Categories
Blog Copywriting Featured

Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2

NLP atau Neuro-Linguistic Programming banyak digunakan dalam bisnis, penjualan, dan internet marketing, terutama copywriting. Metode NLP banyak diterapkan dalam direct-response copywriting, content-writing, halaman website, atau blog.

NLP Copywriting dalam Membuat Iklan
Copywriting menggunakan prinsip NLP yang membuat setiap tulisan memiliki tujuan

Siapapun Anda dan apapun yang Anda lakukan, NLP bisa meningkatkan performa Anda di berbagai bidang. Termasuk bisnis, marketing, pendidikan, politik, seni, dan bidang lainnya yang melibatkan interaksi sesama manusia.

Memiliki kemampuan NLP dapat membantu karir Anda menanjak.

Dalam bidang personal development, NLP banyak digunakan oleh coach untuk membantu mengatasi masalah pribadi atau membantu satu kelompok untuk meraih tujuan.

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang NLP untuk copywriting bagian pertama. Lima trik copywriting NLP sebelumnya bisa Anda pelajari dan praktekkan terlebih dulu. Setelahnya, Anda bisa mempelajari lima trik berikutnya.

Artikel Terkait:
5 Prinsip Copywriting NLP untuk Iklan Mematikan
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Konkret Menjadi Penulis Mahal
Cara Membuat Landing Page dengan Konversi Tinggi

NLP #6 – Copywriting Menanamkan Perintah

Teknik NLP ke-enam adalah embedded commands atau perintah tertanam, yaitu perintah yang terdapat dalam satu kalimat panjang yang ditandai dengan suara, intonasi bicara, atau isyarat tubuh.

Embedded commands termasuk salah satu teknik NLP yang paling populer. Teknik ini memuat kalimat langsung yang bersifat deklaratif, dan memberitahu pembaca apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipikirkan.

Menariknya, kata perintah tersebut tidak terlihat secara langsung. Dengan kata lain, kata perintah tersebut tersembunyi di dalam kalimat.

Struktur kalimat embedded commands menyampaikan “pesan rahasia” ke dalam pikiran bawah sadar pembaca secara halus.

Contoh:
“Jangan pikirkan tentang kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga ibu.”

Saya jamin, saat ini, Anda pasti sedang memikirkan kucing hitam yang melompat ke atas pot bunga.

Contoh:
“Kalau suka baca, kamu pasti punya segudang ilmu yang teman-teman kamu nggak tahu. Kamu setuju, nggak?.”

Dalam kalimat contoh di atas, pesan tersembunyinya adalah alam bawah sadar Anda yang menjawab “Setuju!”

Berikut ini adalah contoh NLP untuk menanamkan perintah ke lawan bicara atau pembacara yang bisa Anda coba. Saya dan suami sering sekali menggunakan teknik ini pada satu sama lain dan berakhir dengan kalimat “I see what you did there” dan sama-sama tertawa.

Nah, coba Anda identifikasi, pesan rahasia apa yang ingin disampaikan dalam kalimat di bawah ini.

Contoh:
1) “Sayang, ingat nggak? Waktu Mama mau dateng, kita bersih-bersih dapur sampai mengilap.”
2) “Kira-kira nyuci baju berapa lama, ya? Coba cek, yuk. Seberapa lama, sih?”
3) “Terus, temen aku beliin istrinya cincin yang ada motif hatinya. Cantik banget, deh!”
4) “Habis itu, Mama bilang ke Mas Andri, aku traktir makan siang di restoran aja.”

Silakan Anda tebak pesan tersirat yang ada di masing-masing kalimat di atas. Jika sudah, jawabannya ada di kalimat berikut ini.

Pesan rahasia kalimat pertama adalah ayo bersih-bersih dapur. Pada kalimat kedua, pesan rahasianya berupa cuci baju. Pada kalimat ketiga, beliin aku cincin juga, dong. Sedangkan pada kalimat terakhir, traktir makan siang.

