlengkap dari Dasar hingga Mahir
Copywriting: Pebisnis Wajib Tahu Teknik Pemasaran Ini
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

NLP #1 – Kesan Pertama dalam Copywriting

Kesan pertama adalah hal yang harus Anda perhatikan karena Anda hanya punya satu kali kesempatan untuk memukau audiens Anda. Suka tidak suka, kesan pertama memiliki peranan psikologis yang signifikan.

Perhatikan contoh berikut ini:
Anda bertemu dengan Ali, seseorang yang sangat ramah di suatu pertemuan. Lalu, Anda diminta oleh orang lain untuk menggalang dana bagi korban gempa. Anda akan menghubungi Ali karena Anda pikir, Ali akan menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu korban gempa. 

Kenyataanya, tidak ada korelasi yang jelas antara keramahan dan memberi sedekah. Tapi tetap saja, karena sikap Ali yang ramah, Anda terkena efek kesan pertama yang memberi asumsi bahwa sikap ramah dan sikap murah hati ada dalam diri Ali.

Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa jika Ali adalah orang yang baik dalam satu hal (beramah-tamah), maka Ali juga memiliki sisi positif yang lain (suka bersedekah).

Dalam copywriting, Anda bisa mengimplementasi teknik pertama ini dengan cara menuliskan tujuan yang ingin diraih oleh pembaca. Untuk bisa menggunakan teknik NLP ini, Anda harus mengetahui Persona pembaca Anda.

Aplikasikan teknik ini ketika membuat headline copywriting karena tajuk adalah kesan pertama yang akan ditangkap pembaca.

Contoh:
“Ini dia cara meningkatkan kemampuan menulis Anda dengan NLP dan menciptakan copy seperti copywriter profesional.”

NLP #2 – Bangkitkan Indera Pembaca

Salah satu dari sekian prinsip utama copywriting adalah “show, don’t tell”. Dengan menggunakan tulisan yang merangsang kelima indera pembaca, Anda mampu menarik pembaca masuk ke dunia Anda. 

Meskipun kebanyakan teknik ini digunakan ketika menulis novel, pertimbangkan untuk menggunakan NLP pada tulisan Anda berikutnya. Sebagai copywriter, Anda dituntut untuk punya banyak ide dan menggunakan teknik storytelling yang berkaitan erat dengan menulis cerita. 

Gunakan kata-kata yang merangsang kelima indera pembaca seperti penjabaran berikut ini.

a) Penglihatan

Salah satu indera yang paling sering digunakan ketika menulis adalah penglihatan. Secara alamiah, Anda akan menulis apa yang Anda lihat dan melihat apa yang Anda tulis.

Contoh:
“Warna hijau segar dedaunan di pucuk pohon melengkung seolah melindungi semak-semak di bawahnya, turun hingga ke sungai.”

b) Pendengaran

Kata-kata seperti kencang, lembut, bisikan, berteriak, dan marah adalah kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan suara. Sekarang, saatnya Anda pertimbangkan untuk menggunakan kata-kata baru yang terasa lebih personal.

Contoh:
“Hamparan ayat-ayat suci di hadapannya berbisik seperti seorang kekasih, membuatnya tenang dan kembali berharap.”

Contoh:
“Ingatannya akan hukuman pedih karena mencuri terbayang di benakku. Ayat-ayat ancaman itu menyala merah, meneriakkan berhenti, berhenti, berhenti sekarang, hingga aku urungkan niat tercela itu.”

c) Penciuman

Indera penciuman adalah indera yang unik karena penciuman tiap orang berbeda-beda. Apa yang menurut saya berbau tidak sedap, mungkin tidak akan menggangu Anda sedikitpun.

Teknik NLP merangsang penciuman dengan tulisan yang mendalam dan detail.

Contoh:
“Bau menyengat di sepanjang lorong sepi menuju Baker Street menyerang hidungnya, seperti ada sesuatu yang menyeramkan berhembus dari ujung kegelapan.”

d) Peraba

Benda-benda di sekitar yang bisa Anda pegang dan rasakan tidak hanya sekitar tekstur dan temperatur. Seperti indera lainnya, NLP membuat indera peraba menjadi lebih personal.

Contoh:
“Ketika aku menyusurkan ujung jemariku pada tangannya, aku merasakan kulit kasar dan tebal yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan peluhnya lah yang bisa menghidupiku dan anak-anak hingga saat ini.”

e) Perasa

Hal yang paling sulit dituangkan dalam lukisan adalah rasa. Anda pasti tahu rasa Bakso ketika saya bilang “rasanya seperti Bakso”. Tapi, bagaimana cara menciptakan sesuatu yang unik dengan indera perasa?

Rasa lebih dari sekedar interpretasi otak dari indera pengecap. Rasa adalah campuran dari tekstur, bau, dan penglihatan, dicampur jadi satu.

Contoh:
“Makan keju buatan pabrik ini rasanya seperti minum air dari wadah plastik yang belum dicuci.”

Tentu saja Anda bisa menggunakan metafora atau perumpamaan seperti di bawah ini.

Contoh:
“Seperti segelas cokelat panas di pagi hari musim dingin, sup ini membuatku tenang dan relaks.”

Nah, dalam copywriting, Anda bisa menciptakan tulisan yang merangsang indera-indera tersebut, ditambah dengan rangsangan perasaan (feeling). Dalam NLP, ini disebut sistem representasi dan sub-modalities.

Contoh:
“Nah, apa Anda dengar suara mesin ATM yang mencairkan uang Anda?”
“Anda bisa lihat perbedaan antara copywriting dengan content writing.”

Artikel Terkait:
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Kronket Menjadi Penulis Mahal
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
Bisnis Fashion Online: Cara Meningkatkan Penjualan

NLP #3 – Keluar dari Rutinitas

Bagi orang-orang yang sibuk dan secara rutin memeriksa kotak masuk email mereka, headline yang biasa saja tidak akan menarik perhatian. Untuk bisa stand out in the crowd, Anda harus mendorong orang-orang sibuk tersebut keluar dari rutinitas.

Bagaimana caranya?

Gunakan kata-kata yang langsung menarik perhatian pembaca dengan kejutan atau langsung sebutkan manfaat di judul. Kenali caranya dengan menggunakan teknik pattern interrupt.

a) Pattern Interrupt

Dalam NLP, hal ini disebut pattern interrupt atau interupsi pola. Teknik ini bertujuan untuk menganggu rutinitas seseorang, kebiasaan berpikir atau perilaku.

Perhatikan contoh di bawah ini untuk memahami interupsi pola.

Anda berkendara dengan sepeda motor menuju tempat kerja di pagi hari dan selalu mengambil rute berkendara yang sama dari rumah menuju kantor. Kita terkondisi untuk mengulangi suatu pekerjaan dengan cara yang sama, setiap waktu.

Menariknya, Anda tidak perlu berpikir ketika menyetir. Anda berada dalam kondisi auto-pilot sementara pikiran Anda membayangkan liburan ke Bali dengan pujaan hati, menikmati matahari terbenam di Pantai Kuta.

Anda terus menyetir sambil membayangkan indahnya suasa di tepi pantai, dengan pelayan yang membawakan Anda dan pasangan minuman segar dan bersiap untuk makan malam ro…

BRUK!

Tepat di hadapan Anda, ada pohon tumbang di tengah jalan, menghalangi Anda untuk lewat. Anda merasakan jemari Anda menarik tuas rem dengan kuat dan motor Anda oleng.

Selama beberapa menit, Anda tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang Anda lakukan.

Dalam situasi tersebut, pikiran bawah sadar Anda tidak tahu bagaimana Anda harus merespon situasi ini. Pikiran bawah sadar Anda menunggu instruksi, baik dari pikiran sadar Anda sendiri, atau dari seseorang yang sadar.

b) Pattern Interrupt NLP dalam Copywriting

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik NLP ini dengan menulis judul yang langsung menarik perhatian pembaca tanpa bertele-tele. Listicle (List-Article) sangat populer karena mereka menjelaskan manfaat di bagian judul dengan gamblang. Plus, rasa penasaran yang dihasilkan.

Anda tentu familiar dengan model-model judul seperti ini: “7 Kesalahan Menulis yang Paling Sering Kamu Lakukan. Nomor 3 Masih Jadi Debat.”

Contoh:
“Kamu Nggak Bakal Ngira Kalau Pekerjaan Ini Ternyata Menghasilkan”
“Teknik NLP Ini Akan Membuat Tulisan Anda Seperti Profesional”

Artikel Terkait:
Apa itu Buyer Persona: Panduan Terlengkap Untuk Pebisnis dan Marketer
Mencari Ide untuk Menulis Copywriting yang Emosional
Psikologi Copywriting untuk Jualan: Bikin Iklan Lebih “Ngena”

NLP #4 – Katakan Maksud Anda

Dalam copywriting, Anda diharuskan menulis dengan jelas dan gamblang. Tidak ada tempat bagi copywriter yang bertele-tele dalam menulis. Copywriter yang baik pasti menciptakan copywriting yang to the point.

Atensi pembaca sudah cukup rendah. Jika ditambah dengan konten tulisan yang berputar-putar, pembaca akan menutup halaman tulisan Anda dan beralih ke hal lain yang lebih bermanfaat.

Bagaimana Anda bisa mengaplikasikan teknik NLP ini?

Dalam NLP, hal ini disebut complex equivalence dan menurut NLP World dapat Anda aplikasikan dengan:

  1. Mengaitkan maksud Anda dengan satu hal spesifik, dan
  2. Ketika 2 pernyataan (satu bersifat tindakan, dan satu bersifat kemampuan) dianggap memiliki maksud yang sama.

Samakan fitur dan manfaat, atau satu hal dan hal lainnya.

Contoh:
“Membaca Artikel Ini Akan Membuat Anda Sadar Tentang Bahaya Reaktor Nuklir”.

NLP #5 – Jelaskan Secara Abstrak atau Konkrit

Ketika menulis konten, pastikan Anda membuat konten tersebut dalam beberapa bagian agar mudah dicerna. Dalam NLP, Anda bisa memilih 2 pendekatan. Pendekatan pertama, Anda menjelaskan manfaat dengan abstrak. Pendekatan kedua, Anda menjelaskan manfaat secara konkrit.

Ketika menjelaskan secara abstrak, Anda menyerahkan manfaat kepada imajinasi pembaca. Ketika mendeskripsikan manfaat secara mendetail dan konkrit, Anda memberikan tepat apa yang pembaca butuhkan.

Anda juga bisa menggunakan metafora ketika menulis menggunakan teknik NLP ini.

Contoh abstrak:
“Metode Melek Finansial yang Bisa Memberi Anda Hidup yang Anda Inginkan”

Contoh konkrit:
“Cara Menggunakan WordPress untuk Membuat Toko Online”

Contoh metafora:
“5 Produk Terbaik sebagai Buah Tangan”

Menulis Copywriting dengan NLP Wajib Dipelajari

Siapapun Anda, apapun yang Anda lakukan, Neuro-Linguistic Programming (NLP) atau Pemrograman Neuro-Linguistik dapat membantu Anda dengan efektif dalam copywriting. NLP juga digunakan oleh banyak profesional di berbagai bidang seperti bisnis, olahraga, seni, marketing, kesehatan, edukasi, dan politik.

Pebisnis profesional menggunakan NLP secara komersial untuk meraih tujuan seperti meningkatkan produktivitas dan mendorong penjualan. Sekarang, saatnya Anda menggunakan NLP dalam menciptakan copywriting yang mematikan.

Seperti biasa, Anda diminta untuk terus berlatih dan menulis NLP sesering mungkin dalam copywriting Anda. Karena semua profesional berawal dari pemula yang tidak menyerah, terus belajar, dan terus menulis.

Artikel Terkait:
Cara Membuat Copywriting Landing Page dengan Konversi Tinggi
Copywriting untuk Makanan Start Up dan UMKM
Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2

Categories
Blog Copywriting

Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal

Copywriter handal tidak lahir dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Ada banyak lika-liku yang harus dilalui agar Anda memahami trik dan cara membuat copy yang ‘mak-thes’. Tidak ada cara instan menjadi copywriter. Tapi saya bisa tunjukkan jalan untuk memulai karir Anda di dunia penulisan.