Dalam percakapan, Anda bisa bermain-main dengan gestur tubuh, intonasi bicara, dan kapan berhenti dalam kalimat.

Lalu, bagaimana menggunakan teknik ini dalam penulisan copywriting?

Penggunaan NLP Embedded Commands dalam Copywriting

Mengaplikasikan teknik NLP ini dalam penulisan seperti copywriting, content writing, atau blog sama sekali tidak sulit.

Pada bagian kalimat yang menjadi embedded commands, Anda bisa membuat kata-kata tersebut berbeda. Caranya dengan memperbesar ukuran font, perbedaan spasi, warna, cetak miring, huruf kapital, garis bawah, cetak tebal, apa saja!

Contoh:
“Jika Anda subscribe ke blog ini, Anda akan mendapatkan rahasia-rahasia ampuh dan jurus-jurus terbaru tentang marketing dan copywriting.”

Buat embedded commands Anda menarik perhatian dengan berbagai cara yang Anda punya.

Penggunaan teknik ini adalah salah satu penyebab kenapa tulisan copywriting tidak selalu bisa mengikuti PUEBI.

Karena tujuan copywriting adalah aksi yang berujung pada sales dan mendatangkan profit.

NLP #7 – Pacing and Leading

Pacing and Leading umum digunakan sebagai metode untuk membangun keakraban. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar bisa menggunakan teknik ini dengan tepat.

Teknik NLP Pacing and Leading ini dimulai dengan menyamakan langkah Anda dengan lawan bicara. Selanjutnya, Anda membangun keakraban dan hubungan dengannya. Di bawah ini adalah cara Anda menerapkan pacing and leading.

  • Mirroring: Meniru fisiologi, gestur tubuh, dan aksi yang lawan bicara lakukan
  • Matching: Meniru aksi lawan bicara secara tidak langsung
  • Paraphrasing: Ucapkan kembali kalimat yang lawan bicara ucapkan, tapi dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Parroting: Mengulangi kalimat lawan bicara.
  • Agreeing: Menunjukkan bahwa Anda memiliki pemikiran yang sama dengan lawan bicara.
  • Similarity: Menunjukkan bahwa Anda dan lawan bicara memiliki kemiripan dalam satu-dua hal.
  • Truth: Menyatakan hal yang saat itu memang benar dan tidak bisa dibantah.

Kemudian, setelah lawan bicara merasa bahwa Anda “sejalur” dengan mereka, Anda bisa memimpin (leading) mereka kemanapun Anda inginkan.

Bisa saja Anda memimpin mereka untuk pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu. Tapi biasanya, tujuan yang ingin dicapai adalah proses berpikir dan kata-kata yang keluar dari lawan bicara Anda, agar mereka mendengarkan apa yang Anda katakan dan berubah pikiran.

Contoh:
“Iya, kamu bener. Kita harus pindah kontrakan. Nah, kira-kira kita pindah ke mana yang lebih praktis? Menurutku, sih, kita perlu tinggal di daerah yang nggak jauh-jauh banget. Sekitar 20 menitan kalau kemana-mana.”

“Terima kasih sudah menghubungi saya malam ini. Saya yakin, Anda pasti punya banyak pertanyaan. Saya juga dulu pernah di situasi yang sama, dan saya di sini ingin membantu Anda. Mari kita duduk dan pelajari situasinya.”

“Sama, lah. Aku sama kamu. Aku juga kaget. Tapi coba, deh. Kita udah lama nggak ketemu. Emang ide bagus, sih, kalau kita main lebih sering. Kamu hari Sabtu besok ngapain?”

Teknik NLP ke-tujuh ini tentunya lebih mudah diaplikasikan dalam copywriting. Saya yakin, Anda sering menemukan teknik pacing and leading dalam direct-response copywriting yang biasanya cukup panjang.

Penggunaan NLP Pacing and Leading dalam Copywriting

Pacing and leading bisa diterapkan dalam copywriting yang singkat, namun memiliki pendekatan yang sedikit berbeda.

Ketika menggunakan teknik NLP pacing and leading dalam copywriting, tujuan Anda adalah membangun hubungan dengan pembaca dengan mengikuti waktu, proses berpikir, dan fakta atau ekspektasi masa depan.

Contoh:
“Ketika Anda membaca ini, bayangkan cucu-cucu Anda bermain di kolam renang. Mereka melompat ke kolam renang dan bermain seluncur dengan bahagia. Dan saat itu, Anda akan bersyukur bahwa Anda merawat kesehatan dengan sangat baik hingga bisa merasakan kebahagian mereka di usia yang tak lagi muda.”

“Anda lihat iklan ini, meng-klik dan mengunjungi website ini, dan ini adalah langkah final sebelum Anda menginjakkan kaki dan berdiri di pasir pantai dengan deru ombak dan angin tropis yang sejuk.”

Artikel Terkait:
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
5 Contoh Copywriting Produk Kecantikan yang Bisa Anda Tiru
Psikologi Copywriting, Rahasia Dibalik Produk Laris

NLP #8 – Ciptakan Gambaran

Teknik Neuro-Linguistic Programming satu ini sudah banyak dipraktekkan oleh praktisi pemasaran. Selain karena cara kerjanya yang tepat sasaran, gambar atau ilustrasi memang lebih mudah menarik perhatian daripada tulisan.

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik ini untuk menggambarkan dengan gambar atau ilustrasi mengenai apa yang akan mereka dapatkan setelah mereka menggunakan produk atau jasa Anda.

Contoh paling mudah adalah iklan produk peninggi badan, pelangsing badan, pemutih muka, dan berbagai produk yang umumnya berkaitan dengan visual seseorang.

Eh, tapi jangan salah. Anda juga bisa menggunakan teknik satu ini untuk layanan jasa pembuatan website misanya.

Anda bisa menyandingkan dua gambar sebelum dan sesudah menggunakan jasa website Anda.

Mudah, ya?

NLP #9 – Menggunakan Tokoh sebagai Referensi

Teknik NLP ini juga sudah banyak digunakan baik dalam copywriting atau strategi pemasaran di berbagai media.

Umumnya, tokoh diwujudkan dalam bentuk brand ambassador. Anda tentu pernah melihat tokoh yang berada di niche yang Anda geluti menjadi brand ambassador suatu merek.

Bentuk polesan yang lebih halus adalah dengan product placement di film atau sinetron. Anda bisa menemukan teknik ini dengan mudah di berbagai sinetron Indonesia seperti Tukang Ojek Pengkolan atau film animasi luar seperti Ralph Breaks the Internet.

Dalam penulisan, Anda bisa menggunakan teknik ini untuk hal serius atau lucu-lucuan.

Contoh:
1) “Lakukan apa yang Jackie Chan lakukan… Minum satu gelas air setiap pagi.”
2) “Lee Min Ho (tidak) pernah Laundry di sini.”
3) “Membaca blog Wordpixels Creative adalah kegiatan saya setiap pagi. – J. R.R. Tolkien”

Artikel Terkait:
Ide Copywriting Sakti dari Marketplace
Bisnis Fashion Online: Cara Jualan Supaya Cepat Closing
Copywriting Lezat untuk Bisnis Makanan Start Up & UMKM

NLP #10 – Generalisasi

Kalau Anda sudah lama menulis, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi apa itu generalisasi.

Dalam NLP, generalisasi dikenal karena menggunakan kata-kata seperti semua, tidak pernah, selalu, semua orang, dan tidak ada atau tidak seorangpun.

Contoh yang sering Anda dengar misalnya, “semua politikus itu jahat”, “cewek nggak bisa nyetir”, “orang Jogja lemah lembut.”

Ketika menggunakan teknik NLP ini dalam copywriting, Anda dituntut untuk menggunakan generalisasi, lalu membuat pembaca yang kebetulan membaca copy Anda merasa spesial.