Cara Menjadi Copywriter, Penulis Mahal dengan Bayaran Tinggi
Menjadi copywriter atau penulis iklan tidaklah mudah, namun tidak juga sesulit yang dibayangkan

“Bagaimana cara menjadi copywriter? Apakah harus bisa menulis sesuai PUEBI? Bagaimana saya mencari klien? Haruskah saya melamar ke agensi periklanan? Jadi copyrwiter freelance atau in-house ya?”

Selama 2 bulan belakangan, saya vakum dari blog dan fokus pada pekerjaan yang masuk. Dan dalam 2 bulan belakangan ini, saya melihat banyak sekali teman-teman yang tertarik belajar internet marketing. Entah itu di bidang social media marketing, search engine marketing, content marketing, atau direct marketing.

Sayangnya, sedikit yang tertarik mempelajari direct marketing atau direct sales, terutama bidang copywriting. Kebanyakan mereka fokus pada content marketing dengan membangun website, lalu menyediakan layanan iklan di website tersebut.

Sebagian masih bergembira dengan Google Adsense dan berjibaku dengan algoritma SEO.

Beberapa orang yang tertarik dengan copywriting umumnya menanyakan pertanyaan seperti yang saya sebutkan di awal.

Kalau Anda tidak mengerti bagaimana iklan google dan SEO bekerja, mungkin memulai karir sebagai copywriter bisa menjadi awal karir Anda dan bertransformasi menjadi salesman in print.

Artikel Terkait:
Panduan Belajar Copywriting Terlengkap dari Dasar Hingga Mahir
Apa itu Copywriting: Pebisnis Wajib Tahu

Mulai Menulis

“Writing is like cooking. The more you do it, the better it comes off.”

Kalau Anda ingin menjadi penari, apa hal pertama yang harus Anda lakukan?

Mulai menari.

Apa yang harus Anda lakukan kalau ingin menjadi penulis handal?

Mulai menulis!

Mulailah menulis sekarang juga. Tulislah apa saja yang bisa ditulis. Entah itu resep, blog keseharian Anda, artikel tentang kucing-kucing kesayangan Anda, atau tulisan sederhana seperti buku harian.

Kalau Anda lebih nyaman menulis di depan laptop, lakukan saja. Kalau Anda lebih suka menulis dengan pena tangan, juga tidak masalah. Yang masalah adalah kalau Anda ingin menjadi copywriter tapi tidak menulis.

Tidak ada cara lain untuk menjadi copywriter selain sering menulis!

“Tapi saya nggak tahu mau nulis apa, nih…” keluh Anda.

Oke, kalau begitu. Silakan perhatikan benda-benda di sekitar Anda, lalu sebutkan tiga benda saja. Saya contohkan ya. Di sekitar saya saat ini ada:

  • Cangkir kopi setengah penuh
  • Satu kucing oren
  • Kipas Angin

Selanjutnya, gunakan imajinasi Anda untuk menghubungkan ketiga benda tersebut. Contohnya:

“Malam-malam memang enaknya ngopi sambil ngelus-elus si mpus oren. Kipas Angin di pojokan nyala di level tiga saking panasnya. Huf, kapan yah, Jogja adem lagi?”

Nah, itu. Anda sudah bisa menulis.

“Lho, nulis kaya begitu mah, saya juga bisa.”

Betul. Siapa saja bisa menulis, tapi tidak semua bisa menulis SETIAP HARI. Saat Anda menulis setiap hari, tulisan Anda akan jadi semakin bagus dan menarik. Jika Anda sudah terbiasa menulis, jalan menjadi copywriter akan semakin mudah.

Usahakan menulis apa saja. Kalau guru saya mengatakan, buatlah cerpenting. Apa itu cerpenting?

Cerita Tidak Penting!

Yaitu cerita-cerita apa saja yang ingin Anda tulis. Masa bodoh apakah ada yang suka, apakah ada yang baca, apakah ada yang komentar dan share. Lanjut menulis saja!

Goal: Mampu menulis 500 kata dalam sehari.

Waktu: Tiga hari.

Pelajari Dasar-dasar Tulisan Persuasif

Setelah Anda terbiasa menulis minimal 500 kata per hari, selanjutnya Anda harus mempelajari dasar-dasar copywriting. Ingat, Anda ingin menjadi copywriter alias penulis copy. Bukan sekedar penulis.

Nah, pada dasarnya, copywriting adalah tulisan persuasif. Tulisan Anda bermaksud untuk mempengaruhi pembaca melakukan aksi yang Anda inginkan.

Inilah alasan kenapa copywriting adalah keahlian yang mahal dan benar-benar bermanfaat jangka panjang. Kemampuan mempengaruhi tindakan seseorang bisa Anda aplikasikan di mana saja.

Anda bisa mempelajari dasar-dasar copywriting di mana saja dari Internet. Ada banyak panduan tentang cara menjadi copywriter handal di luaran sana. Benar-benar BANYAK. Tapi jangan membebani diri Anda dan ngotot untuk mempelajari semuanya.

Jika menjadi copywriter adalah karir yang ingin Anda bangun, Anda akan menghabiskan waktu sepanjang hidup untuk belajar cara menciptakan tulisan yang persuasif. Masih ada langit di atas langit. So, jangan terpaku pada berbagai syarat menjadi copywriter.

Cukup pelajari dasar copywriting dan terus maju ke depan.

Nah, di mana Anda bisa menemukan panduan dasar copywriting? Ini dia daftarnya:

  1. Panduan belajar copywriting dasar hingga mahir
  2. Menjadi copywriter yang mampu menjual apapun dengan huruf
  3. Cara cepat belajar copywriting
  4. 10 Teknik copywriting untuk membuat iklan yang menjual
  5. Banjir pengunjung dengan sihir permainan kata

Konten di atas akan memberi Anda sedikit gambaran mengenai tulisan persuasif. Pelajari konten-konten tersebut dengan baik dan maju ke langkah berikutnya.

Goal: Memahami dasar-dasar copywriting

Waktu: 4 jam

Tingkatkan Keahlian Copywriting Anda

Seorang copywriter adalah salesman in print. Artinya, Anda harus bisa menjual penawaran yang Anda tulis dalam sebuah copy. Anda dituntut mampu mengaplikasikan keahlian copywriting Anda ke dalam format konten yang dibutuhkan klien.

Anda bisa menulis copywriting untuk jenis-jenis konten di bawah ini. Silakan pilih 2 sampai 3 jenis yang ingin Anda fokuskan. Tidak perlu belajar semuanya, tapi mempraktekkan keenam jenis copywriting di bawah ini tentunya bermanfaat untuk Anda.

Apa saja jenis copywriting yang mendatangkan banyak uang dan banyak dicari?

Skill Copywriting yang Banyak dicari

  1. Pelajari cara membuat tajuk utama / headline
    Keahlian menulis tajuk utama atau headline adalah keahlian penting yang harus dimiliki setiap orang yang mengaku sebagai copywriter.
    Pelajari cara menulis headline dengan baik.
  2. Pelajari cara membuat value proposition
    Value proposition adalah copywriting yang memuat pernyataan produk atau jasa apa yang perusahaan tawarkan, nilai-nilai perusahaan, dan siapa target pasar perusahaan tersebut.
    Value proposition berkaitan dengan Customer Relation Management (CRM) dan sebaiknya Anda pelajari untuk memperdalam copywriting.
  3. Pelajari cara membuat landing page
    Copywriting Landing Page page paling banyak dicari di jagat dunia maya. Inilah alasan saya menawarkan jasa copywriting landing page. Setiap bisnis memerlukan website dan kesuksesan website tersebut bergantung pada kesuksesan landing page yang ada.
    Cara membuat Landing Page dengan konversi tinggi.
  4. Pelajari cara menulis sales email
    Email copywriting juga banyak dicari oleh digital marketer karena diperlukan oleh siapa saja. Berbeda dengan landing page yang hanya perlu ditulis sekali, email copywriting harus selalu baru dan fresh setiap minggu.
    Pelajari ide konten email yang menarik untuk pemula.
  5. Pelajari cara menulis iklan
    Ad copywriting adalah bapak moyangnya copywriting dan semakin dibutuhkan saat ini. Anda akan selalu dicari-cari oleh pebisnis jika mampu membuat copywriting iklan yang mengkonversi.
    Dasar-dasar membuat Ad copy dengan mudah.
  6. Pelajari cara menulis video script
    Terakhir adalah video script copywriting. Saya pernah menulis video script copywriting untuk klien luar negeri, tapi saya bukan yang terbaik. Saya sendiri masih belajar menulis video script, jadi tidak banyak yang bisa saya sampaikan.
    Tapi copywriting video script juga banyak dicari terutama oleh pebisnis yang menawarkan jasa puluhan juta, seperti webinar, properti, kursus, dan sebagainya.
    Tulis video script copywriting yang mengkonversi.

Goal: Memperdalam keahlian copywriting Anda di 2 atau 3 fokus

Waktu: 12 jam

Dapatkan Klien Pertama Anda

Keahlian copywriting yang sebenarnya hanya bisa Anda dapatkan dari menulis copy untuk klien. Keahlian Anda adalah 10% teori dan 90% praktek langsung.

Anda bisa membaca banyak teori tentang copywriting dan hal tersebut tidak memerlukan waktu lama. Waktu 12 jam cukup untuk membaca mengenai enam fokus yang saya sebutkan di atas dan Anda bisa memilih mana yang akan Anda coba. 

Tapi untuk mendapatkan klien copywriting pertama, bisa jadi cukup lama. Tiga bulan adalah waktu yang realistis.

“Bagaimana saya bisa mendapat klien kalau belum pernah menulis copywriting sebelumnya?”

Atau mungkin, pertanyaan Anda kurang lebih seperti ini.

“Apa ada orang yang mau membayar saya untuk jasa copywriting padahal belum pernah membuat copywriting sebelumnya?”

Jika Anda baru memulai langkah pertama, jangan pikirkan mengenai keuntungan yang akan Anda dapatkan. Anda harus bersedia kerja gratis demi membangun portfolio.

Anda perlu praktek yang sesungguhnya.

Mulailah dengan membuat copywriting untuk bisnis copywriting Anda sendiri. Kalau Anda ingin bekerja freelance, maka Anda juga pemilik bisnis yang memerlukan copywriting yang nendang.

Selanjutnya, tunjukkan copywriting buatan Anda kepada copywriter lainnya yang sudah berkarir lebih dulu dan minta saran kepada mereka. Beberapa mungkin akan menolak, tapi Anda harus terus mencoba.

Setelahnya, tawarkan jasa Anda kepada teman dan kenalan. Tidak perlu fokus pada bayaran (meskipun kalau Anda bisa dapat klien yang bersedia membayar, why not?) karena fokus Anda saat ini adalah berlatih dan mendapatkan kritik saran sebanyak mungkin dari copywriter yang sudah mahir.

Setelah Anda membuat 3 sampai 5 copywriting dari berbagai niche bisnis, sekarang saatnya mencari klien yang bersedia membayar Anda. Ingat, tidak ada cara lain menjadi copywriter selain menulis dan menulis!

Goal: Mendapatkan klien pertama

Waktu: 3 bulan

Mulai Menjadi Copywriter dan dapatkan Klien yang Bersedia Bayar

Target Anda selanjutnya adalah mencari orang yang bersedia membayar jasa copywriting Anda. Mulailah mencari orang potensial yang bersedia membayar jasa Anda sebesar Rp 25.000 untuk copywriting yang Anda buat.

“Wah, murah sekali!” protes Anda.

Sebagai orang baru di dunia copywriting, Anda tidak memiliki network dan kenalan yang bisa merekomendasikan Anda. Plus, Anda belum memiliki rekam jejak yang bisa membuktikan bahwa copywriting buatan Anda memang memberi hasil yang diharapkan.

Perusahaan dengan uang besar tidak mengenal Anda, tidak mengetahui copywriting Anda. Mereka bahkan tidak tahu Anda ada! Tidak ada perusahaan besar yang bersedia membayar Anda puluhan juta rupiah kecuali Anda mampu memberikan copywriting yang jauh lebih baik dari yang mereka punya saat ini.

Ketika klien membayar Anda Rp 25.000 untuk copywriting, mereka tidak mengharapkan copywriting yang langsung berhasil mengkonversi. 

If you pay peanuts, you get monkey.

Ada harga ada rupa.

Kalau Anda ingin mendapatkan bayaran tinggi sebagai copywriter, Anda harus bersedia mulai dari bayaran rendah, lalu naik setingkat demi setingkat.

Di awal karir Anda sebagai copywriter, terima segala jenis niche bisnis untuk mengetahui mana yang Anda suka. Ini biasa disebut generalist copywriter, artinya Anda menulis hampir untuk semua industri.