Contoh:
1) “Kesalahan Blogger Pemula. Jangan jadi seperti mereka!”
2) “Semua orang ingin menjadi copywriter tanpa memahami 5 hal penting ini.”
3) “Tidak ada teknik copywriting yang lebih mematikan daripada ini. Segera pelajari agar Anda menjadi profesional.”

NLP Copywriting Memerlukan Waktu

Neuro-Linguistic Programming digunakan sebagai keahlian pelengkap yang mendorong banyak orang agar menjadi sukses seperti sekarang. Tidak ada salahnya mempelajari NLP untuk mempertajam keahlian copywriting Anda.

Memang, tidak ada jalan pintas untuk menjadi copywriter handal yang mampu menghasilkan sales ratusan juta rupiah dengan satu winning copy. Mempelajari NLP bisa menjadi aset Anda di masa depan. Bahkan ketika Anda sudah tidak menulis, keahlian NLP bisa Anda alihkan untuk pekerjaan lain selain copywriting.

Artikel ini mengakhiri topik bahasan tentang Neuro-Linguistic Programming (NLP) bagian ke-dua dan penerapannya dalam copywriting. Tapi tanpa saya sebutkan, sebenarnya akan ada banyak artikel di masa depan mengenai copywriting yang sebenarnya berkaitan dengan NLP.

Jangan terpaku dengan istilah. Selama ilmu yang Anda peroleh mampu memberikan manfaat bagi Anda dan orang lain, lakukan dan praktekkan saja.

Artikel Terkait:
Contoh Copywriting untuk Penginapan, Hotel, & Guesthouse
Copywriting Bisnis Skin Care Bikin Profit Melejit Hingga 132%
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

Categories
Blog Copywriting

Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #1

Ilmu menulis persuasi dan psikologi sering kali berdampingan. Copywriting NLP bertujuan untuk membuat copy yang berhasil mempengaruhi pembaca, agar Anda berhasil mencapai setiap goal yang Anda inginkan. Teknik Neuro-Linguistic Programming (NLP) banyak digunakan oleh profesional ketika menulis copy.

Copywriting NLP untuk Menulis Iklan Bagian 2
Menulis copywriting dengan teknik NLP mampu mendongkrak kualitas tulisan Anda dalam sekejap

Sebagai copywriter, mempengaruhi seseorang melalui tulisan adalah job description nomor satu. Anda pasti pernah membaca buku yang mengaduk-aduk perasaan. Bahkan mungkin, turut merasakan apa yang Anda baca, hingga menitikkan air mata, menjadi bersemangat, atau ikutan marah.

Ilmu persuasi dan ilmu copywriting berkaitan erat dengan ilmu psikologi. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenal Neuro-Linguistic Programming atau NLP dan cara penggunaannya dalam ilmu copywriting. Menariknya, tanpa sadar ternyata Anda sudah menggunakan teknik NLP dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi tidak semua orang bisa menuangkannya dalam tulisan.

Berikut ini cara Anda bisa meningkatkan teknik menulis copywriting dengan mempelajari Neuro-Linguistic Programming atau NLP yang bisa mengaduk-aduk perasaan pembaca sekarang dan bikin nagih!

Artikel Terkait:
Belajar Copywriting Terlengkap dari Dasar hingga Mahir
Copywriting: Pebisnis Wajib Tahu Teknik Pemasaran Ini
7 Langkah Belajar Copywriting untuk Pemula

NLP #1 – Kesan Pertama dalam Copywriting

Kesan pertama adalah hal yang harus Anda perhatikan karena Anda hanya punya satu kali kesempatan untuk memukau audiens Anda. Suka tidak suka, kesan pertama memiliki peranan psikologis yang signifikan.

Perhatikan contoh berikut ini:
Anda bertemu dengan Ali, seseorang yang sangat ramah di suatu pertemuan. Lalu, Anda diminta oleh orang lain untuk menggalang dana bagi korban gempa. Anda akan menghubungi Ali karena Anda pikir, Ali akan menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu korban gempa. 

Kenyataanya, tidak ada korelasi yang jelas antara keramahan dan memberi sedekah. Tapi tetap saja, karena sikap Ali yang ramah, Anda terkena efek kesan pertama yang memberi asumsi bahwa sikap ramah dan sikap murah hati ada dalam diri Ali.

Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa jika Ali adalah orang yang baik dalam satu hal (beramah-tamah), maka Ali juga memiliki sisi positif yang lain (suka bersedekah).

Dalam copywriting, Anda bisa mengimplementasi teknik pertama ini dengan cara menuliskan tujuan yang ingin diraih oleh pembaca. Untuk bisa menggunakan teknik NLP ini, Anda harus mengetahui Persona pembaca Anda.

Aplikasikan teknik ini ketika membuat headline copywriting karena tajuk adalah kesan pertama yang akan ditangkap pembaca.

Contoh:
“Ini dia cara meningkatkan kemampuan menulis Anda dengan NLP dan menciptakan copy seperti copywriter profesional.”

NLP #2 – Bangkitkan Indera Pembaca

Salah satu dari sekian prinsip utama copywriting adalah “show, don’t tell”. Dengan menggunakan tulisan yang merangsang kelima indera pembaca, Anda mampu menarik pembaca masuk ke dunia Anda. 

Meskipun kebanyakan teknik ini digunakan ketika menulis novel, pertimbangkan untuk menggunakan NLP pada tulisan Anda berikutnya. Sebagai copywriter, Anda dituntut untuk punya banyak ide dan menggunakan teknik storytelling yang berkaitan erat dengan menulis cerita. 

Gunakan kata-kata yang merangsang kelima indera pembaca seperti penjabaran berikut ini.

a) Penglihatan

Salah satu indera yang paling sering digunakan ketika menulis adalah penglihatan. Secara alamiah, Anda akan menulis apa yang Anda lihat dan melihat apa yang Anda tulis.

Contoh:
“Warna hijau segar dedaunan di pucuk pohon melengkung seolah melindungi semak-semak di bawahnya, turun hingga ke sungai.”

b) Pendengaran

Kata-kata seperti kencang, lembut, bisikan, berteriak, dan marah adalah kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan suara. Sekarang, saatnya Anda pertimbangkan untuk menggunakan kata-kata baru yang terasa lebih personal.

Contoh:
“Hamparan ayat-ayat suci di hadapannya berbisik seperti seorang kekasih, membuatnya tenang dan kembali berharap.”

Contoh:
“Ingatannya akan hukuman pedih karena mencuri terbayang di benakku. Ayat-ayat ancaman itu menyala merah, meneriakkan berhenti, berhenti, berhenti sekarang, hingga aku urungkan niat tercela itu.”

c) Penciuman

Indera penciuman adalah indera yang unik karena penciuman tiap orang berbeda-beda. Apa yang menurut saya berbau tidak sedap, mungkin tidak akan menggangu Anda sedikitpun.

Teknik NLP merangsang penciuman dengan tulisan yang mendalam dan detail.

Contoh:
“Bau menyengat di sepanjang lorong sepi menuju Baker Street menyerang hidungnya, seperti ada sesuatu yang menyeramkan berhembus dari ujung kegelapan.”

d) Peraba

Benda-benda di sekitar yang bisa Anda pegang dan rasakan tidak hanya sekitar tekstur dan temperatur. Seperti indera lainnya, NLP membuat indera peraba menjadi lebih personal.

Contoh:
“Ketika aku menyusurkan ujung jemariku pada tangannya, aku merasakan kulit kasar dan tebal yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan peluhnya lah yang bisa menghidupiku dan anak-anak hingga saat ini.”

e) Perasa

Hal yang paling sulit dituangkan dalam lukisan adalah rasa. Anda pasti tahu rasa Bakso ketika saya bilang “rasanya seperti Bakso”. Tapi, bagaimana cara menciptakan sesuatu yang unik dengan indera perasa?