Ambil semua tawarkan pekerjaan dan buat copywriting untuk mereka sebaik mungkin. Besar kemungkinan Anda akan bertemu dengan klien yang bersedia tumbuh bersama Anda selama beberapa tahun ke depan.

Setelahnya, Anda sebaiknya menjadi copywriter spesialis di niche tertentu, seperti copywriter skin care, guest house, atau khusus menulis iklan copy untuk makanan. Anda berpotensi mendapat bayaran lebih.

Goal: Mendapatkan uang sebagai copywriter profesional

Waktu: 1 tahun

Tidak Ada Cara Instan Menjadi Copywriter

Setelah Anda mulai menapaki karir sebagai copywriter baik freelance ataupun in-house, Anda harus mengiringi keahlian Anda dengan keahlian lain. Misalnya, Anda bisa belajar Search Engine Optimization on Page, belajar bahasa asing, public speaking, storytelling, marketing strategy, funneling, inbound marketing, dan lain-lainnya yang sejenis.

Semua hal di atas tidak bisa diraih dalam satu-dua tahun. Anda harus mendedikasikan minimal sepuluh tahun agar bisa menjadi copywriter yang dicari dan mengetahui seluk beluk periklanan. Anda sebaiknya mengiringi karir dengan membangun network dan mengenal banyak orang.

Di awal karir sebagai copywriter, sangat mungkin Anda akan kekurangan uang dan tergiur profesi lain yang menghasilkan uang dengan cepat. Kalau akhirnya Anda balik kanan, saya tidak menyalahkan Anda. Seandainya saya punya skill lain yang menghasilkan uang banyak dan cepat (selain pelihara babi ngepet, tentunya) mungkin saya pun tidak akan jadi copywriter. Hehehe…

Saya sendiri suka menulis sejak sekolah dasar tapi baru berani menjajaki dunia penulisan setelah memiliki pendapatan stabil. Kalau Anda masih belum memiliki tanggungan, menjadi copywriter sekarang bisa jadi titik balik karir Anda di masa depan.

Categories
Blog Content Marketing Copywriting

Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategy

Meski tak banyak diketahui, ada perbedaan mendasar antara content writing, copywriting, dan content strategy. Ketiganya memiliki peran penting dalam internet marketing dan sama-sama dibutuhkan oleh siapa saja yang ingin sukses di dunia digital. Kenali perbedaan ketiganya dan Anda sudah melangkah lebih dekat untuk sukses di Internet.

Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
Content writing, copywriting, dan content startegy memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama berada dalam lingkup internet marketing

Kalau diibaratkan, perbedaan content writing dan copywriting tidak sejauh apple dan jeruk. Perbedaan keduanya lebih seperti jeruk nipis dan jeruk limau. Meskipun content writing dan copywriting memiliki peran berbeda, keduanya saling melengkapi dan umumnya dijembatani oleh content strategist. 

Bagi Anda yang baru terjun di bidang penulisan mungkin masih belum terlalu memahami perbedaan istilah yang ada. Misalnya, Anda masih bertanya-tanya, apa sih perbedaan content writing, copywriting, dan content strategist?

“Bukankah content writing dan copywriting sama saja?”

Kebanyakan orang mencampuradukkan peran content writer dan copywriter. Malahan, beberapa copywriter mendapat pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh content writer, dan sebaliknya.

Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan antara ketiga profesi ini karena masing-masing content writer dan copywriter memiliki tantangan dan hambatan yang unik. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari perbedaan ketiganya.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan – Bag. #1
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

Tujuan Menulis

Perbedaan mencolok antara copywriting dan content writing adalah tujuan menulis yang ada dalam pikiran penulisnya. Tujuan copywriting adalah memberikan penawaran pada target pasar yang berujung pada penjualan. Content writing bertujuan untuk memberikan informasi, mengedukasi, dan menghibur target pasar.

Apa Tujuan Copywriting?

Copywriter menulis copy sebagai langkah persuasi bisnis dengan menggunakan kata-kata dan bahasa untuk meyakinkan pembaca agar segera melakukan aksi, entah itu membeli produk yang ditawarkan, mengunduh e-book, atau berinteraksi dengan brand.

Copywriting disebut juga sales writing karena umumnya digunakan di bidang periklanan, sales copy, email, iklan poster, digital ads, brosur, dan landing page.

Berbeda dengan content writing, copywriting menggunakan bahasa percakapan yang luwes, interaktif, dan sedikit memaksa dengan cara yang halus. Sebagai copywriter, Anda bisa memfokuskan diri untuk menulis deskripsi produk, SEO copywriting, atau direct response advertising.

Kalau Anda ingin menjadi copywriter dengan bayaran tinggi, fokuslah pada satu jenis industri yang spesifik. Pengetahuan Anda tentang industri tersebut sudah sangat mahal, ditambah dengan kemampuan Anda menulis copywriting, Anda bisa meraup jutaan rupiah plus royalti untuk satu kali menulis.

Apa Tujuan Content Writing?

Content writing adalah seni membuat konten yang mengedukasi, menghibur, dan memberi informasi. Dalam menulis content writing, Anda harus memiliki tujuan yang jelas di antara tiga tujuan tersebut. Content writing yang Anda tulis harus mewakili brand voice, mudah dibaca, ditonton, atau didengar.

Kualitas editorial content writing adalah fokus yang harus Anda perhatikan. Bagi beberapa brand dan publisher yang menggunakan data sebagai pondasi, content marketing adalah strategi bisnis perusahaan untuk menarik pasar dan calon pelanggan.

Content writer umumnya berpengalaman dalam strategi pemasaran online dan mampu membuat banyak konten untuk berbagai kanal seperti website, blog, media sosial, dan email. Konten yang mereka buat biasanya bertujuan untuk mempererat hubungan pembaca dan brand.

Artikel Terkait:
5 Teknik Menulis dengan Metode NLP untuk Copywriting Keren
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

Persamaan Copywriting dan Content Writing

Meskipun tujuan penulisan copywriting dan content writing berbeda, keduanya memiliki tujuan akhir yang sama. Copywriting dan content writing sama-sama berusaha mengkonversi pembaca menjadi pembeli, atau minimal, lead.

Persamaan kedua, copywriting dan content writing harus ditulis dengan baik. Seperti apa penulisan yang baik? Nah, kalau itu, tergantung dengan brand Anda. Apa yang menurut satu brand bagus, belum tentu bagus untuk brand Anda .

Salah-salah malah brand Anda akan menanggung akibat buruk dari penulisan yang tidak cocok.

Tulisan berkualitas tinggi ditentukan oleh kemampuan penulis untuk berinteraksi dengan pembaca melalui tulisan, dan cara yang penulis gunakan agar pembaca terus membaca sampai selesai.

Pekerjaan Copywriter dan Content Writer Berbeda

Copywriter menulis copy dan content writer menulis konten. Seorang copywriter adalah profesional yang membuat materi iklan, sedangkan content writer adalah siapa saja yang membuat konten. Deskripsi pekerjaan keduanya berbeda dan Anda akan memahaminya setelah ini.

Copywriter Profesional

Seorang copywriter profesional mendedikasikan pekerjaannya untuk menulis copy. Copy adalah tulisan iklan yang dibuat oleh copywriter. Bentuknya bisa macam-macam. Intinya, copywriter menulis materi iklan dan marketing dengan melibatkan persuasi dan psikologi penjualan.

Content Writer

Nah, content writer bisa jadi siapa saja. Anda tidak harus menjadi penulis profesional untuk bisa membuat konten. Siapapun bisa menulis, termasuk para ahli di bidang masing-masing, eksekutif muda, penulis, blogger, arsitek, programmer, CEO, perusahaan, dan lain sebagainya. Content writer terbaik pasti mengerti seni membuat konten berkualitas.

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

Macam-macam Tulisan Content Writing dan Copywriting

Sekarang, Anda mengerti perbedaan antara copywriting dan content writing. Copywriter membuat materi iklan, content writer menulis konten. Tapi, konten dan materi iklan seperti apa yang mereka buat?

Dulu, copywriting terbatas hanya pada pembuatan materi iklan saja. Tapi internet mengubah lingkup pekerjaan copywriter jauh dari sekedar membuat slogan-slogan lucu. Sekarang, copywriter menulis:

  • Iklan online dan offline
  • Slogan dan moto
  • Konten website
  • Konten SEO
  • Email marketing
  • Iklan komersial di TV atau radio
  • Video script
  • Press release
  • Katalog
  • Spanduk dan baliho
  • Brosur
  • Flyer
  • Sales letters
  • Direct mail letters
  • Jingle lyrics
  • Media sosial

Sekarang ini, peran copywriter memang bertumpukkan dengan content writer dan technical writer, tapi intinya sama. Yaitu menjual ide-ide tulisan Anda sebagai bagian dari kampanye iklan yang dijalankan perusahaan.

Sama seperti copywriter, content writer bisa menulis konten-konten di bawah ini:

  • Artikel
  • Blog post
  • Majalah dan koran
  • Email newsletters
  • E-Books
  • Buku
  • Media sosial
  • Podcast
  • Televisi
  • Film
  • Radio

Apa itu Content Strategy?

Setelah Anda mengetahui perbedaan dan persamaan content writing dan copywriting, sekarang Anda akan mengenal content strategy yang juga berjibaku dengan konten dan iklan.

Content strategist mengontrol arah strategi konten perusahaan. Sebagai content strategist, Anda diminta untuk memiliki pandangan kedepan mengenai jenis dan tipe konten yang dibutuhkan dan dimana Anda harus mempublikasikan konten tersebut.

Anda juga harus memastikan kualitas konten selalu konsisten dan diharapkan mampu meraih tujuan pemasaran sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. Untuk mempermudah pekerjaan content strategist, Anda bisa menggunakan tools untuk menganalisa konten agar Anda bisa membuat skala prioritas terkait format dan kanal distribusi konten-konten tersebut.

Content strategist bertugas untuk menciptakan strategi konten, mengatur proses tersebut, dan memaksimalkan hasil dalam jangka waktu tertentu. Kalau diibaratkan, content strategist memegang kendali kapal marketing sementara content writer membangun kepercayaan, dan copywriter mendongkrak penjualan.

Apa yang harus Anda tahu?

Semakin populernya internet di masa sekarang dan masa depan, segala jenis brand memerlukan copywriting dan content writing agar tetap segar, menarik pembaca, dan mampu mengubah pembaca menjadi pembeli.

Tanpa pembeli, perusahaan tidak bisa bertumbuh dan cepat mati. Jadi, ada banyak kesempatan bagi Anda yang ingin bergelut di bidang penulisan. Sebelum Anda mulai, ingat-ingatlah definisi ketiganya. 

Kalau Anda tahu di mana Anda sebaiknya berperan, maka Anda bisa bekerja dengan lebih efisien. Memang perlu waktu untuk melihat kecocokan, tapi tidak ada salahnya Anda mulai berlatih kecil-kecilan dengan membangun brand Anda.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Categories
Blog Copywriting

Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru

Dalam menciptakan copywriting skin care, Anda memerlukan contoh dari winning copy yang telah beredar. Dengan metode ATM atau yang dikenal dengan Amati-Tiru-Modifikasi, Anda bisa membuat copywriting produk kecantikan dengan mengikuti contoh berikut ini.

Contoh Copywriting Skin Care Produk Kecantikan
Ikuti contoh copywriting produk perawatan wajah berikut ini agar Anda mampu menciptakan tulisan yang lebih baik

Salah satu niche produk yang memiliki repeat order tinggi adalah kecantikan. Ketika Anda mengikuti contoh copywriting produk kecantikan yang berhasil menyuarakan hasrat terpendam para wanita, besar kemungkinan produk Anda juga akan dicintai pelanggan.

Salah seorang CEO produk kecantikan yang saya kenal mengakui bahwa repeat order niche ini sangat menjanjikan. Sebabnya, ketika seorang wanita (atau bahkan pria sekalipun) sudah cocok dengan satu produk perawatan kulit, maka tidak akan berpindah ke lain hati.

Umumnya, produk-produk seperti ini akan habis pakai dalam satu bulan, dan sudah masuk dalam anggaran belanja bulanan. Hasrat beli tinggi didorong oleh keinginan tampil mempesona bagi pasangan membuat produk perawatan kulit menjamur di sana sini.

Bahkan lotion pemutih hasil campuran steroid pun akan dibeli jika dibanderol dengan harga menggiurkan dan copywriting yang mantab jaya. Nah, produk kecantikan Anda bukan campuran steorid, punya sertifikasi BPOM, bahkan mungkin kandungannya termasuk vegan dan halal. Maka jangan takut bersaing dengan produk kecantikan abal-abal yang merusak.

Simak contoh copywriting produk kecantikan yang saya temukan di bawah ini.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan – Bag. #1
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

#1 Erha Lovefebration

Copywriting Erha Aesthetic
Landing Page Ads Erha Store pada Event Valentine 2020

Memadukan kata ‘Love’ dan ‘Vibration’ yang diplesetkan menjadi Love Febration adalah ide bagus bagi target market Erha, mengingat produk kecantikannya menyasar pasar menengah keatas.

Erha Store mengetahui pasti bahwa user yang mencari produk kecantikan kulit dan mengklik tautan Erha Store adalah calon pelanggan yang akrab dengan istilah bahasa inggris.

Bagi user yang bukan target market Erha, mungkin tidak bisa menangkap apa yang ingin Erha katakan dengan kata Lovefebration. Mungkinkah berasal dari kata Love + February + Celebration?

Untuk Landing Page toko online, Erha memberikan detail cukup yang bisa dimengerti oleh calon pembeli yang memang sudah berniat membeli. Tapi bagi yang masih lihat-lihat dan mencari produk yang pas, Erha Store belum memberikan informasi yang saya cari.

Secara pribadi, saya akan mencari ulasan produk (yang jarang sekali ada di halaman Erha Store), estimasi berapa lama produk akan menunjukkan hasil (meskipun hanya rata-rata), dan apakah aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Kekurangan pertama, masih ada sedikit typo yang harus diperbaiki dan memerlukan proses editorial, serta diskon yang terkesan ‘sedikit sekali’. Eh, tapi mungkin ini hanya kantong saya yang berteriak minta diskon lebih.

Kekurangan kedua, nama produk yang njlimet membuat Anda harus tahu dulu apa yang Anda inginkan, dan cari produk tersebut berdasarkan kategori, atau Anda harus menebak apa arti nama produk tersebut – yang memang mudah dimengerti, tapi tidak mudah diidentifikasi.

Ketiga, readibility detail produk masih kurang. Anda harus membaca rinci satu persatu dan tidak bisa sekedar dibaca memindai (scan). Erha Store masih bisa meningkatkan readibility dengan menggunakan ukuran font berbeda, bold, italic, dan ejaan yang tepat.

Secara keseluruhan, copywriting produk Erha bisa Anda jadikan contoh awal dalam membuat deskripsi untuk niche kecantikan. Tapi saya yakin, Anda bisa membuat copywriting yang lebih baik lagi.

#2 Ultima II Early Aging Ads

Landing Page Skincare
Landing Page Ultima II

Ultima II menyajikan Landing Page dengan target spesifik dan desain elegan, membuat saya langsung merasakan kemewahan produk kecantikan ini.

Copywriting yang ditampilkan pun sederhana dan tepat sasaran tanpa mengatakan hal-hal yang tidak perlu seperti yang sedang saya lakukan sekarang di kalimat ini.

Dua kalimat yang tersusun dalam dua baris ini menyuarakan teriakan batin wanita bahwa kulit sehat dan segar adalah investasi. Saya yakin emak-emak pasti setuju, kan?

Kelebihan yang saya suka adalah landing page ini muncul dengan tag Iklan (Ads) ketika saya mengetikkan kata kunci ‘skincare anti aging‘. Lalu Ultima II menampilkan halaman dengan copywriting yang memang hanya produk anti aging, tidak bercampur baur dengan produk kecantikan lainnya yang tidak relevan.

Halaman ini jelas memudahkan saya dalam mencari produk dan dengan tepat memberikan apa yang saya cari.

Ultima II memang memberikan nama produk yang panjang seperti produk kecantikan lainnya di contoh ini, tapi dalam deskripsi produk, Ultima II memberikan satu-dua kata sebagai penjelasan produk tersebut.

Contoh Deskripsi Produk Kecantikan
Deskripsi Produk Singkat Ultima II

Anda pasti sadar bahwa tidak ada harga tertera langsung. Anda harus meng-klik produk pilihan, lalu harga akan muncul. Langkah ini bisa Anda tiru jika produk Anda menyasar pasar High End.

Seperti yang saya katakan di awal, saya sudah mendapat feeling kemewahan produk ini, tapi agar saya tidak cepat-cepat menutup halaman tersebut, Ultima II membuat saya kepo dengan harganya, yang membuat saya meng-klik produk.

Setelah meng-klik produk, Anda akan diarahkan pada halaman produk yang lebih detail. Readilibity-nya bisa saya katakan cukup mudah dibaca dan tidak banyak kata-kata yang tidak perlu.

Copywriting dalam deskripsi produk kecantikan Ultima II bisa Anda jadikan contoh acuan dalam menulis karena semua informasi berada dalam satu halaman tanpa harus klik.

Kekurangannya, Ultima II belum cukup meyakinkan saya untuk membeli produknya selain (mungkin) dogma bahwa harga mahal berbanding lurus dengan kualitas.

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

#3 L’Occitane Immortelle Precious

Landing Page Produk Kecantikan
Landing Page L’ Occitane untuk Peremajaan Kulit

Landing Page satu ini menarik perhatian saya dengan desain segar plus bunga Immortelle di bagian atas. Copywriting singkat di sebelahnya menjelaskan mengapa rangkaian series L’Occitane Immortelle menggunakan bunga ini sebagai kandungan utama.

Sayangnya, tidak banyak penjelasan lainnya di halaman ini. Anda harus mengklik produk atau halaman lain untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Klik SELENGKAPNYA dan Anda akan diarahkan ke scroll di bawahnya. Terlalu berbelit menurut saya, untuk mendapatkan informasi singkat mengenai satu produk.

Contoh Copywriting Produk Kecantikan
Deskripsi singkat produk L’Occitane

Tidak banyak informasi yang bisa Anda dapatkan di Landing Page L’Occitane. Bahkan setelah 2 klik, deskripsi yang Anda dapatkan lebih cocok dipasang di Instagram daripada website toko.

Secara pribadi, saya tidak akan membeli produk seharga ratusan ribu hingga satu juta jika penjualnya tidak bersedia mengambil langkah ekstra untuk meyakinkan pelanggan.

L’Occitane dapat memindahkan deskripsi halaman produk ke halaman Landing Page supaya tiap produk mendapat deskripsi singkat tanpa harus meng-klik produk.

Contoh copywriting dari L’Occitane ini bisa Anda jadikan gambaran jika Anda berniat membuat Landing Page yang tidak informatif. Saya yakin, jika Anda mengikuti panduan copywriting yang ada di internet secara gratis, Anda bisa membuat copywriting yang lebih baik daripada ini.

#4 Tabita Skin Care

Landing Page Tabita Skincare
Copywriting Tabita Skin Care

Landing Page Tabita Skin Care mengingatkan saya pada tampilan internet pada tahun 2003 di mana para developer website hanya menggunakan HTML dan CSS.

Saya yakin, Tabita Skin Care punya budget untuk membuat Landing Page yang sanggup closing lebih. Tapi toh, saya juga tidak tahu sudah berapa revenue yang masuk ke Sales Dept. Tabita melalui Landing Page ini.

Halaman ini sangat bisa ditingkatkan. Pertama, buat desain halaman yang memungkinkan pengunjung untuk membaca memindai.

Kedua, hilangkan hyperlink yang menyatu dengan teks. Malahan, hanya boleh ada satu hyperlink dalam satu landing page agar pengunjung tidak bingung dan akhirnya malas melanjutkan.

Ketiga, tampilkan foto produk yang ditawarkan langsung di halaman landing page. Saya menggunakan kata kunci ‘skincare anti aging‘ dan halaman ini muncul sebagai Iklan (Ads).

Menurut saya, halaman ini lebih cocok untuk halaman depan website dan tidak dipajang di ads, karena perlu klik lanjutan 2 kali untuk menemukan produk yang saya inginkan.

Copywriting produk kecantikan Tabita belum bisa dijadikan contoh yang baik jika Anda ingin belajar karena sedikit sekali informasi kandungan bahan yang ditampilkan.

Deskripsi Produk Skin Care
Sekilas terlihat sama dan deskripsi produk Tabita tidak cukup informatif

Sayang sekali jika Tabita Skin Care membakar uang untuk Google Ads tapi iklan yang ditayangkan masih belum menggugah pengunjung untuk membeli. Apalagi, halaman ini dibuat menggunakan wix site. Sayang sekali.

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

#5 Kiehl’s Perawatan Wajah

Contoh Copywriting Produk Kecantikan Kiehl’s

Ketika saya membuka iklan penawaran produk anti aging dari Kiehl’s, halaman ini muncul dan memberikan jajaran produk yang sesuai dengan pencarian saya.

Sejauh ini, landing page Kiehl’s berada di urutan kedua favorit saya setelah Ultima II. Kiehl’s memberikan deskripsi informatif, lengkap dengan harga, ukuran, dan rating.

Display produk kecantikan dari Kiehl’s

Elemen-elemen tersebut mempermudah saya untuk menjatuhkan pilihan meskipun ada banyak produk dalam satu halaman yang harus saya pilih.

Ketika saya klik salah satu produk, akan muncul pop-up yang menjelaskan deskripsi produk. Yang saya suka, Kiehl’s menjelaskan produknya dalam satu kalimat. Perhatikan tulisan berwarna merah di bawah nama produk.

Deskripsi Lanjutan Produk Kiehl’s

Beberapa produk memang hanya memiliki satu baris kalimat deskripsi, namun beberapa lainnya memiliki penjelasan lebih lanjut.

Saya rasa, halaman ini bisa berpotensi memberikan revenue yang tinggi bagi Kiehl’s. Tapi kekurangan banyak terletak pada penggunaan kata-kata bahasa Inggris yang sebenarnya bisa (tapi tidak) diterjemahkan.

Copywriting produk kecantikan dari Kiehl’s ini bisa Anda ikuti sebagai contoh. Anda tentunya bisa membuat copywriting yang lebih baik lagi dan minim kesalahan, typo, atau penggunaan kata-kata yang tidak pada tempatnya.

Copywriting Saja, Ads Saja

Saya melihat banyak orang-orang baru di internet marketing, tapi sedikit yang secara khusus mempelajari konversi landing page, terutama copywriting.

Bahkan di lingkungan terdekat saya, banyak yang rela menghabiskan uang jutaan untuk iklan Google Ads, tapi landing page dan iklannya masih ala kadarnya.

Beberapa orang menampilkan halaman ikan yang belum siap dan belum teroptimasi dengan dalih mengejar revenue. Tapi revenue macam apa yang bisa diharapkan dari halaman iklan yang bahkan tidak responsif?

Ads dan copywriting tidak bisa dipisahkan. Jika Anda ingin mensukseskan kampanye iklan, maka copywriting adalah langkah pertama yang harus Anda ambil.

Langkah kedua, pastikan desain Anda mudah dibaca dan kontras dengan warna teks. Gunakan gambar seperlunya dan dengan alasan tepat.

Langkah ketiga, tingkatkan kecepatan website tanpa mengganggu atau merusak tampilan CSS dan gambar. Dalam beberapa kasus, gambar bisa jadi tidak muncul karena kesalahan setting.

Langkah keempat, jika Anda mampu, berikan kurang lebih 300 kata untuk SEO pada halaman iklan Anda. Selain memberi informasi lebih, halaman yang dilengkapi dengan artikel singkat SEO bisa memberi Anda trafik organik di masa depan.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Categories
Blog Copywriting

Cara Membuat Copywriting Landing Page dengan Konversi Tinggi

Untuk meningkatkan konversi landing page, Anda bisa mencoba menambahkan copywriting di dalamnya. Copywriting Landing Page memiliki elemen-elemen khusus yang disesuaikan dengan struktur desain yang Anda pakai. Setidaknya, ada 8 cara untuk meningkatkan konversi dengan menambahkan teknik copywriting di Landing Page.

Cara Membuat Copywriting Landing Page
Copywriting untuk Landing Page memiliki elemen berbeda dibandingkan tulisan jenis lain

Kunci landing page yang baik adalah cara Anda membuat konten di dalamnya. Dua elemen landing page yang mengkonversi adalah desain dan copywriting. Komunikasi haruslah jelas dan tepat sasaran.