Rasa lebih dari sekedar interpretasi otak dari indera pengecap. Rasa adalah campuran dari tekstur, bau, dan penglihatan, dicampur jadi satu.

Contoh:
“Makan keju buatan pabrik ini rasanya seperti minum air dari wadah plastik yang belum dicuci.”

Tentu saja Anda bisa menggunakan metafora atau perumpamaan seperti di bawah ini.

Contoh:
“Seperti segelas cokelat panas di pagi hari musim dingin, sup ini membuatku tenang dan relaks.”

Nah, dalam copywriting, Anda bisa menciptakan tulisan yang merangsang indera-indera tersebut, ditambah dengan rangsangan perasaan (feeling). Dalam NLP, ini disebut sistem representasi dan sub-modalities.

Contoh:
“Nah, apa Anda dengar suara mesin ATM yang mencairkan uang Anda?”
“Anda bisa lihat perbedaan antara copywriting dengan content writing.”

Artikel Terkait:
Cara Menjadi Copywriter: Langkah Kronket Menjadi Penulis Mahal
Perbedaan Content Writing, Copywriting, dan Content Strategist
Bisnis Fashion Online: Cara Meningkatkan Penjualan

NLP #3 – Keluar dari Rutinitas

Bagi orang-orang yang sibuk dan secara rutin memeriksa kotak masuk email mereka, headline yang biasa saja tidak akan menarik perhatian. Untuk bisa stand out in the crowd, Anda harus mendorong orang-orang sibuk tersebut keluar dari rutinitas.

Bagaimana caranya?

Gunakan kata-kata yang langsung menarik perhatian pembaca dengan kejutan atau langsung sebutkan manfaat di judul. Kenali caranya dengan menggunakan teknik pattern interrupt.

a) Pattern Interrupt

Dalam NLP, hal ini disebut pattern interrupt atau interupsi pola. Teknik ini bertujuan untuk menganggu rutinitas seseorang, kebiasaan berpikir atau perilaku.

Perhatikan contoh di bawah ini untuk memahami interupsi pola.

Anda berkendara dengan sepeda motor menuju tempat kerja di pagi hari dan selalu mengambil rute berkendara yang sama dari rumah menuju kantor. Kita terkondisi untuk mengulangi suatu pekerjaan dengan cara yang sama, setiap waktu.

Menariknya, Anda tidak perlu berpikir ketika menyetir. Anda berada dalam kondisi auto-pilot sementara pikiran Anda membayangkan liburan ke Bali dengan pujaan hati, menikmati matahari terbenam di Pantai Kuta.

Anda terus menyetir sambil membayangkan indahnya suasa di tepi pantai, dengan pelayan yang membawakan Anda dan pasangan minuman segar dan bersiap untuk makan malam ro…

BRUK!

Tepat di hadapan Anda, ada pohon tumbang di tengah jalan, menghalangi Anda untuk lewat. Anda merasakan jemari Anda menarik tuas rem dengan kuat dan motor Anda oleng.

Selama beberapa menit, Anda tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang Anda lakukan.

Dalam situasi tersebut, pikiran bawah sadar Anda tidak tahu bagaimana Anda harus merespon situasi ini. Pikiran bawah sadar Anda menunggu instruksi, baik dari pikiran sadar Anda sendiri, atau dari seseorang yang sadar.

b) Pattern Interrupt NLP dalam Copywriting

Dalam copywriting, Anda menggunakan teknik NLP ini dengan menulis judul yang langsung menarik perhatian pembaca tanpa bertele-tele. Listicle (List-Article) sangat populer karena mereka menjelaskan manfaat di bagian judul dengan gamblang. Plus, rasa penasaran yang dihasilkan.

Anda tentu familiar dengan model-model judul seperti ini: “7 Kesalahan Menulis yang Paling Sering Kamu Lakukan. Nomor 3 Masih Jadi Debat.”