Berdasarkan Marketing Sherpa, marketer membuat landing page baru untuk setiap kampanye iklan yang mereka jalankan.

Landing page berkontribusi pada penjualan produk Anda 24 jam nonstop. Jika Anda bisa membuat landing page yang persuasif dan mengedukasi pengunjung dalam waktu singkat, Anda berkesempatan closing karena mereka akan mulai meng-klik tombol beli.

Anda harus tahu cara membuat copywriting landing page yang baik. Bahkan saya berani bilang, copywriting tidak hanya penting, tapi sangat krusial.

Cara Anda berkomunikasi dengan audiens bisa menjadi magnet atau malah sebaliknya, audiens menjauh dan meninggalkan Anda.

Inilah yang mempengaruhi conversion rate dan bounce rate.

Sebenarnya, semua orang bisa menulis. Hanya saja, beberapa orang berkomunikasi lebih baik melalui percakapan face-to-face. Tugas Anda sebagai copywriter adalah mengomunikasikan hal yang sama dalam bentuk tulisan, sambil membuat pembaca merasa seolah-olah sedang berbicara dengan mereka face-to-face .

Anda tidak perlu jadi ahli untuk belajar cara membuat copywriting landing page. Cukup dengan sedikit perbaikan sana sini dan pilihan kata yang tepat bisa membuat kantong Anda penuh.

Siap kebanjiran order dari landing page?

Ikuti cara di bawah ini agar Anda berhasil membuat landing page dengan konversi maksimal dari teknik copywriting.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

#1 Apa Tujuan Anda Membuat Landing Page?

Sebelum membuat copywriting apapun untuk landing page Anda, tentukan tujuan terlebih dahulu. Tingkat konversi landing page Anda diawali dengan goal yang ingin Anda raih. Apa yang ingin Anda hasilkan dari landing page tersebut bisa sangat mempengaruhi desain dan tulisan yang Anda buat.

Contohnya, landing page untuk menjual produk atau jasa yang bernilai tinggi (High Ticket) tentu berbeda dengan landing page untuk membagikan e-book gratis.

Landing page untuk menjual mesin seharga 40 juta misalnya, memerlukan copywriting yang lebih panjang karena nilai yang ditawarkan oleh mesin tersebut harus bisa terjustifikasi. Anda perlu meyakinkan pembaca dan membuat konten yang persuasif.

Lain halnya ketika landing page Anda menawarkan e-book gratis dan pengunjung hanya perlu memasukkan email. Tidak perlu tulisan yang panjang karena nilai sebuah e-mail tidak terlalu besar dibandingkan dengan e-book gratis.

Kalau Anda punya lebih dari satu tujuan ketika membuat landing page, buatlah landing page berbeda. Landing page yangmemiliki terlalu banyak tujuan malah tidak bisa mengkonveri karena target pelanggan yang terlalu luas.

2 Tipe Landing Page

Tergantung tujuan konversi, Anda bisa membagi landing menjadi 2 kategori yaitu (1) Lead-generation page dan (2) Click through landing page.

  • Lead-generation page adalah landing page yang memberi pilihan opt-in pada pengunjung dan CTA untuk mendapatkan informasi pengunjung. Berikut ini adalah contoh landing page untuk menarik lead:
Jenis Landing Page Opt-in
Opt-In landing page bertujuan untuk mendapatkan lead berkualitas
  • Click-through landing page efektif digunakan untuk menyiapkan pengunjung sebelum Anda menjual sesuatu. Ketika pengunjung mengklik landing page ini, maka akan diarahkan ke halaman yang memuat informasi detail tentang produk atau jasa yang Anda jual. Berikut ini contoh click-through landing page:
Landing Page Click Through
Click Through Landing Page bertujuan untuk menghangatkan calon pembeli

Dengan satu tujuan di kepala Anda ketika menulis, akan semakin mudah menggiring pembaca untuk melakukan satu hal yang Anda inginkan. Barulah ketika mereka menunjukkan gelagat tidak tertarik, beri penawaran lainnya melalui pop-up atau arahkan ke landing page lainnya.

Pastikan Anda juga sudah menentukan audiens yang ingin Anda target. Setiap landing page yang sukses menjual produk senilai ratusan juta selalu berhasil menarik audiens yang tepat. Identifikasi sejelas-jelasnya mengenai buyer persona untuk landing page Anda. Semakin spesifik semakin baik.

Buyer Persona yang baik tidak hanya sekedar mengetahui usia dan pekerjaan, tapi juga masalah yang dihadapi, cita-cita yang ingin diraih, aktivitas, dan kegiatan yang dilakukan oleh persona.

Akan lebih baik jika Anda bisa mengenal karakter tersebut dan menggali lebih dalam mengenai primal instinct mereka dan kenali alasan mengapa buyer persona Anda mau membeli dari Anda.

Cara ini akan membantu Anda membuat tulisan copywriting landing page yang lebih tertarget sehingga meningkatkan conversion rate.

#2 Headline yang Fokus Pada Manfaat/ Benefit

Anda ingin menghasilkan uang dari internet dan sudah begitu banyak kompetitor yang lebih sukses dari Anda. Kalau Anda tidak tahu bagaimana bisa jadi lebih baik dari mereka (atau minimal setara) ada satu hal yang harus Anda pelajari untuk memenangkan kompetisi ini.

Belajar cara membuat headline landing page.

Kesan pertama adalah segalanya dalam dunia digital sekarang ini. Mampu menarik perhatian orang-orang yang berselancar di media sosial dan internet adalah hal paling krusial yang menentukan apakah bisnis Anda akan bertahan atau terhapus dari database internet.

Menghilang selamanya.

Salah satu faktor keberhasilan website-website besar seperti Tribun News, Mojok, Kumparan, dan sejenisnya adalah headline mereka. Mereka tahu cara membuat headline yang catchy dan menarik emosi pembaca.

Banyak pengguna internet yang tadinya tidak peduli pada mereka mulai menaruh perhatian karena judul yang mereka sematkan sangat menggugah emosi. Judul-judul yang mereka buat memiliki formula dan pola khusus.

Pendiri Copyblogger Media, Brian Clark, menyebutkan bahwa rata-rata 8 dari 10 orang akan membaca judul Anda, tapi hanya 2 dari 10 akan membaca konten Anda. Judul juga menentukan apakah konten akan dibagikan oleh ribuan pengguna media sosial atau tenggelam.

Di era super informatif sekarang ini, orang-orang biasa terlayani. Apapun yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan hanya dalam hitungan menit. Ted Nicholas salah saeorang direct-response copywriter juga beranggapan bahwa 7 dari 10 orang membuat keputusan membeli atau tidak membeli sejak mereka membaca judul.

Cara Anda membuat desain landing page juga berperan penting di sini.

Sekarang, mari kita lihat landing page yang memiliki 2 headline berbeda dengan visual pendukung berbeda. Kedua gambar berikut ini berasal dari website yang sama.

Headline pertama
Headline dengan Copywriting

Ada alasan kenapa Anda meng-klik artikel dengan judul “Lima hal yang Cuma dimengerti oleh Generasi 90-an” di jam kerja kantor. Headline-nya menarik kan?

Anda tidak perlu membuat headline yang mencatut nama artis terkenal seperti Nia Ramadani atau membuat headline ala-ala Tribun News untuk menarik perhatian. Jika headline buatan Anda menggugah emosi terutama ke-kepo-an (karena masyarakat kita sangat kepo), persuasif, fokus pada benefit, dan menarik, konten Anda sudah bisa meningkatkan engagement rate dan melakukan sesuatu di website Anda.

Cara Sederhana Membuat Headline

Fakta menyebutkan bahwa 90% pengunjung yang membaca headline Anda, juga akan membaca konten CTA. Ini artinya, Anda harus memancing mereka kalau Anda ingin mereka take action.

Ketika Anda membuat headline, perhatikan 5 point berikut ini:

  1. Jelas
  2. Kreatif
  3. Fokus pada manfaat (benefit)
  4. To the point
  5. Sesuai dengan teks Ads Anda

Misalnya jika Anda membaca headline dengan judul

“Cara Membuat Landing Page”

versus judul

“5 Cara Mudah Membuat Landing Page”, mana yang akan Anda klik?

Dalam bukunya Methods of Persuasion, Nick Kolenda mengatakan bahwa ketika Anda menyertakan kata-kata seperti “mudah, murah, cepat, instan, tercepat” dan sejenisnya, konten Anda akan mendapat perhatian lebih.

Ini karena naluri primitif manusia yang ingin segala hal jadi mudah, murah, dan cepat.

Dalam buku tersebut, Nick Kolenda juga menjelaskan bahwa meskipun cara membuat landing page yang Anda jelaskan sebenarnya tidak mudah, orang sudah akan membentuk persepsi bahwa cara yang Anda jabarkan adalah MUDAH. Ini membantu mereka membentuk persepsi lebih awal ketika membaca judul Anda.

David Ogilvy, direct-response copywritter mengatakan bahwa jika memiliki 10 jam untuk membuat sales page (seperti landing page), sebaiknya gunakan 8 jam untuk membuat judul.

Copyblogger mengatakan bahwa Anda sebaiknya membuat judul lebih dulu sebelum membuat body copy. Jika Anda sudah memiliki headline yang cocok dan persuasif, langkah selanjutnya yaitu membuat body copy akan lebih mudah.

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

#3 Persempit Penawaran di Copywriting Landing Page

Kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual adalah menawarkan barang sebanyak-banyaknya dengan harapan klien memiliki banyak pilihan dan memperbesar peluang pengunjung membeli dari mereka.

Ini salah besar.

Masih dalam buku Methods of Persuassion, Nick Kolenda membuktikan bahwa dengan semakin banyak penawaran, calon pembeli akan semakin kebingungan dan enggan memilih.

Semakin banyak tawaran yang bervariasi, calon pembeli harus mendedikasikan waktu ekstra untuk memilih produk terbaik dari sekaian banyak produk. Calon pembeli adalah orang-orang yang malas dan punya masalah yang harus diselesaikan. Kalau mereka perlu mengidentifikasi pilihan, mereka akan kabur dan memilih mencari penjual lain yang menawarkan solusi untuk permasalahan mereka dengan spesifik.

Bagaimana jika produk atau jasa Anda memang terdiri dari berbagai macam produk seperti bisnis pakaian misalnya?

Kategorikan baju-baju Anda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Semisal Anda jualan gamis, beri filter bertahap. Dalam setiap filter, Nick Kolenda menyarankan untuk memberi maksimal 3 pilihan.

Filter pilihan pertama adalah fungsi gamis: apakah gamis pesta, gamis pengajian, atau gamis olahraga.

Filter pilihan kedua adalah harga: apakah dibawah 350 ribu, 350ribu – 500 ribu, atau di atas 500 ribu.

Hanya dengan dua tahap ini Anda sudah membantu pelanggan menentukan pilihan dan cara ini bisa membuat landing page Anda menkonversi lebih tinggi.

Tujuan Anda membuat landing page hanya satu: agar pengunjung melakukan aksi yang Anda inginkan, entah dengan meng-klik tombol CTA atau dengan mengisi opt-in formulir.

Ketika landing page Anda memiliki banyak pilihan, audiens Anda akan merasa tertantang untuk menemukan hal yang mereka cari.

Dan sebagian besar sudah enggan melakukannya.

“Paradoks pilihan mengungkapkan bahwa less is more. Terlalu banyak pilihan seringnya mencegah orang-orang untuk memilih.”

Kalau landing page yang Anda buat hanya memiliki satu tujuan, Anda membantu pengunjung untuk membuat keputusan yang tepat dan ini akan meningkatkan conversion rate.

Revisi Copywriting Anda Tanpa Ampun

Jika Anda mempromosikan lebih dari satu hal di landing page yang Anda buat, marketing Anda jadi tidak efektif. Coba jawab pertanyaan di bawah ini dan pastikan Anda jawab “Ya” untuk setiap pertanyaan:

  1. Apakah audiens saya mengerti apa yang saya bicarakan di landing page ini?
  2. Apakah desain landing page saya membantu menjelaskan tujuan saya?
  3. Apakah landing page saya fokus pada satu hal?
  4. Apakah audiens saya memerlukan solusi atau CTA lebih dari satu (kemungkinan besar tidak)?

Revisi landing page Anda dan jika ada kata-kata yang terlalu umum atau generik, buat lebih spesifik. Desain layout landing page Anda pun harus mendukung tulisan agar mudah dibaca dan tidak terlalu penuh.

Beberapa landing page untuk High Ticket memilih hanya untuk menggunakan background putih saja tanpa elemen dekorasi.

Kadang, landing page yang terlihat seperti surat bisa terasa lebih personal dan ini mendorong pembaca untuk melakukan call to action.

Tapi tidak ada salahnya untuk mempekerjakan jasa pembuatan landing page profesional yang memahami elemen marketing untuk landing page, bukan sekedar pembuat website yang mengerti pemrograman.

Pekerjakan spesialis karena mereka bisa menyelesaikan permasalahan Anda dengan spesifik. Para profesional memiliki alat dan cara yang tepat untuk membuat landing page Anda mengkonversi lebih tinggi.

#4 Gunakan Alat yang Tepat

Kalau Anda menghampiri penyedia jasa pembuatan website, mereka akan memberi Anda pilihan tema untuk website, bukan landing page. Website dan landing page adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Oleh karena itu alatnya pun berbeda.

Setiap alat diciptakan untuk tujuan masing-masing. Jika Anda menggunakan alat yang salah, maka Anda akan mendapat hasil negatif.

Ada cara untuk membuat landing page yang lebih efektif. Menggunakan alat yang tepat akan membuat tugas Anda lebih mudah dan mengurangi stress. Terutama jika Anda mendesain landing page untuk mengingkatkan konversi.

Contoh headline copywriting
Contoh landing page dengan Elementor

Anda tidak harus jadi programmer website atau menyewa programmer website untuk memiliki landing page dengan desain eye-catchy yang mendukung copywriting buatan Anda.

Contohnya saja, Elementor adalah salah satu alat terbaik untuk membuat landing page. Di dalam library Elementor juga terdapat landing page profesional yang bisa langsung Anda pakai. Lengkap dengan optimasi untuk tujuan konversi. Saya sendiri memakai Elementor.

Elementor menggunakan sistem drag and drop untuk menyusun desain dan layout landing page sesuai keinginan Anda. Elementor juga terintegrasi dengan alat marketing lainnya yang mendukung konversi seperti Mailchimp, WooCommerce, Hubspot, Facebook, dan Salesforce.

Di dunia digital yang serba cepat, Anda harus membuat proses jualan Anda terotomatisasi. Sebagai contoh, autoresponder adalah hal yang harus Anda miliki. Autoresponder membantu Anda menangkap, terhubung, dan berkomunikasi dengan audiens Anda, meskipun Anda sedang liburan dan tidak bekerja.

Oleh karena itu, pilih alat tepat untuk membuat landing page dan permudah pekerjaan Anda.

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

#5 Gunakan Visual dan Desain yang Relevan

Visual bisa berpengaruh signifikan karena otak memproses gambar lebih cepat daripada teks. Oleh karena itu elemen visual dan desain adalah hal yang akan dinilai pertama kali oleh pengnjung landing page Anda.

Ilustrasi, gambar produk, desain grafis, screenshot, foto, atau video akan dinilai oleh pengunjung dan pastikan Anda hanya menggunakan gambar landing page dengan kualitasbaik.

Gambar visual membantu pengunjung untuk membentuk emosi. Video yang Anda gunakan dalam landing bisa meningkatkan konversi hingga 86 persen.

Video memang sangat persuasif dan bisa membuat pengunjung berada di landing page Anda lebih lama, meningkatkan kepercayaan brand, dan memberi Anda brand voice. Anda juga bisa menunjukkan pengunjung bagaimana cara menggunakan produk melalui video.

Chris Haddad menggunakan Video Sales Letter untuk menjual produknya karena di video, Anda bisa mengatur bagaimana pengunjung melihat konten Anda. Melalui teks, pengunjung bisa scroll ke atas dan ke bawah, lalu kembali ke atas. Urutan mereka membaca umumnya tidak teratur dari atas ke bawah.

Apalagi, untuk konsumen Indonesia, umumnya mereka akan scroll melihat harga terlebih dahulu. Kalau sudah terlalu mahal, mereka bahkan tidak akan mau membaca seluruh teks.

Dengan Video, Anda bisa mengatur apa yang akan pengunjung lihat dan Anda bisa merunut hal yang akan mereka lihat di video.

Sudah jadi rahasia umum bahwa pengguna internet lebih menyukai video daripada teks yang panjang. Beri yang mereka inginkan dan masukkan elemen video ketika Anda membuat landing page.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa respon audiens akan berbeda-beda terhadap visual Anda. Mungkin satu grup lebih suka video sedangkan satu lagi lebih menyukai teks. Tapi apapun yang Anda pilih, desain visual Anda harus relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Gunakan desain yang kontras dengan teks. Jangan membuat landing page yang susah dibaca dan font yang terlalu kecil atau terlalu besar. Kalau bisa, gunakan warna yang sudah jadi ciri khas brand Anda. Ini akan membuat pengunjung secara otomatis mengenali brand Anda.

#6 Gunakan Angka

Angka adalah elemen yang akan membuat landing page Anda lebih menonjol dibanding lainnya. Ketika Anda menyematkan statistik, pembaca akan lebih tertarik untuk memperhatikan konten Anda.

Kenapa?

Pertama, otak Anda tertarik pada angka karena otak akan menyimpan informasi angka ke dalam susunan logis.

Selain itu, menggunakan angka akan menghemat jumlah kata, membuat landing page Anda lebih mudah di-scan oleh pengunjung dan memutuskan apakah mereka akan meneruskan membaca atau tidak.

Daripada Anda mengisi landing page dengan sales copy yang panjang, gunakan angka untuk memberikan fakta yang sulit ditolak karena otak Anda merespon statistik dengan baik.

Menggunakan nilai uang juga bisa membuat orang-orang merasa lebih senang dan dengan cara ini, mereka akan mengasosiasikan produk Anda dengan perasaan bahagia.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

#7 Perbaiki Tata Bahasa

Tata bahasa yang buruk membuat bisnis Anda tidak kredibel dan kurang dipercayai. Jika menyangkut copywriting, perhatian pada detail adalah hal paling krusial. Terutama ketika membuat landing page.

Anda ingin mengomunikasikan brand value Anda kepada audiens supaya mereka melakukan aksi, tapi mereka tidak akan bergerak kalau Anda terlihat amatir.

Neil Patel menjelaskan kenapa tata bahasa yang buruk adalah pembunuh diam-diam:

Tulisan yang seperti bercakap-cakap adalah cara paling mudah untuk membuat konten yang bermanfaat dan bisa menarik perhatian. Kadang, boleh saja mengabaikan aturan kalau menghasilkan copy dengan alur baik dan masuk akal. Tapi ada kesalahan tata bahasa yang harus Anda hindari apapun caranya.

Neil Patel

Gunakan langkah ekstra dengan menyewa copyeditor profesional. Atau, miliki tim yang berkolaborasi dengan editor untuk mereview tulisan landing page Anda.

Apa yang Harus Anda Pahami?

Ada bermacam-macam landing page yang bisa Anda buat. Mengenali jenis landing page yang cocok untuk produk atau jasa Anda termasuk salah satu strategi krusial agar copywriting Anda bisa tepat sasaran.

Misalnya, jika Anda menjual produk retail yang bermacam-macam, Anda tidak cocok menggunakan copywriting di landing page yang panjang. Anda cukup membuat deksripsi produk dan langsung menampilkan harga.

Sebaliknya, jika Anda menjual produk unik yang tidak ada di pasaran sebelumnya, copywriting yang panjang di landing page mampu membantu calon pembeli untuk mengenal produk Anda lebih dalam.

Categories
Blog Content Marketing Copywriting Featured

Psikologi Copywriting, Rahasia Jualan Anda Laris

Copywriting mengandung ilmu psikologi yang menarik untuk dibahas. Jual-beli sering kali berkaitan dengan interaksi dengan sesama manusia. Keputusan membeli atau menjual barang juga kerap dilandasi oleh alasan psikologis. Dengan adanya psikologi copywriting, Anda diharapkan memanfaatkan ilmu ini agar mampu menciptakan tulisan iklan yang berhasil menjual produk mahal.

Psikologi Copywriting untuk Menciptakan Tulisan Luar Biasa-min
Memanfaatkan ilmu psikologi dalam teknik copywriting membantu Anda menciptakan tulisan luar biasa

Menciptakan copywriting yang ‘ngena’ untuk menawarkan produk yang Anda jual memerlukan satu komposisi dasar di baliknya, yaitu ilmu psikologi. Dengan memahami sains di balik psikologi copywriting untuk jualan, Anda sudah selangkah lebih dekat untuk mendapatkan profit dengan menciptakan copywriting yang mematikan.

Dua hari lalu, Cole Schafer merilis aritkel di Medium yang membahas alasan mengapa orang-orang membeli suatu produk atau jasa. Saya kira, kita bisa mengambil manfaat dari artikel tersebut.

Berikut ini adalah artikel yang beliau tulis dan saya sadur supaya lebih mudah dimengerti.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi


Psikologi Penjualan oleh Cole Schafer dalam Copywriting

Kalau bicara soal pelanggan, ada satu kenyataan pahitnya yang harus Anda hadapi. Ketika Anda kira sudah mengerti dan memahami pelanggan, tiba-tiba mereka mengejutkan Anda dengan suatu hal hingga membuat budget iklan terus berkurang dan menyusut tanpa sisa. Hanya meninggalkan produk-produk tidak laku dan kantong Anda yang kosong.

Atau setidaknya, itulah yang saya pelajari selama bekerja di honeycopy.com

Karena itu, meskipun saya tidak pernah percaya seorang marketer atau sales yang mengaku punya formula marketing ajaib, saya yakin ada kesamaan yang bisa Anda temukan di pola perilaku manusia. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari lebih dalam mengenai ‘kenapa orang-orang membeli apa yang mereka beli’.

Artikel ini, The Psychology of Selling –Psikologi Jualan-, saya harap bisa memberi sedikit pemahaman mengenai pelanggan Anda. Tujuannya, supaya Anda bisa menciptakan marketing plan dan strategi, sementara di saat yang bersamaan, sadar apa yang ada dalam pikiran pelanggan dan target marketing Anda.

Perlu dipahami bahwa saya bukanlah ahli dalam topik ini, tapi hanya ingin berbagi pengalaman yang sudah saya pelajari setelah membaca buku-buku Advertising jaman dulu dan tentu setelah saya menjalankan jasa copywriting, Honey Copy. Nah sekarang, mari kita bicara tentang psikologi jualan.

Orang-orang membeli sesuatu karena mereka memiliki masalah menyakitkan, atau ketika mereka ingin merasa lebih baik

Pada dasarnya, penting sekali untuk Anda pahami bahwa sebagian besar orang membeli sesuatu karena satu dari dua alasan berikut ini:
1. Mereka membeli produk atau jasa Anda supaya lebih dekat dengan kebahagiaan (PLEASURE) atau,
2. Mereka membeli untuk menjauh dari rasa sakit (PAIN).

Catatan: Pada bagian ini Cole Schafer menggunakan contoh yang bertentangan dengan value saya sebagai penulis, jika Anda ingin membaca cerita aslinya, silakan klik tautan sumber di bawah.

Kita akan mengambil contoh kue dan sakit perut sebagai contoh.

Anda baru saja mendapat promosi 100 juta rupiah karena jadi karyawan terbaik. Anda senang sekali sampai ingin bersorak tapi Anda tidak mau membuat kolega di kantor takut. Jadi, Anda melepon istri Anda saat makan siang… dan istri Anda bersorak kegirangan untuk Anda.

Pada perjalanan sepulang kerja, Anda berhenti di toko kue dan membeli beberapa potong untuk merayakannya bersama istri. Bukannya memberi kue seharga Rp 200.000, yang mungkin adalah pilihan rasional, Anda membeli kue seharga Rp 1.000.000 karena Anda pikir harga lebih mahal mengindikasikan rasa yang lebih enak… dan mengapa tidak? Anda baru saja dapat promosi.

Malam itu, Anda dan istri Anda merayakan promosi dengan meriah, makan kue, ngobrol-ngobrol, dan makan kue lagi.

Pagi hari ketika Anda bangun, sakit perut menyerang karena saking banyaknya kue yang Anda makan semalam. Anda berkeliling rumah mencari obat sakit perut. Tidak ada. Anda memutuskan untuk pergi ke minimarket terdekat dan membayar sejumlah besar uang untuk dua tablet Entrostop supaya sakit perut Anda hilang.