Contoh:
“Kamu Nggak Bakal Ngira Kalau Pekerjaan Ini Ternyata Menghasilkan”
“Teknik NLP Ini Akan Membuat Tulisan Anda Seperti Profesional”

Artikel Terkait:
Apa itu Buyer Persona: Panduan Terlengkap Untuk Pebisnis dan Marketer
Mencari Ide untuk Menulis Copywriting yang Emosional
Psikologi Copywriting untuk Jualan: Bikin Iklan Lebih “Ngena”

NLP #4 – Katakan Maksud Anda

Dalam copywriting, Anda diharuskan menulis dengan jelas dan gamblang. Tidak ada tempat bagi copywriter yang bertele-tele dalam menulis. Copywriter yang baik pasti menciptakan copywriting yang to the point.

Atensi pembaca sudah cukup rendah. Jika ditambah dengan konten tulisan yang berputar-putar, pembaca akan menutup halaman tulisan Anda dan beralih ke hal lain yang lebih bermanfaat.

Bagaimana Anda bisa mengaplikasikan teknik NLP ini?

Dalam NLP, hal ini disebut complex equivalence dan menurut NLP World dapat Anda aplikasikan dengan:

  1. Mengaitkan maksud Anda dengan satu hal spesifik, dan
  2. Ketika 2 pernyataan (satu bersifat tindakan, dan satu bersifat kemampuan) dianggap memiliki maksud yang sama.

Samakan fitur dan manfaat, atau satu hal dan hal lainnya.

Contoh:
“Membaca Artikel Ini Akan Membuat Anda Sadar Tentang Bahaya Reaktor Nuklir”.

NLP #5 – Jelaskan Secara Abstrak atau Konkrit

Ketika menulis konten, pastikan Anda membuat konten tersebut dalam beberapa bagian agar mudah dicerna. Dalam NLP, Anda bisa memilih 2 pendekatan. Pendekatan pertama, Anda menjelaskan manfaat dengan abstrak. Pendekatan kedua, Anda menjelaskan manfaat secara konkrit.

Ketika menjelaskan secara abstrak, Anda menyerahkan manfaat kepada imajinasi pembaca. Ketika mendeskripsikan manfaat secara mendetail dan konkrit, Anda memberikan tepat apa yang pembaca butuhkan.

Anda juga bisa menggunakan metafora ketika menulis menggunakan teknik NLP ini.

Contoh abstrak:
“Metode Melek Finansial yang Bisa Memberi Anda Hidup yang Anda Inginkan”

Contoh konkrit:
“Cara Menggunakan WordPress untuk Membuat Toko Online”

Contoh metafora:
“5 Produk Terbaik sebagai Buah Tangan”

Menulis Copywriting dengan NLP Wajib Dipelajari

Siapapun Anda, apapun yang Anda lakukan, Neuro-Linguistic Programming (NLP) atau Pemrograman Neuro-Linguistik dapat membantu Anda dengan efektif dalam copywriting. NLP juga digunakan oleh banyak profesional di berbagai bidang seperti bisnis, olahraga, seni, marketing, kesehatan, edukasi, dan politik.

Pebisnis profesional menggunakan NLP secara komersial untuk meraih tujuan seperti meningkatkan produktivitas dan mendorong penjualan. Sekarang, saatnya Anda menggunakan NLP dalam menciptakan copywriting yang mematikan.

Seperti biasa, Anda diminta untuk terus berlatih dan menulis NLP sesering mungkin dalam copywriting Anda. Karena semua profesional berawal dari pemula yang tidak menyerah, terus belajar, dan terus menulis.

Artikel Terkait:
Cara Membuat Copywriting Landing Page dengan Konversi Tinggi
Copywriting untuk Makanan Start Up dan UMKM
Copywriting NLP: 5 Prinsip Mahal untuk Iklan Mematikan – Bag. #2