Dalam cerita ini, Anda membayar dua hal berbeda untuk dua alasan berbeda.

Pertama, Anda membeli kue mahal supaya Anda dan istri berada lebih dekat dengan kesenangan.

Kedua, Anda membayar harga tinggi untuk dua tablet Entrostop supaya Anda dan istrri menjauh dari rasa sakit.

Hampir setiap keputusan membeli yang kita lakukan masuk ke dalam salah satu kategori di atas. Dalam beberapa kasus, bisa juga keduanya.

Kue seharga Rp 1.000.000? Pleasure

Enstrostop seharga Rp 20.000? Pain

Mercedes Benz? Pleasure

Kursi anak di Mercedes Benz? Pain

Liburan? Pleasure

Paramex? Pain

Catatan Penerjemah: Berikutnya adalah lanjutan dari Cole Schafer

Kalau Anda membaca artikel ini, Anda pasti cerdas dan saya tidak perlu menjelaskan detailnya lebih jauh lagi. Tapi saya akan mengakhiri sesi pertama pembahasan psikologi jualan ini dengan nasehat berikut.

Orang-orang membeli sesuatu supaya bisa lebih dekat dengan kesenangan (PLEASURE) atau menjauh dari rasa sakit (PAIN) dan dalam beberapa kasus, keduanya. Jadi ketika Anda memasarkan produk atau jasa, sadari mengapa pelanggan Anda membeli apa yang Anda jual.

Manusia memang makhluk rumit dengan masing-masing pikiran di kepala mereka, jadi Anda harus mempelajari psikologi jualan lebih dalam daripada sekedar Pleasure dan Pain. Mari kita bahas bagaimana emosi mengambil peran dalam perilaku membeli.

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

Orang-orang Membuat Keputusan Membeli Berdasarkan Emosi

Di bagian ini, kita akan membahas tentang emosi dan bagaimana emosi memainkan peran utama dalam keputusan seseorang membeli sesuatu. Meskipun teknologi dan data memberi banyak peluang untuk marketer, hal tersebut membuat banyak marketer lupa bahwa mereka menawarkan produk dan jasa kepada manusia, bukan robot.

Tidak seperti robot, manusia adalah makhluk emosional yang membuat keputusan membeli berdasarkan emosi, terutama ketika produk atau jasa yang mereka beli termasuk dalam kategori “pleasure” yang kita diskusikan di atas.

Orang-orang tidak membeli Maserati karena hal tersebut logis untuk dilakukan. Mereka membeli karena Maserati membuat mereka merasakan sesuatu.

Hal yang sama bisa dikatakan pada ponsel seharga 20 juta, celana seharga 7 juta, kaviar seharga 3 juta, dan liburan di hotel mewah seharga 10 juta per malam.

Keputusan konsumsi ini bukan berdasarkan logis, tapi emosional.

Jadi, ketika menjual produk yang menawarkan kesenangan pada pelanggan, pastikan Anda memicu emosi mereka. Buat mereka merasakan sesuatu.

Orang-orang Membenarkan Keputusan Beli Mereka dengan Logika

Di bagian sebelumnya kita sudah berdikusi bahwa ketika orang-orang membeli sesuatu untuk mendekat pada kesenangan, mereka akan membuat keputusan beli mereka berdasarkan emosi.

Nah, ada satu konsep menarik yang bisa ditambahkan.

Ketika Mark pergi keluar dan memutuskan (didorong dengan emosi) untuk membeli Maserati berwarna merah ceri seharga 1 Milyar, cepat atau lambat Mark harus menjawab pertanyaan, “Mark, kenapa kamu menghabiskan satu Milyar untuk membeli Maserati warna merah ceri?”

Inilah saatnya konsep logika masuk ke dalam situasi. Umumnya, ketika orang-orang membuat keputusan berdasarkan emosi, mereka membenarkan tindakan mereka dengan logika.

Kalau Mark memberikan jawaban jujur atas pertanyaan tersebut, dia akan berkata…

“Nah, Dave. Aku beli Maserati merah ceri karena aku sedang berada dalam mid-life crisis. Aku baru saja berulang tahun yang ke 50… dan membeli Maserati membuatku merasa lebih muda dan menunjukkan pada teman-teman dan keluarga kalau aku akhirnya sudah sukses. Dan juga, aku memang sudah ingin punya mobil sport warna merah ceri.”

Tapi kenyataannya, jawaban Mark adalah…

“Pertanyaan bagus, Dave. Model tahun ini menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh. Mobil ini juga sudah berulang kali melalui ujicoba keselamatan dan sangat, sangat aman untuk anak-anak. Plus, aku ingin sesuatu yang kelihatan bagus daripada mobil lamaku saat aku menjemput klien. Kau tahu, aku harus memberikan kesan baik pada mereka.”

Mark dan Dave tahu bahwa jawaban Mark di atas hanyalah omong kosong belaka. Alasan berdasarkan logika ini adalah cara umum untuk membenarkan tindakan seseorang membeli karena alasan emosional.

Nah, apa artinya ini bagi Anda seorang marketer? Ketika Anda memasarkan produk ke pelanggan dengan memicu emosi mereka, Anda harus memberikan fakta dan data yang kuat (kalau bisa berdasarkan penelitian) untuk membantu mereka membenarkan tindakan mereka membeli produk atau jasa Anda ketika pelanggan menjelaskan alasan tersebut pada teman dan keluarga.

Orang Membeli Karena Orang Lain Juga Membeli

Di sekolah, kita diajarkan mengenai peer-pressure.

Tapi, mungkin, seharusnya sekolah mengajarkan kita untuk tidak tunduk pada peer-pressure dalam hal membeli barang-barang seperti rumah, mobil, dan peralatan dapur yang baru.

Sebagai seorang marketer dan konsumen, saya berargumen bahwa pengaruh peer-pressure sangatlah kuat jika masuk ke ranah pembelian, yang akan membawa kita ke poin berikutnya dalam hal psikologi jualan; orang membeli karena orang lain membeli.

Berapa kali Anda melihat sepasang sepatu di kaki teman Anda dan merasa tergoda untuk membeli sepatu yang sama (dalam warna berbeda tentunya)? Kalau Anda jujur, minimal sekali, dua kali, atau tiga kali.

Ada satu alasan mengapa ada produk-produk yang sedang “tren“ di Amazon. Popularitas mereka meningkat karena semakin banyak orang yang menggunakan produk tersebut, memakainya dan memamerkannya.

Dalam psikologi sosial, ada satu konsep yang disebut “herd mentality”, yang pada dasarnya adalah bahwa manusia bisa dipengaruhi oleh teman-teman atau lingkungan mereka untuk beradaptasi dengan pola perilaku tertentu yang didorong oleh emosi. Meskipun herd mentality bisa jadi berbahaya dan memang sudah menyebabkan banyak masalah kekerasan di berbagai belahan dunia, herd mentality bisa digunakan untuk hal yang baik.

Sebagai contoh, ribuan orang ikut memberikan donasi ketika herd mentality digunakan untuk kebaikan. Apa Anda ingat Ice Bucket Challenge? A.L.S pada akhirnya berhasil mengumpulkan 115 juta dolar.

Karena gerakan Ice Bucket Challenge sangat populer kala itu sampai viral, saya membayangkan orang-orang menominasikan diri mereka untuk tantangan tersebut.

Sebagai tambahan, tekanan sosial yang kita rasakan, dan mungkin insting primitif untuk megikuti kawanan, adalah alasan yang sangat logis mengapa pelanggan suka jika mereka melihat orang lain yang juga menggunakan produk tersebut. Kepercayaan.

Sementara salesman bisa jadi sangat licin dan tidak etis, teman dilihat sebagai sosok yang bisa dipercaya. Jadi, jika teman Barbara merekomendasikan dia untuk mencoba restoran baru, Barbara sudah memiliki level kepercayaan terhadap teman tersebut yang kemudian diasosiasikan dengan [masukkan nama restoran].

Dan yang paling menarik mengenai konsep kepercayaan ini adalah bahwa 84% orang yang berbelanja online kini mempercayai review produk sama seperti mereka mempercayai rekomendasi dari teman-teman mereka. Jadi, pola perilaku ini sudah terbukti nyata di dunia yang kini tidak memerlukan interaksi tatap muka untuk membeli.

So, apa artinya ini semua? Sebagai seorang marketer, sadari apa yang pelanggan Anda katakan baik online dan offline tentang produk atau jasa Anda. Buat produk atau jasa yang mudah dibagikan (shareable) untuk memperbesar kesempatan mereka viral.

Tidak cukup membuat sesuatu yang menyelesaikan permasalahan kebutuhan, produk atau jasa Anda juga harus cantik dan bisa melibatkan orang lain untuk membagikan pengalaman.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Gabungkan Poin Psikologi Copywriting

Saya tahu, kita sudah membahas banyak sekali hari ini. So, saya akan menyimpulkan bagaimana Anda bisa menggunakan psikologi jualan untuk menciptakan kampanye iklan yang powerful dan meningkatkan penjualan. Berikut ini adalah hal-hal yang baru saja kita bahas saya ringkas dalam langkah-langkah yang bisa Anda gunakan segera.

  1. Apakah produk atau jasa Anda membuat pelanggan merasa lebih dekat dengan kesenangan (pleasure) atau menjauhkan mereka dari rasa sakit (pain) atau keduanya) Tanyakan pada pelanggan Anda, rasa sakit apa yang dapat dipecahkan dengan produk atau jasa Anda dan kesenangan apa yang mereka dapatkan dari produk Anda.
  2. Emosi apa yang bisa Anda picu di dalam diri pelanggan agar mereka tertarik pada produk dan jasa Anda? Setelah Anda memahami apakah produk Anda membantu pelanggan mendapat kesenangan atau menjauhkan mereka dari penderitaan, Anda bisa memutuskan emosi apa yang ingin Anda picu ketika mereka menggunakan produk Anda. Beri perhatian lebih pada kata-kata dan emosi yang Anda gambarkan. Atur penggunaan kata-kata dan emosi untuk meningkatkan kesan pada pesan iklan Anda.
  3. Bagaimana pelanggan Anda membenarkan pembelian mereka kepada teman-teman dan keluarga? Setelah Anda selesai mengidentifikasi pelanggan, sekarang saatnya untuk menarik logika manusia. Anda harus menemukan logika di balik produk dan jasa Anda. Saya akan mulai dengan bertanya pada pelanggan Anda seperti: produk kami cukup mahal, mengapa Anda menghabiskan uang yang Anda dapatkan dengan susah payah dengan membeli produk kami? Jawaban mereka mungkin sangat faktual. Mereka tidak akan menjawab “karena saya suka dan membuat saya merasa lebih baik”. Mereka akan mengatakan hal seperti “karena produk Anda memiliki fitur A, B, dan C dan karena produk Anda menyelesaikan masalah spesifik yang saya alami.” Ya, pertanyaan ini akan menjadi sedikit abrasif tapi penting. Pertanyaan tersebut akan memposisikan pelanggan ketika mereka ditanyai oleh teman atau keluarga. Setelah Anda menemukan alasan logis di balik pembelian produk atau jasa, Anda bisa memasukkannya dalam pesan iklan Anda.
  4. Bagaimana Anda menambahkan elemen pengalaman dan noteworthy dalam produk atau jasa Anda? Bagaimana Anda bisa membuatnya mudah dibagikan? Dalam closing, saya rasa sangat penting jika Anda menggunakan banyak waktu untuk membuat apapun yang Anda jual tampak cantik. Lululemon tidak menjual baju olahraga, mereka menjual desain yang cantik. Orang-orang bertanya ketika mereka melihat teman mereka mengenakan Lululemon. Dalam situasi saat ini ketika kita kita dibanjiri dengan satu hal setelah hal yang lain… penting sekali untuk memberi pelanggan kita sesuatu yang berani, ramai, revolusioner, dan seterusnya. Jika Anda bisa mendapat perhatian satu orang, perhatian orang tersebut akan memperoleh perhatian orang lain. Buat produk atau jasa Anda menular.

Artikel ini ditanyangkan di Medium.
Penulis:
Cole Schafer
Disadur oleh Aicha Mahavikri

Bagaimana Anda Menerapkan Psikologi Copywriting

Dalam penerapannya di copywriting, alasan-alasan mengapa seseorang membeli adalah kunci utama kenapa tulisan Anda berhasil menjaring banyak pembeli.

Ketika tulisan Anda menerapkan prinsip psikologi copywriting seperti yang dijelaskan oleh Cole Schafer, besar kemungkinan Anda sudah menciptakan winning copy.

Terutama, jika barang yang Anda beli adalah barang-barang yang diproduksi dengan harga murah, dan Anda jual dengan label prestige seperti kebanyakan produk branded lainnya.

Tugas Anda adalah mengidentifikasi, apa yang akan diperoleh pembeli ketika membeli produk atau jasa Anda. Apakah value yang Anda tawarkan? Ataukah prestige? Apakah konsumen membeli barang Anda supaya bisa berbangga di hadapan kawan-kawan dan rekan kerja? Ataukan konsumen memerlukan produk Anda untuk melaksanakan suatu hal yang menurutnya menyebalkan?

Ingat, yang Anda jual lebih dari sekedar produk atau jasa semata. Ada banyak manfaat dibaliknya dan berbagai alasan mengapa konsumen memilih produk Anda.

Temukan alasan psikologis dibalik pembelian barang dan jasa Anda, lalu masukkan dalam copywriting buatan Anda selanjutnya.

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Jenius dari Marketplace
Kesalahan Besar Blogger Pemula yang Paling Sering
Malas Tulis Konten? Ini Caranya Tetap Dapat Uang dari Blog

Categories
Blog Copywriting Featured

Ide Copywriting Jenius dari Marketplace

Marketplace terdiri dari berbagai tulisan. Di sanalah Anda bisa menemukan ide copywriting menarik yang sudah teruji kualitas dan formulanya. Anda hanya perlu mencari ide-ide brilian yang berhasil menjaring penjualan paling banyak lalu menuangkan ide tersebut ke dalam copywriting Anda.

Ide Copywriting Jenius dari Marketplace untuk Anda Tiru
Marketplace adalah gudang ide untuk copywriting jenius yang bisa Anda tiru

Mencari inspirasi untuk menulis mungkin memerlukan waktu paling lama dibanding menulis itu sendiri. Ketika Anda mengalami writer’s block dan susah mencari ide untuk menulis copywriting, ini saatnya Anda mengunjungi marketplace online.

Marketplace mungkin jadi pilihan Anda ketika mencari ide untuk menulis copywriting. Memang, ide kreatif tidak muncul begitu saja, tapi harus dipancing.

Apalagi jika berkaitan dengan kejar tayang deadline, Anda harus mencari ide copywriting yang maknyus.

Sebagai seorang Copywriter, Anda dan saya dituntut untuk berpikir kreatif dan berinovasi. Saya mengamini gagasan ini ketika Om Budiman Hakim, mentor saya dan teman-teman di kelas The Writers, mengemukakan ide tentang Creative Attitude.

Saya merenungkan dan melatih otak saya untuk selalu menemukan hal yang bisa dijadikan ide untuk menulis Copywriting, dan saya temukan ini di Marketplace.

Spesifiknya: Amazon

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

Amazon, Marketplace, dan Copywriting

Dua hari lalu, saya membaca The Boron Letters dari Gary Halbert. Di dalam suratnya, beliau menjelaskan bahwa sebelum menulis, kita harus tahu dulu, apa sih yang dicari orang-orang?

Apa yang mereka beli?

The Boron Letters ditulis pada 1984 dan saat itu belum ada Google Analytics, Facebook Pixels, atau algoritma apapun yang bisa melacak cara orang-orang membeli.

Satu-satunya cara adalah kalau Anda punya teman seorang List Broker. Anda harus menghubungi broker ini dan menanyakan siapa-siapa membeli apa.

Anda harus mendapatkan data faktual, untuk apa orang-orang membelanjakan uang. Bukan dengan kuesioner, kuis, tanya-jawab, atau angket.

Tapi dengan data FAKTUAL!

Kenapa?

Begini, ketika orang-orang diberi pertanyaan tentang makanan seperti ini: “Mangga organik atau Mangga karbit, mana yang akan Anda beli jika Anda ke toko buah depan rumah?”

Mereka akan menjawab mangga organik. Kenapa?

Karena mereka merasa jawaban itulah yang paling benar. Mangga organik lebih sehat dan lebih lezat. Umumnya, orang-orang akan merasa berkewajiban untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

Tapi ketika Anda benar-benar harus mengeluarkan uang untuk beli mangga, saya dan Anda pasti akan memilih mangga karbit.

Mirip ketika saya ditanya, “Aicha lebih suka baca yang mana: The Lords of The Rings atau Al-Quran?”

Saya akan menjawab Al-Quran, karena sebagai seorang muslim, sudah seharusnya saya suka baca Quran. Benar, kan? Bagaimana mungkin saya mengaku sebagai seorang muslim taat kalau baca Quran saja tidak suka?

Jawaban ini tidak faktual, tapi dipengaruhi gengsi dan emosi saja.

Bahasa Al-Quran susah dipahami dan memerlukan seorang guru agar saya bisa paham.

The Lord of The Rings? Alhamdulillah sudah khatam.

Kenapa saya jawab Al-Quran? Because it seems right! Karena jawaban tersebut ideal dan konsisten dengan pribadi saya sebagai seorang muslim.

Nah, ketika membuat copywriting, Anda ingin membangun emosi tertentu agar pembaca mengklik CTA di sales page, membuat pembaca merasa bahwa tindakannya konsisten, dan menjadikan tawaran Anda menjadi tawaran ideal.

Bagaimana Anda bisa menyusun kalimat-kalimat yang emosional dan menggugah?

Mari kita simpan dulu pertanyaan tersebut.

Kembali ke data FAKTUAL, darimana saya bisa mendapatkan data tentang apa yang dibeli orang-orang, BUKAN apa yang orang-orang KATAKAN mereka beli?

Jawabannya: Marketplace.

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

Kumpulan Ide Copywriting dari Amazon

Om Bezos sudah menghabiskan jutaan dollar untuk berinvestasi di Amazon, dan kita harus bisa memanfaatkannya sebagai ladang ide. Ingat? Creative Attitude!

Ketika Anda buntu dalam menulis copy dan kena sindrom Writer’s Block, buka saja Amazon dan eBay. Kalau Anda lebih suka marketplace lokal, bisa gunakan FJB Kaskus, atau Tokopedia.

Tidak terbatas itu saja, tapi hanya dua itu yang sempat saya jenguk.

Di kedua marketplace lokal tersebut, Anda bisa lihat apa yang dibeli orang-orang dan diskusi mereka.

FJB Kaskus terkenal dengan pelanggannya yang meninggalkan testimoni, review, dan rating. Hal yang sama juga bisa Anda temukan dari Tokopedia.

Tak jarang, diskusi dan ulasan bisa jadi alot dan emosional. Misalnya karena jasanya jelek atau produknya tidak sesuai iklan.

Nah, bagaimana cara kita mengumpulkan ide Copywriting dari Marketplace ini?

Amazon Penuh dengan…

Buku.

Yap. Semua jenis buku ada di Amazon. Baik dari publisher terkenal maupun indie, hampir semua buku bisa Anda temukan di Amazon.

Nah, saya ingin Anda buka amazon.com, lalu pilih kategori atau departemen buku.

Buku di Amazon adalah Gudang Ide Copywriting
Pilih kategori atau departemen buku

Selanjutnya, pilih kategori yang Anda perlukan idenya, dan lihat di bagian Best Seller.

Di bagian Best Seller inilah Anda mulai bisa panen ide dari formula-formula copywriting yang sudah terbukti berhasil mendatangkan uang.

Supaya hasil pencarian lebih spesifik, masukkan kata kunci di search bar Amazon. Kali ini, saya memasukkan kata kunci “Marriage” dan mulai memindai 25 judul teratas.

Copywriting untuk Marketplace
Salah satu hasil teratas hasil pencarian dengan kata kunci “Marriage”

Nah, dari sini. Anda cukup mengutak-atik dan mempelajari pola susunan kata untuk meramu judul. Copy-paste judul yang bikin Anda bereaksi “WOW” dan simpan di notepad.

Tidak harus 25 judul teratas. Anda bisa memindai 50 bahkan 100 judul best seller atau featured products dari Amazon.

Kalau Anda kesulitan karena judulnya berbahasa Inggris, gunakan cara ini di toko buku online manapun yang memuat kategoi buku seperti Gramedia atau Periplus (ini buku impor juga sih).

Menulis, untuk tujuan apapun, hanya tindakan menyusun 26 huruf alfabet dengan urutan tertentu dan membolak-balik kata saja.

Lalu, gimana caranya supaya Anda bisa punya gudang ide untuk menulis Copywriting?

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Gudang Ide Itu Bernama Ulasan

Kalau tadi kita membahas judul, sekarang saatnya kita crafting body copy dengan membaca ulasan alias review buku-buku tadi.

Buku Best Seller dan Banyak Ulasan
Buku Best Seller dan Banyak Ulasan

Baca ulasan teratas lebih dulu karena biasanya ulasan tersebut mendapat banyak vote dari pengguna lain. Perhatikan kata-kata yang digunakan dalam ulasan, dan apa yang dibahas.

Anda akan menemukan banyak kekurangan dan kelebihan yang disebutkan oleh pembaca. Catat itu.

Ini akan memberi Anda gambaran tentang what to do and what not when writing a copy, alias apa yang harus Anda lakukan dan hindari ketika menulis copy.

Anda juga bisa memperoleh banyak ide tentang apa pandangan orang-orang tentang suatu hal. Buku best seller yang saya cantumkan gambarnya di atas mendapat review negatif yang disukai banyak orang.

Setelah Anda baca ulasan teratas, sortir lagi dengan mengklik tanda bintang ulasan agar Anda bisa membaca ulasan terbaik dan terburuk.

Ulasan Pelanggan Marketplace dalam Copywriting
Ulasan Pembaca

Perhatikan ulasan bintang 5 dan bintang 1. Copy-paste kalimat yang mempengaruhi emosi Anda di notepad yang sama.

Kenapa ulasan teratas dan terendah?

Pembaca yang memberi ulasan bintang 5 dan bintang 1 membantu Anda mencari poin positif dan negatif dari buku tersebut.

Ketika Anda menulis tentang suatu hal di copywriting, Anda bisa menyebutkan poin negatif sebagai masalah yang target hadapi, lalu jelaskan bagaimana Anda memecahkan masalah dengan poin positif.

Copywriting Jenius

Ketika Anda mengikuti panduan di atas, Anda sudah memiliki stok kalimat yang diucapkan secara nyata oleh orang-orang. Ini artinya, kalimat tersebut memiliki emosi.

Langkah selanjutnya, Anda hanya perlu menggunakan kalimat-kalimat tadi, ubah sedikit sesuai dengan konteks Anda, dan copywriting yang menggugah emosi pembaca siap diluncurkan.

Masih ingat pertanyaan di atas tadi?

Bagaimana kita membuat copywriting jenius dan emosional dari ide yang dikumpulkan dari marketplace?

Jawabannya sudah saya jabarkan di atas. Tapi kalau Anda ingin membaca singkat, berikut ini rangkumannya:

  1. Kunjungi Marketplace seperti Amazon, eBay, atau yang lokal seperti Gramedia.
  2. Pilih kategori Buku yang memiliki topik senada dengan copy yang ingin Anda buat.
    Misalnya saya ingin menulis copy tentang Pernikahan, maka saya masukkan kata kunci “Marriage” di Amazon.
  3. Pindai 25 sampai 100 judul teratas dan copy-paste judul yang Anda suka di notepad terpisah.
  4. Periksa ulasan (review) pembaca dan copy-paste ulasan teratas, ulasan bintang 5, dan ulasan bintang 1.
  5. Mulai buat copywriting Anda dengan kalimat-kalimat yang Anda copy-paste tadi.

Singkat, kan?

Ya, memang kelihatannya singkat. Tapi cukup menguras waktu. Berbagai ide Copywriting yang Anda dapatkan dari Marketplace bisa digunakan di mana saja.

Kalau Anda bersedia meluangkan waktu untuk riset, copywriting Anda akan lebih emosional dan powerful.

Bagaimana Anda mengumpulkan ide untuk menulis copywriting? Apakah Marketplace merupakan tempat yang tepat untuk menggali ide? Beri komentar di bawah, ya!

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Jenius dari Marketplace
Kesalahan Besar Blogger Pemula yang Paling Sering
Malas Tulis Konten? Ini Caranya Tetap Dapat Uang dari Blog